Penyerapan Anggaran Infrastruktur Masih Rendah


JAKARTA – Penyerapan dana infrastruktur hingga semester I/2011 baru mencapai 20–30 persen, dari total anggaran yang disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 sebesar Rp126 triliun.

”Itu merupakan akumulasi dari seluruh kementerian/ lembaga (K/L). Masalahnya terletak pada pengeksekusian lahan proyek yang akan dilaksanakan. Secara keseluruhan, besarnya penyerapan anggaran infrastruktur baru sekitar Rp37,8 triliun, masih rendah,” ujar Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Dedy S Priyatna di Jakarta kemarin.

Berdasarkan Nota Keuangan 2011,alokasi anggaran infrastruktur yang ditetapkan pemerintah ditujukan untuk mendukung pencapaian-pencapaian sasaran prioritas. Prioritas tersebut terdiri atas 17 program, yang di antaranya adalah penyelenggaraan jalan, subsidi dan pembiayaan bidang infrastruktur, program pengelolaan sumber daya air, program pengelolaan dan penyelenggaraan transportasi laut dan udara.

Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, lambatnya penyerapan anggaran infrastruktur merupakan masalah klasik yang dihadapi dari tahun ke tahun.”Masalahnya bermacam-macam,seperti ketidaksiapan proyek,sulitnya mengeluarkan anggaran, hingga belum adanya undangundang pengadaan lahan,” tuturnya.

Menurut dia, dari keseluruhan masalah yang ada, kendala paling krusial adalah belum adanya Undang- Undang Pengadaan Lahan. Undang-undang tersebut kini yang masih tertahan di DPR. ”Kalau ini belum selesai, penyerapannya akan buruk dan sama dengan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam mengatakan seharusnya penyerapan anggaran infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 6,5 persen minimal 50 persen dari total anggaran yang tersedia.

Jika melihat realisasi penyerapan semester I/2011 yang hanya mencapai 30 persen, polanya menurut dia belum berbeda dengan tahun lalu. ”Dengan penyerapan 30 persen, kemungkinan penyerapan baru akan lebih besar pada kuartal III/IV,”ujarnya. ● rini harumi w

Seputar Indonesia
Rabu, 20 Juli 2011

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1311154031&&2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: