DAMPAK SERANGAN MILITER DI KOREA : Waspadai Contagious Effect Ekonomi


Jakarta – Di tengah memanasnya situasi akibat serangan militer Korea Utara (Korut) terhadap negara tetangganya (Korea Selatan) pekan ini, dikhawatirkan akan mengganggu hubungan dagang dengan sejumlah negara lainnya sebagai efek menular (contagious effect ) dari konflik tersebut. Salah satunya Indonesia yang memiliki kepentingan perdagangan dan investasi terhadap Korea Selatan.

NERACA

Menurut pengamat ekonomi LIPI Latif Adam, ketegangan yang terjadi kedua negara ternyata cukup memberikan ketar-ketir bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, kedua negara tersebut memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia sebagai tujuan ekspor. “Korea Selatan menjadi pasar ekspor Indonesia serta investasi dan bahkan selalu meningkat setiap tahunnya,” katanya kepada Neraca di Jakarta, Rabu (24/11).

Menurut dia, konflik dua negara Korea itu bakal mengacam defisit perdagangan Indonesia keluar negeri baik ekspor dan impor. Sementara untuk investasi juga menjadi peringatan bagi perekonomian, dimana khawatiran hengkangnya investor Korea atau yang sudah komitmen berinvestasi di Indonesia sangat dimungkinkan terjadi, bilamana konflik berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.

Selama ini ekspor LNG atau gas Indonesia ke Jepang dan Korea Selatan merupakan paling besar. Bahkan kedua negara tersebut konon paling banyak menyerap pasar ekspor Indonesia diberbagai sektor sebesar 5,97 persen untuk Korsel dan Jepang di urutan pertama 12,73 persen.

Tidak bisa dipungkiri, kata Latif ketegangan kedua negara, lambat tapi pasti bakal mempengaruhi performance perekonomian Indonesia untuk beberapa sektor. Hal yang sama juga terjadi pada impor. Dimana untuk sektor barang setengah jadi, pemerintah Indonesia masih impor, khususnya untuk mesin tekstil, komoditas dan sepatu. “Indonesia bakal alami stagnasi dalam produksi, karena bahan setengah jadi impor dari sana dan akibatnya akan mengurangi kapasitas produksi serta rasionalisasi tenaga kerja,”cetusnya.

Secara terpisah, ekonom Universitas Gadjah Mada Sri Adiningsih mengakui perekonomian Korsel termasuk besar di Asia. Jika terjadi perang, negara-negara di sekitar wilayah konflik akan terkena imbasnya.

“Indonesia juga mengekspor ke Korsel melalui negara-negara lain. Perang bisa mengganggu ekspor Indonesia yang melalui negara-negara itu. Misalnya China. Lalu, Jepang sudah bersiap-siap dengan berbagai rencana. Rusia juga mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan,” katanya di Bandung, kemarin.

Faktor lain yang dikhawatirkan yakni krisis di Eropa juga akan meluas. “Irlandia tengah mengalami krisis utang yang bisa merembet ke negara-negara lain. Spanyol dan Portugal misalnya, sedang kesulitan uang. Di Yunani sudah terjadi. Krisis dikhawatirkan menular,” ujarnya.

Bank Indonesia (BI) juga terus mencermati sentimen dari pelaku pasar keuangan global dan domestik akibat konflik Korut dan Korsel yang terus memanas. “Di Korea sekarang kita merasakan sentimen pelaku keuangan dengan mengalihkan sementara aset (pelaku keuangan) ke investasi yang aman,” kata Deputi Gubernur BI Budi Mulya dalam seminar nasional “Indonesian Economic and Financial Market Outlook” di Jakarta, kemarin.

Budi mengatakan, konflik dua Korea sebagai satu di antara sentimen global terhadap perekonomian yang perlu dicermati dengan seksama saat ini. “Banyak faktor global lain yang menjadi perhatian kami. Dan ini memberikan kondisi votalititas di sektor keuangan dan akan terus bergejolak,” ujarnya.

Faktor global lain yang menjadi perhatian misalnya krisis yang masih terjadi di kawasan ekonomi peripheral Eropa yang terakhir terjadi di Irlandia. “Dimana pemerintah Irlandia terpaksa meminta bantuan degan memanfaatkan paket dana talangan internasional dari Uni Eropa dan IMF untuk keperluan bail out perbankannya yang diperkirakan nilainya puluhan miliar dolar AS,” kata Budi.

Pandangan yang sama juga disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan, posisi Korsel memang signifikan bagi Indonesia terutama di sektor riil dan investasi. Terlihat dari neraca perdagangan Indonesia yang konsisten surplus dan menduduki peringkat kedua setelah AS. Sedangkan dengan Korea Utara tidak banyak. “Ini tentu hal positif karena dengan negara lain di sekitar kita seperti China, Taiwan dan Australia neraca kita minus,” ujarnya.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan, perhatian pemerintah pada konflik tersebut memang didasari kepentingan ekonomi Indonesia. Komoditi yang paling banyak menyumbang neraca perdagangan antara lain produk elektronik. “Investasi Korsel juga banyak di industri ini dan makanan juga ada, namun sedikit,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia dan Korsel menjalin kerjasama sektor energi terutama gas dengan kontrak jangka panjang. Meski ikatannya kontrak jangka panjang, dengan adanya konflik di sana, bisa jadi gas Indonesia tidak dipakai oleh industri di sana. Tentu saja berpengaruh bagi proses produksi di sini.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menyakini konflik kedua negara tidak akan memberikan dampak signifikan pada investasi dan industri manufaktur, karena masih terjadi di daerah perbatasan. “Mudah-mudahan ini hanya konflik biasa tidak akan berkelanjutan,”jelasnya.

Sebagaimana di ketahui, Korea dalam tahun ini banyak melakukan investasi besar di Indonesia diantaranya proyek kerjasama KS dengan POSCO dengan nilai investasi sebesar US$ 6 miliar yang sedang memasuki prosek pembangun. Berdasarkan data BKPM, sepanjang 2005-2009 Korea merupakan 5 negara tertinggi yang melakukan investasi di Indonesia, diatara Singapura (US$ 12,247 miliar), Moretius (US$ 8,19 miliar), jepang (US$4,721 miliar) , Inggris (US$4,712 miliar) dan Korea selatan (US$ 2,458 miliar).

Neraca perdagangan Indonesia-Korsel suplus senilai US$ 2,89 milyar sedangan dengan Korut hanya US$ 4 juta. Penanaman modal asing Korsel mencapai US$ 205 juta hanya pada Januari 2009 dengan jumlah proyek 18 unit. Tahun 2008, investasi Negeri Ginseng itu sebesar US$ 301 juta dengan jumlah proyek 182 buah. nurul/bani/inung

SumberL Harian Ekonomi Neraca (25/11/2010)(nurul/inung/bani)

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1290664261&1&2010&

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: