Pasokan Air Tawar Dari Sungai Barito Pengaruhi Iklim Dunia


BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Walaupun berjarak sekitar 250 Km dari muara sungai Barito, perairan di sekitar pulau Matasiri, Kalimantan Selatan ternyata masih dipengaruhi oleh air tawar. Sejumlah biota dan tumbuhan di lokasi tersebut pun ternyata diketahui dapat toleran dengan masa air tawar yang signifikan, seperti Chaetodon Octofasciatus dan karang-karang Baoulder.

Hal tersebut merupakan sejumlah penemuan yang diperoleh oleh tim “Ekspedisi Kalimantan”, yang digelar pada 19 Desember-1 November lalu, oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Ditjen Perguruan Tinggi (Dikti).

Menurut Kordinator ekspedisi tersebut, Dirhamsyah, pada workshop “Ekspedisi Laut Natuna dan Perairan Kalimantan Selatan,” Senin (27/22), Jakarta, sangat mungkin pasokan air tawar tersebut mempengaruhi arus di selat Makassar, yang juga merupakan perlintasan Arlindo (Arus Lintas Indonesia).

Indonesia secara geografis berada diantara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, terletak di garis khatulistiwa dimana suhu air laut bertransisi. Letak strategis tersebut membuat Indonesia sebagai pertukaran antarsamudra atau Arlindo (Indonesian Thoughflow). Arus yang juga mempengaruhi iklim ekstrim semacam La Nina dan El Nino. “Tapi kita belum bisa jelaskan, seberapa jauh pengaruhnya, saya yakin pengaruhnya itu kuat” katanya.

Dalam ekspedisi tersebut, tim juga menemukan sejumlah sungai purba dan endapan rawa Manggrove di wilayah perairan pulau Matasiri pada kedalaman sekitar 60 meter di bawah permukaan laut.

Menurut Deputi bidang IPK LIPI, Hery Harjono, hal tersebut merupakan salah satu bukti dari kenaikan permukaan laut, yang secara global pernah terjadi pada sekitar 11000 tahun yang lalu, pada masa glasiasi (zaman es) terakhir.

Menurut Dirhamsyah, pihaknya kini tengah menguji karbon C 14 pada sample Mengrove tersebut, untuk mengetahui estimasi umurnya. “Dari umur itu, kita bisa mengetahui kapan permukaan air laut di wilayah Paparan Sunda meningkat, dan itu merupakan data baru di perairan Timur Indonesia,” katanya.

Menurut Dirhamsyah, ada kemungkinan peningkatan permukaan air pada masa galsial terakhir tidak berlaku umum, terutama di perairan Timur Indonesia. Pasalnya di perairan nusantara terdapat lempengan benua yang tidak stabil.

“Kita akan cari tahu dari umur Mangrove tersebut” lanjutnya.

Link berita:
http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/2010/12/27/68707/pasokan-air-tawar-dari-sungai-barito-pengaruhi-iklim-dunia

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1293517476&1&2010&

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: