Solusi Kemacetan Jakarta


Kritik terhadap upaya Pemerintah DKI Jakarta mengatasi kemacetan tak habis-habisnya diberitakan media massa belakangan ini. Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, kritik tersebut mungkin dinilai sebagai suatu tamparan keras. Seolah-olah Pemda tidak melakukan kerja apa-apa dalam menangani masalah kemacetan dengan segala kaitannya. Apalagi jika kita ketahui masalah tersebut bukan hal yang baru kita geluti.

Untuk mencari solusi masalah tersebut, pertama sekali harus diakui dahulu bahwa persoalan kemacetan di Jakarta merupakan persoalan bersama. Artinya, Pemda sebagai pembuat kebijakan transportasi dan masyarakat sebagai pengguna transportasi berkontribusi dalam menimbulkan persoalan kemacetan. Kontribusi Pemda dalam hal ini ialah pada ketidaksigapannya menetapkan kebijakan (master plan) transportasi dengan berbagai turunannya (seperti kebijakan kependudukan, tata ruang, perdagangan, dan industri) sebelum persoalan kemacetan terjadi.

Sedangkan kontribusi masyarakat sebagai pengguna ialah karena kebergantungan yang berlebihan pada Pemda atau negara untuk mengurus masyarakat bertransportasi.

Tujuh Belas Kebijakan

Belakangan ini, pemerintah berencana menjalankan 17 kebijakan alternatif dalam mengatasi kemacetan di Jakarta. Ketujuh belas kebijakan tersebut meliputi pemberlakuan electronic road pricing (ERP), sterilisasi busway, revisi aturan perparkiran, perbaikan jalan dengan multiyears contract, penambahan empat koridor busway, penyediaan bahan bakar gas (BBG) yang murah untuk angkutan umum, restrukturisasi angkutan umum, optimalisasi kereta api Jabotabek, penertiban angkutan liar oleh polisi, mempercepat pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dan kereta api Bandara Soekarno-Hatta, membentuk otoritas transportasi Jabotabek, revisi rencana induk transportasi terpadu, merealisasikan proyek double-double track jalur kereta api Manggarai-Cikarang, mempercepat kereta api lingkar dalam kota, membangun enam ruas jalan tol dalam kota, membatasi penggunaan kendaran bermotor, dan menyediakan parkir dekat stasiun kereta api Jabodetabek.

Ketujuh belas kebijakan di atas tentu bagus-bagus saja. Rasanya masyarakat juga tidak perlu terkaget-kaget dan kemudian menolak keras rencana tersebut. Pasalnya, bukan saja karena kebijakan tersebut masih di atas kertas, tetapi yang lebih penting karena terobosan cepat dalam mengatasi kemacetan di Jakarta sudah sangat diperlukan. Namun, agar kebijakan di atas tidak menimbulkan masalah eksternalitas (spills over) negatif baru dan mampu mengurai kemacetan, perlu perhatian terhadap dua hal.

Pertama, menempatkan segera ketujuh belas kebijakan dalam master plan pembangunan Kota Jakarta. Bahkan lebih baik lagi jika dapat dirumuskan dalam master plan pembangunan Jabodetabek. Pentingnya hal tersebut karena transport is essential to the functioning of any society. It influences the location and range of productive and leisure activities; it affects the location of residence; it influences the range of provision of goods and services available for consumption. Thus, it inevitably infl uences the quality of life (Bruton, 2006).

Kedua, perhatian serius juga harus diberikan dalam mengatur masyarakat dalam bertransportasi yang benar dan baik. Pasalnya, masyarakat memiliki peran kunci dalam menjalankan kebijakan dan program transportasi yang ditetapkan pemerintah. Kegagalan mengatur masyarakat berarti kegagalan dalam menjalankan kebijakan. Oleh karena itu, upaya keras untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam mendukung tujuh belas kebijakan di atas menjadi mutlak perlu. Lantas, bagaimana caranya?

Melalui SMS

Pasti banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mendukung kebijakan tersebut. Peningkatan kualitas disiplin masyarakat melalui pendidikan transportasi merupakan salah satu cara. Namun pelaksanaannya tentu bukan melalui pendidikan transportasi secara formal di kelas atau sejenisnya, tetapi dapat dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, khususnya telepon seluler.

Dipilihnya gadget ini karena nyaris semua penduduk di Jabodetabek memiliki hand phone (HP). Adapun cara yang dapat dilakukan Pemprov DKI Jakarta ialah bekerja sama dengan para perusahaan penyedia (providers) telepon seluler untuk mengirimkan berita singkat (SMS) tentang pentingnya disiplin bertransportasi ke semua pengguna HP di Jabodetabek. Dalam pelaksanaannya tentu bukan pada jam sibuk, tetapi pada jam nyaman setiap hari dalam periode tiga bulan misalnya.

Agar cara di atas lebih berhasil, pemerintah DKI Jakarta penting pula menambah jumlah personel polisi pengatur lalu lintas bertransportasi. Polisi ini tidak harus berasal dari aparat kepolisian, tapi juga dari masyarakat umum secara legal dan formal. Untuk menjadikan masyarakat yang direkrut tersebut menjadi polisi jalan raya profesional, harus dilakukan pendidikan dan latihan yang memadai oleh institusi kepolisian di wilayah-wilayah tertentu.

Polisi dari masyarakat tersebut nantinya tidak saja dapat berperan sebagai shock therapy, tetapi juga sebagai pendukung berita SMS yang dikirimkan kepada pengguna jalan raya. Dengan cara ini, pengguna jalan raya merasa aman dan nyaman di jalan raya, dan lambat laun budaya masyarakat yang terbiasa berdisiplin berlalu lintas jika dan hanya jika ada petugas polisi di jalan raya akan lenyap. Semoga. (Koran Jakarta, 2 Desember 2010/ humasristek)

Carunia M. Firdausy, Profesor riset LIPI
KRT, 2 Desember 2010

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1292586488&2&2010&

One Response to Solusi Kemacetan Jakarta

  1. The Jampang says:

    Numpang woro-woro….Terjelek dari yang paling jelek tapi tetep buatan anak bangsa, “The Jampang” kaosnya Jakarta bisa jadi alternatif pilihan kaos buat kamu-kamu, bisa buat oleh-oleh dari Jakarta, bisa buat nimpuk orang yang kamu cintai dengan memberikan kaos ini, silakan kunjungi http://www.thejampang.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: