RI Rentan Mengalami Krisis


Pertumbuhan ekonomi positif Indonesia temyata tidak berkorelasi pada pengurangan angka kemiskinan yang signifikan. Hal itu disebabkan dominasi modal asing di berbagai bidang dan membuat Indonesia rentan terkena dampak krisis ekonomi.

Demikian dikemukakan, peneliti ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Eko Nugroho dalam seminar refleksi akhir tahun 2010 di Gedung Widya Graha LIPI, Jln. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (16/12).

Dikemukakan, Undang-Undang Penanaman Modal Asing Tahun 2007 memberikan ruang gerak kepemilikan asing yang semakin besar di hampir semua kegiatan. Keleluasaan kepemilikan asing mulai dari 60 persen hingga 99 persen. Misalnya, kepemilikan asing di perbankan diperbolehkan hingga mencapai 99 persen, jasa pengeboran minyak dan gas bumi hingga 95 persen, telekomunikasi hingga 65 persen, dan angkutan transportasi laut hingga 49 persen.

Meski kebijakan liberalisasimembuat investasi asing datang berbondong-bondong, tetapi itu tidak disertai dengan pertumbuhan di sektor riil. Reproduksi kapital lebih banyak terjadi di sektor tersier sementara sektor industri dan pertanian justru mengalami penurunan aktivitas.

“Fenomena deindustrialisasi ini tidak menguntungkan bagi penyerapan tenaga kerja,” ujar Agus.

Ia menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini tidak cukup berkualitas. Perdagangan produk finansial, jasa finansial nonkredit dan kredit konsumtif yang menguntungkan menyebabkan keengganan sektor finansial dan perbankan berbagi nilai tambah dan risiko dengan sektor manufaktur domestik.

“Konsekuensinya adalah lambatnya penyaluran kredit perbankan menyebabkan proses deindustrialisasi. Stagnasi sektor industri ini memberikan pengaruh pada rendahnya penyerapan tenaga kerja,” tuturnya.

Dari data P2E LIPI disebutkan bahwa pertumbuhan industri pertanian dan pertambangan selama kurun waktu 2000-2009 tumbuh satu persen dari semula minus satu persen.Sementara itu, sektor manufaktur menurun dari semula lima persen pada kurun waktu 1990-1999 menjadi tinggal 1,1 persen pada kurun waktu 2000-2009. (A-i56)**#

Pikiran Rakyat, 17 Desember 2010
Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1292628221&2&2010&

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: