Arus Modal Makin Deras


JAKARTA (SINDO) – Peningkatan peringkat oleh Moody’s Investors Service yang menempatkan Indonesia satu level di bawah investment grade dinilai semakin mendorong derasnya arus modal asing (capital inflow) yang masuk.

Pemerintah diharapkan segera mengantisipasi hal ini agar dapat memanfaatkan momentum tersebut guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Arus dana yang masuk harus dikontrol dan diarahkan ke sektor riil dan investasi jangka panjang. ”Ini jelas akan mendorong semakin derasnya arus modal yang masuk. Capital inflow akan makin besar karena investor melihat prospek investasi yang semakin bagus,” ungkap Ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latief Adam di Jakarta kemarin.

Latief menambahkan, tanpa adanya kenaikan peringkat pun arus modal belakangan ini sudah mengalir deras ke Indonesia berkat fundamental ekonomi yang baik. Namun, dia menyayangkan kondisi ini belum berhasil dimanfaatkan pemerintah.”Ini harus diantisipasi. Derasnya arus modal harus bisa dikelola atau dikontrol.Apalagi kalau nanti peringkat kita sudah mencapai investment grade,”paparnya.

Dia berharap pemerintah tidak kehilangan momentum baik ini. dengan demikian, kenaikan peringkat Indonesia tidak hanya terefleksi di pasar saham atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI).Dengan mengarahkan arus modal itu ke sektor riil, akan ada efek pengganda (multiplier effect) yang manfaatnya lebih nyata bagi perekonomian. ”Jadi, kita tunggu gebrakan pemerintah dalam memanfaatkan situasi ini. Kalau tidak mengarah ke foreign direct investment (FDI), dampaknya kurang signifikan,” tuturnya.

SBN Naik Rp87 Triliun

Sementara itu, pemerintah mencatat investasi yang masuk ke instrumen jangka panjang semakin meningkat.Itu tampak dari peningkatan yang cukup signifikan pada surat berharga negara (SBN) sepanjang 2010 hingga Januari 2011. Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengungkapkan, selain SBI dan saham, SBN merupakan instrumen yang cukup diminati para investor.

”Hingga Januari 2011, peningkatannya sebesar Rp87 triliun,” ungkapnya di Jakarta kemarin. Pemerintah optimistis kenaikan akan lebih besar lagi setelah ada peningkatan peringkat dari Moody’s Investors Service.Namun, Rahmat mengaku belum dapat memprediksi besaran kenaikan investasi pada SBN yang akan dipicu kenaikan peringkat tersebut. ”Karena kenaikannya baru kemarin, saya belum lihat ada dampak yang signifikan.

Namun, pada dasarnya sudah ada ekspektasi bahwa Indonesia akan mendapatkan rating. Itu sudah tercermin pada besarnya minat asing yang beli SUN,”paparnya. Dia juga optimistis kenaikan peringkat utang Indonesia akan mendorong investor lebih percaya diri untuk menanamkan modalnya di instrumen berjangka lebih panjang di Indonesia. ”Dampak positif yang muncul sejalan dengan kenaikan ini adalah derasnya aliran dana asing yang akan masuk ke Indonesia,baik di pasar modal,termasuk pasar surat berharga negara. Kita berharap hal ini terjadi terutama ke foreign direct investment,” tandasnya. (wisnoe moerti)

Sumber (Seputar Indonesia, 19/1/2011)

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1295413778&1&2011&

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: