Pemimpin masa depan itu “tidak ada”


wah, anda visioner sekali, anda layak menjadi pemimpin masa depan“.

analisis kamu oke banget, ini dia calon pemimpin masa depan“.

pemikiran-pemikiran anak-anak muda ini patut diakomodir dan dimasukkan ke dalam blueprint organisasi kita, mereka para pemimpin masa depan“.

Pernyataan-pernyataan di atas seringkali kita dengar dalam diskusi-diskusi kepemimpinan. terlebih yang melibatkan para senior dalam suatu organisasi. Saya sering bertanya, “apa iya, orang-orang yang disangkakan visioner, analisisnya tajam, berpemikiran revolusioner, dll itu benar-benar akan menjadi pemimpim masa depan?

Saya pikir tidak demikian, justru menurut saya pemimpin masa depan itu “tidak ada”, yang ada ya pemimpin masa kini, atau bahkan pemimpin masa lalu (tinggal sejarah). Apa yang yang disangkakan visioner, analisisnya tajam, berpemikiran revolusioner, dll itu adalah produk masa kini, refleksi kondisi kekinian. Artinya kapasitas kepemimpinan mereka itu ya muncul saat ini juga bukan di masa yang akan datang. Dalam peran apapun yang sedang mereka emban, itulah hakikatnya kepemimpinan mereka. Ada seorang ayah, ada seorang suami, ada seorang ibu rumah tangga, ada seorang supervisor (kasubbid), ada seorang manager (kabid) bahkan seorang direktur (kapus) sekalipun.

Nah, kalau ada yang mengatakan “anda layak menjadi pemimpin masa depan” atau yang semacamnya, saya sering katakan “masa depan? ya kalau jadi pemimpin, kalau enggak dipilih? saya pemimpin masa kini“.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: