Sumsel Segera Miliki Kebun Raya


Selain kebun binatang yang ada taman safarinya, Sumsel juga segera mempunyai kebun raya mirip Kebun Raya Bogor. Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah menyiapkan lahan seluas 140 hektare yang lokasinya antara Ogan Ilir dan Muara Enim. Rencana ini, terungkap dalam rapat persiapan master plan pembangunan Kebun Raya Sumsel di ruang rapat Bina Praja, kemarin (18/11).

Menurut Kaban Litbangda Sumsel, Dr Hj Ekowati Retnaningsih SKM MKes pimpinan rapat, keinginan Sumsel membangun kebun raya selaras dengan instruksi Presiden RI tahun 2004 lalu, agar setiap daerah mempunyai kebun raya.

Instruksi tersebut disusul surat edaran dari Menristek kepada seluruh daerah di Indonesia, termasuk Sumsel. “Kita telah tindaklanjuti edaran itu. Sudah dibuat SK tim persiapan lahan dan SK tentang penetapan lahan untuk Kebun Raya Sumsel di lahan eks Patra Tani,” ujarnya. Tim dari provinsi berkoordinasi dengan kabupaten/kota, dalam hal ini Pemkab Ogan Ilir dan Muara Enim.

Telah pula turun tim dari LIPI pusat bersama anggota Bakosurtanal mengecek kondisi awal lokasi yang ditetapkan untuk dijadikan kebun raya. Menurut Eko, Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin telah mengirimkan surat kepada Bupati Ogan Ilir dan Muara Enim. Intinya meminta kedua kepala daerah membantu menginventarisasi usaha masyarakat yang ada di lahan tersebut.

“Sayangnya, hingga hari ini (kemarin) kita belum dapatkan balasan,” katanya. Ditambahkan Eko Retnaningsih, Kebun Raya Sumsel nantinya akan didominasi dengan tumbuhan obat. Untuk mendukung pengembangannya, di dekat lokasi tersebut rencananya akan diadakan industri hilir obat.

Sayangnya, ada perbedaan posisi lokasi untuk lahan Kebun Raya Sumsel antara yang ditetapkan dalam peta di SK Gubernur dengan riil di lapangan. Jarak antara lahan pada peta di SK dengan lokasi di lapangan sekitar 2 km. Fakta ini diungkapkan Danang, anggota tim dari Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor, LIPI yang telah turun melakukan analisis vegetasi dan kondisi lanskap.

“Kalau yang ditetapkan dalam SK, sebagian sudah diusahakan masyarakat dengan dijadikan kebun karet. Mereka tidak tahu kalau di sana akan dibangun kebun raya. Sedang di lokasi yang ditunjukkan masyarakat di lahan ATP II katanya relatif bebas konflik, lebih kering dan strategis di pertigaan jalan,” bebernya.

Dalam analisis vegetasi, tim LIPI menemukan 38 jenis vegetasi tumbuhan obat di kawasan Jakabaring, 16 jenis di sepanjang jalan menuju lokasi ATP II, 19 jenis di lokasi calon kebun raya Sumsel. Semuanya menjadi bagian dari 342 jenis tanaman obat yang ada di seluruh Sumsel.

Asisten I Ogan Ilir, Herman menyatakan, pihaknya mendukung rencana Pemprov Sumsel membangun kebun raya Sumsel yang akan didominasi tumbuhan obat. Hanya saja memang perlu dilakukan sosialisasi kembali agar masyarakat sekitar mengetahui kalau di lokasi tersebut akan dibangun kebun raya. “Untuk lokasi yang dicek LIPI memang statusnya masih abu-abu. Karena itu perlu ketegasan,”ucapnya.

Perwakilan Bappeda Muara Enim juga meminta lokasi persis yang akan dijadikan Kebun Raya Sumsel. Pasalnya, lokasi yang telah dicek tim dari LIPI masih dalam sengketa antara Muara Enim dan Ogan Ilir. Pemkab Ogan Ilir mengatakan lahan tersebut masuk desa Bakung Kecamatan Inderalaya Utara. Sedangkan Pemkab Muara Enim menyatakan masuk desa Putak, Kecamatan Gelumbang.

Berbagai permasalahan ini nantinya akan dilaporkan kepada Sekda Sumsel untuk kemudian diambil penyelesaiannya. “Terlepas dari permasalahan masuk mana, kita ingin mewujudkan Kebun Raya Sumsel. Nantinya tak hanya untuk penelitian, tapi juga arena wisata dan hiburan bagi masyarakat Sumsel,” tukas Kaban Litbangda Sumsel, Dr Ir Eko Ratnaningsih.

Sekadar mengingatkan, pemprov sebelum ini telah pula menyiapkan lahan seluas 50 hektare. Lokasinya di ujung kawasan Jakabaring, namun masuk ke wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Di sana akan dibangun kebun binatang plus taman safari. Pembangunannya direncananya selesai Juli atau Agustus mendatang, sebelum SEA Games XXVI 2011. Lokasinya sekitar 3-4 Km dari ujung Jakabaring. (46)

Pemda Sumsel, 22 November 2010

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1290467974&1&2010&

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: