Rekening Si Kaya makin Gendut


JAKARTA–MICOM: Perbedaan (disparitas) pendapatan dalam kelompok masyarakat kian melebar. Terjadi ketimpangan ekonomi dalam masyarakat, seperti dalam akumulasi surplus likuiditas dan akumulasi kapital.

Melebarnya disparitas pendapatan dalam kelompok masyarakat tercermin dalam data pertumbuhan rekening Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dari total rekening terdaftar di bank umum per November 2010 sebanyak 96,61 juta rekening, sebanyak 97,70 persen merupakan rekening dengan nominal simpanan di bawah Rp100 juta.

Berikutnya rekening Rp100-200 juta (1,03 persen), rekening Rp200-500 juta (0,71 persen), rekening Rp500 juta-Rp1 miliar (0,29 persen), rekening Rp1-2 miliar (0,13 persen), Rp2-5 miliar (0,07 persen ) dan rekening di atas Rp5 miliar (0,04 persen).

Namun, dilihat dari nominal isinya, meski paling kecil jumlahnya, rekening di atas Rp5 miliar ternyata menguasai 39,52 persen (Rp886,02 triliun) dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang sebesar Rp2.241,79 triliun.Berikutnya disusul rekening di bawah Rp100 juta dengan penguasaan 17,38 persen (Rp389,71 triliun) dan rekening Rp200-500 juta dengan penguasaan 9,96 persen (Rp223,21 triliun).

Data tersebut juga menunjukkan terjadi kenaikan total simpanan serta jumlah rekening pada seluruh segmen nominal. Kenaikan terbesar terjadi pada segmen nominal lebih dari Rp5 miliar yaitu mencapai Rp21,07 triliun atau 1.087 rekening.Untuk segmen nominal Rp2-5 miliar naik sebesar Rp6,35 triliun (2.021 rekening), segmen nominal Rp1-2 miliar naik Rp3,64 triliun (2.915 rekening), segmen nominal Rp500 juta-Rp1 miliar naik Rp3,46 triliun (4.940 rekening), segmen nominal Rp0-Rp100 juta naik Rp2,81 triliun (455.937 rekening), segmen nominal Rp200-500 juta naik Rp1,26 triliun (5.470 rekening) dan segmen nominal Rp100-200 juta naik Rp1,39 triliun (23.220 rekening).

Menurut Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E LIPI) Latief Adam, data tersebut jelas memperlihatkan disparitas pendapatan diantara kelompok pendapatan masyarakat semakin melebar.

Hal ini tampak dari munculnya tren pertumbuhan nominal rekening “gemuk” yang lebih cepat dan besar, meski jumlah rekening menempati urutan bawah. Sementara rekening nominal Rp0-Rp100 juta, meski terdapat 94,385 juta rekening, pertumbuhan secara nominal cenderung tipis meski terbanyak dari sisi pertambahan rekening.

“Kelihatan sekali terjadi pembusukan dalam perbedaaan pendapatan. Disparitasnya makin tinggi,” kata Latief kepada Media Indonesia di Jakarta, Kamis (6/1).

Senada dengan Latief, Ekonom Sustainable Development Indonesia Dradjad Wibowo menambahkan, kelompok masyarakat dengan pendapatan besar mengakumulasikan simpanan di bank dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dibanding kelompok termiskin.

Dengan menggunakan Konsep First Derivative (turunan pertama) yaitu membagi penambahan nilai simpanan dengan pertambahan jumlah rekening, maka rasio pertambahan untuk kelompok dengan nilai nominal rekening diatas Rp5 miliar adalah Rp19,4 miliar per rekening. Sementara untuk kelompok dengan nominal dibawah Rp200 juta, rasio laju pertambahannya hanya Rp6,16 juta per rekening.

“Jadi kelompok terkaya mengakumulasikan simpanan mereka di bank 3.150 kali lebih cepat dibanding kelompok miskin. Sangt timpang. Ini pun baru yang tercatat di perbankan, belum yang di pasar modal. Jika dihitung dengan belasan juta penduduk yang belum memiliki rekening bank, tentu akan lebih timpang lagi,” ujarnya. (Atp/OL-9)

Sumber: Media Indonesia (7/1/2011)

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1294371969&1&2011&

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: