Ekspedisi Laut Natuna : Kurang Pengawasan, Nelayan Asing Leluasa Keruk Ikan Laut Indonesia


Perairan Laut Natuna yang memiliki potensi alam yangindah dan potensi sumber daya laut tinggi masih rentan pencurian nelayanasing.

Tim Ekspedisi Laut Natuna dan Perairan Kalimantan Selatan mengungkapkanpotensi ikan laut Natuna makin berkurang dari 1,8 ton per kilometerpersegi pada 1974 hingga 2010 semakin menurun menjadi 0,27 persen, “Dataini telah menunjukkan terjadi over eksploitasi ikan laut Natuna darihasil observasi kami di lapangan. Karena perairan Natuna sejak dulurawan pencurian ikan oleh nelayan khususnya nelayan asing,” kataKordinator Ekspedisi Laut Natuna, Fahmi, saat konferensi pers diJakarta, Senin (27/12).

Menurut dia, hal ini terjadi akibat pengawasan yang amat minim di kawasan perairan itu..Seperti diketahui, ekspedisi Laut Natuna telah diberangkatkan pada 4-16November 2010 dan ekspedisi perairan Kalimantan Selatan pada 19November-1 Desember 2010.

Ekspedisi ini merupakan kerja sama Direktorat Penelitian dan Pengabdiankepada Masyarakat (DP2M) Ditjen Perguruan Tinggi (Dikti) Kemendiknasbersama LIPI .

Ketua Pusat Penelitian Osenografi LIPI Suharsono menambahkan dengankondisi itu perairan Natuna semestinya ditutup bagi nelayan asing.”Minimal diawasi. Meski ini sulit, paling tidak mesti ada programkesadaran dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Natuna,”kata Suharsono.

Program pemberdayaan berupa pembelian alat sarana nelayan dan pelatihanentrepreunership sehingga pengawasan dapat diletakkan pada nelayansetempat.

Ia juga meminta pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menatadan merapikan kembali perizinan nelayan asing. “KKP pernah berjanjimenata perizinan nelayan asing. Apalagi ini dekat perbatasan yang cukuprawan, sedangkan nelayan asing Thailand sudah memiliki peralatan canggihmencuri ikan kita,” cetusnya.

Menurut dia, terjadinya penurunan tangkap ikan karena nelayan di Natunajuga ‘welcome’ menerima kedatangan nelayan Thailand yang memberikanbantuan makanan dan beras. “Mereka keluar sedikit tetapi mendapat hasilikan kita yang lebih banyak,” tandasnya.

Peneliti Universitas Tanjungpura, Pontianak, Erlinda Yurisanthaemenambahkan, untuk memberi perlindungan terhadap sumber daya laut diNatuna, perlu ada taman nasional laut dikawasan tersebut.

“Masyarakat desa dan pemuka masyarakat kawasan Natuna menyetujui taman nasional ini,” ungkapnya.

Ia mengakui telah terjadi over fishing dan illegal fishing denganpeledak racun serta pukat harimau yang merusak terumbu karang laut yangdilakukan masyarakat luar Natuna.

Sementara itu, Kordinator Ekspedisi dari LIPI Dirhamsah mengatakanekspedisi Natuna dan Kalimantan Selatan menghasilkan sedikitnya 25makalah ilmiah penelitan dan tiga makalah ilmiah internasional.(*/OL-10)

Media Indonesia, 27 Desember 2010

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1293452028&1&2010&

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: