Kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa


“Terima kasih dek, semoga sekolahnya lancar”.

“Pak, emang kalau anak sekolah tarifnya berapa ya? Kok kelihatannya lebih murah dari penumpang umum?”

“Iya mas, tarif anak sekolah naek angkot jauh dekat cukup seribu rupiah”.

“Wah, angkot kini kalau pagi kebanyakan yang naek kan anak sekolah, terus bapak tidak masalah penghasilannya sedikit?”

“Alhamdulillah mas, kalau rizki Alloh SWT sudah mengaturnya. Sedikit banyak harus kita syukuri. Saya kan juga punya anak sekolah, saya ikhlas. Dengan ini insyaalloh saya bisa ikut meringankan beban para orang tua dalam menyekolahkan anaknya. Ya… itung-itung turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Hmmm… Mencerdaskan kehidupan bangsa, sebuah cita-cita mulia yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Sudahkah bangsa kita kehidupannya cerdas? Pekerjaan rumah yang sangat besar bagi para pengemban amanah negeri ini. Pun setiap anak negeri bisa turut serta. Hatta seorang supir angkot, yang kehidupannya bersahaja, mampu berkontribusi sesuai dengan keadaannya.

Pendidikan Indonesia berusaha mencerdaskan kehidupan bangsa tentunya dari berbagai aspek. Cerdas bukan hanya mampu mengetahui dan bisa melakukan sesuatu. Cerdas lebih mengarah kepada mengetahui serta mampu memilah mana yang baik dan benar dan mana yang buruk, dengan mengaplikasikan berupa pemikiran-pemikiran serta tindakan-tindakan yang baik dan menghindari pemikiran serta perbuatan-perbuatan buruk. Dengan demikian cerdas itu tidak mutlak hanya bisa diukur dengan angka-angka pengetahuan akademik seperti hasil Ujian Nasional yang dijadikan patokan ukuran keberhasilan bidang pendidikan oleh Dinas Pendidikan.

Kita berharap pendidikan Indonesia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dapat menjadikan bangsa Indonesia yang memiliki kecerdasan untuk berkomunikasi, tunduk dan berbakti kepada yang Maha Kuasa, cerdas untuk jujur, cerdas untuk peduli dan mengangkat derajat sesama, cerdas untuk menghindari anarkisme, cerdas memperbaiki citra bangsa, cerdas untuk mengolah segala sumber daya diri dan lingkungan untuk bisa dirasakan kegunamanfaatannya oleh seluruh bangsa.

Intinya bangsa Indonesia yang sedang mengalami krisis multi dimensi. Perbaikannya harus dimulai oleh Dunia pendidikan. Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya diaplikasikan untuk memberantas buta huruf tapi lebih ke dalam adalah memberantas buta hati dan buta moral.

Komitmen untuk membenahi bidang pendidikan adalah investasi yang paling rasional dan visioner .-klik disini untuk link sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: