Tekanan Inflasi Diantisipasi


JAKARTA(SINDO) – Gejolak harga pangan dunia yang diprediksi akan meningkat pada 2011 menjadi ancaman bagi stabilitas perekonomian Indonesia. Gejolak tersebut dapat memicu tekanan inflasi.

Perekonomian Indonesia diprediksi tumbuh lebih tinggi pada 2011, tapi pemerintah tetap mewaspadai gejolak ekonomi dunia yang di-sinyalir akan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri. Hal itu salah satunya harga pangan dunia yang belum stabil. “Kalau dibilang ancaman, bisa seperti itu. Sebab, ancaman atau tantangan dari gejolak ekonomi dunia akan selalu ada,” ungkap Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Sestama Bappenas Syahrial Loetan di Jakarta kemarin. Dia mengakui, pemerintah menganggap gejolak harga pangan dunia yang tidak menentu menjadi pekerjaan rumah yang harus diantisipasi sejak awal.Pasalnya,harga pangan dunia berpotensi besar memicu laju inflasi yang cukup tinggi.

Menurutnya,pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada 2011 seolah tidak berarti jika dibarengi tekanan inflasi yang juga tinggi. Kewaspadaan terhadap gejolak harga pangan diantisipasi dengan mengalokasikan anggaran Rp2 triliun.Sementara untuk stabilitas harga pangan Rp1 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010.“Harga pangan termasuk salah satu yang menyumbang atau berkontribusi cukup besar bagi inflasi kita. Harga pangan pokok kalau didetailkan seperti harga beras dan ini cukup rawan,”paparnya. Dia mengatakan, ancaman terhadap harga pangan muncul lantaran kondisi iklim yang tidak menentu belakangan ini. Di satu sisi, jumlah penduduk Indonesia dan jumlah penduduk dunia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Besarnya jumlah penduduk dunia berbanding lurus dengan jumlah kebutuhan pokok.Dia khawatir jika persediaan pangan terbatas, sedangkan penduduk dunia memiliki kebutuhan besar,akan mendongkrak harga pangan. Pemerintah dihadapkan pada tantangan besar untuk menyikapi hal tersebut. Tantangan yang dimaksud berupa upaya menjaga,mempertahankan, sekaligus meningkatkan produksi pangan dalam negeri untuk kebutuhan masyarakat Indonesia. Syahrial mengatakan, khusus untuk di Indonesia,ancaman tidak hanya berasal dari iklim yang tidak menentu.“Yang jadi ancaman serius adalah lahan pertanian yang berkurang.Ada yang dibuat jalan raya,perumahan,dan lain-lain.Karena itu, tata ruang kita tidak bisa serampangan,”tandasnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latief Adam mengatakan, gejolak harga pangan dunia menjadi ancaman serius yang harus disikapi. Sebab, permintaan terhadap bahan pangan di Indonesia tergolong sangat tinggi.“70 persen dari pendapatan atau income kita dihabiskan untuk bahan pangan. Ini menjadi persoalan karena saat ini anomali terhadap iklim yang tidak menentu,”ungkap Latief.

Anomali iklim tidak hanya dihadapi Indonesia, tapi juga dihadapi China maupun Vietnam. Jika pemerintah tidak menyikapi hal ini dengan secara serius,dia khawatir krisis pangan yang terjadi pada 2008 akan terulang.Tekanan inflasi perlu diwaspadai jika persoalan pangan tidak diantisipasi.Disinggung terkait ketahanan pangan, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan,yakni ketersediaan, aksesibilitas, dan kualitas. Melihat ketersediaan pangan saat ini, Latief menilai belum waktunya pemerintah melakukan impor beras. “Impor selalu dijadikan jalan pintas.Padahal,tidak berarti menjadi jawaban dari persoalan yang ada.

Harusnya memaksimalkan dulu sumber daya yang dimiliki sekaligus memberikan sosialisasi kepada petani untuk meningkatkan produksi,”tandasnya. Dia menilai, kebijakan impor seolah menunjukkan pemerintah enggan bekerja keras menggenjot ketersediaan pangan. (wisnoe moerti)

Sumber: Koran Sindo (10/12/2010)

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1291981747&1&2010&

One Response to Tekanan Inflasi Diantisipasi

  1. Hildred Cicalese says:

    I usually get bored easily and close the tab but i think you can add some value. Grats !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: