Bank Indonesia Hadapi Dilema


JAKARTA – Bank Indonesia (BI) pada tahun ini diperkirakan menghadapi dilema tentang kebijakan suku bunga acuan atau BI Rate terkait dengan upaya meredam infl asi dan menangkal makin derasnya arus modal masuk atau capital inflow. Posisi bank sentral bakal terjepit karena tren kenaikan harga komoditas pangan global berpotensi memicu inflasi domestik sehingga suku bunga acuan yang stabil di posisi 6,5 persen harus dinaikkan untuk menjinakkan inflasi. Di sisi lain, kenaikan suku bunga akan merangsang capital inflow mengalir lebih deras akibat perbedaan imbal hasil atau yield investasi yang makin lebar dengan negara lain.

Padahal, tanpa kenaikan BI Rate, capital inflow diprediksi masih mengalir deras di Tanah Air tahun ini. Ini berarti bank sentral harus menyediakan biaya sterilisasi moneter lebih besar untuk mengurangi dorongan inflasi dan apresiasi rupiah yang berlebihan. Dampaknya, defisit BI akan makin besar karena bertambahnya biaya moneter dan kian menyusutnya modal bank sentral. Tahun lalu, biaya sterilisasi moneter ditaksir menghabiskan dana 30 triliun rupiah.

Ekonom Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam mengatakan fungsi BI dalam pengendalian inflasi 2011 menjadi sangat penting karena inflasi bakal terakselerasi sepanjang tahun. Pemicu infl asi, antara lain kebijakan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsisi atau premium dan kenaikan harga pangan akibat melonjaknya harga di pasar global atau imported inflation.

“Makanya, respons BI memang mengkhawatirkan di 2011. Saya khawatir BI jebol pertahanannya untuk menjaga inflasi dan terbawa arus sehingga terus-menerus menaikkan BI Rate,” kata Latif saat dihubungi di Jakarta, Selasa (4/1). Menurut dia, LIPI memperhitungkan dampak kenaikan harga BBM Premium bisa menyumbang inflasi 0,9 persen. Sedangkan beras, tahun lalu, menyumbangkan inflasi tertinggi sebesar 1,29 persen dari inflasi 2010 yang mencapai 6,96 persen.

Padahal, Badan Pusat Statistik (BPS) menaksir harga beras internasional bakal melonjak dua kali lipat tahun ini. Ini merupakan sinyal pengendalian harga beras lokal lewat impor akan semakin susah. Harga beras lokal selalu lebih tinggi ketimbang harga internasional.

Makin Sulit

Menyinggung dampak kenaikan suku bunga, Latif mengatakan selain merangsang arus modal masuk, hal ini akan memicu kenaikan bunga kredit sehingga bakal melemahkan iklim bisnis di dalam negeri. “Kondisi bisnis bakal tidak seagresif pada 2010, hal ini bisa mengganjal pertumbuhan ekonomi. Padahal, pertumbuhan global yang terus melemah tidak bisa diharapkan mendongkrak pertumbuhan domestik.

Pada 2011 perekonomian harus benar-benar ditopang kinerja domestik,” tegas dia. Kenaikan BI Rate, imbuh dia, juga bisa menjadi disinsentif bagi pertumbuhan investasi. “Makanya, perlu dipikirkan agar BI mulai menjajaki untuk menurunkan BI Rate,” kata dia. Ekonom UGM Sri Adiningsih juga menyarankan BI untuk menurunkan suku bunga karena posisinya makin sulit dalam mengelola stabilitas makro ekonomi.

“Salah satu instrumen yang menjadi wewenang BI adalah menurunkan suku bunga, itu memang kewenangan tradisional BI yang masih bisa dijalankan meski dampaknya terbatas,” kata Adiningsih. Dia menilai penurunan BI Rate bisa merangsang kinerja pasar uang antarbank (PUAB) dan memicu pertumbuhan sektor riil. “Juga bisa meredam derasnya hot money (dana asing yang bersifat spekulatif dan berjangka pendek).” Artinya, tegas dia, instrumen penurunan suku bunga bisa menjadi salah satu instrumen efektif menghadapi kondisi ekonomi makro yang belakangan kurang menguntungkan.

Terlebih, lanjut Adiningsih, saat ini posisi bank sentral dalam pengelolaan kebijakan moneter dinilai cukup sulit. Pasalnya, hot money bakal kian deras mengalir, inflasi juga tinggi, dan kebijakan penaikan Giro Wajib Minimum (GWM) valuta asing bagi perbankan tidak efektif. “Tapi yang utama saat ini bukan hanya kebijakan dari BI, tapi juga kebijakan fiskal pemerintah juga sangat menentukan,” kata Adiningsih.ito/fi a/din/ind/aan/YK/WP

Sumber: Koran Jakarta (5/1/2011)

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1294194420&1&2011&

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: