LKIR ke-42 : Remaja Harus Sadar Inovasi


Digelarnya kembali Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-42 bagi remaja usia 12-19 tahun dan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-9 tahun bagi peserta usia 20-24 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diharapkan mampu membuat remaja semakin berperan aktif melakukan inovasi-inovasi yang dapat dijadikan solusi alternatif bagi isu-isu aktual yang sedang berkembang. Penelitian remaja dapat diarahkan pada upaya pemenuhan kebutuhan dasar manusia dan pemecahan masalah-masalah di lingkungan sekitarnya.

Para peneliti muda harus memiliki modal jitu dan tajam dalam mencari informasi guna meningkatkan kualitas pemenuhan karya ilmiah itu sendiri.– Ninok Leksono

Setelah diseleksi, dari 622 proposal yang masuk untuk PPRI, panitia memilih 24 proposal untuk melakukan pembimbingan. Dari 24 proposal tersebut akhirnya terpilih menjadi 15 proposal yang keluar sebagai finalis untuk melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Sementara untuk LKIR, dari 148 proposal yang masuk terpilih 15 proposal yang keluar sebagai finalis.

“Proses seleksi ketat telah dilalui oleh dewan juri yang beranggotakan para ilmuan, dosen, dan pakar di bidangnya masing-masing. LKIR dan PPRI diselenggarakan untuk menumbuh kembangkan budaya meneliti bagi generasi muda, serta meningkatkan apresiasi iptek dan mewadahi keinginan peneliti remaja,” ucap Djusman Sajuti, Sekretaris Utama LIPI, pada pembukaan acara LKIR-LPIR tersebut di Depok, Senin (22/11/2010).

Deddy Setiapermana, Kepala Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan IPTEK LIPI, menambahkan, masing-masing finalis akan melakukan presentasi. Dari presentasi tersebut kemudian akan dipilih hanya 3 pemenang dari masing-masing kategori.

“Pemenang, jika ada kesempatan akan diikutsertakan dalam ajang internasional,” tandas Deddy.

Deddy menuturkan, tahun ini jumlah peserta lomba meningkat 10 persen dibandingkan LKIR 2009 lalu. Salah satu dewan juri Ninok Leksono memaparkan, kriteria pemenang untuk tahun ini sangat ketat dan tinggi.

“Untuk pemenang, perjuangan mereka tidak hanya sampai sini karena mereka nantinya akan dikirim ke ajang internasional,” ujar Redaktur Senior di Harian Kompas tersebut.

“Kami memberi dukungan penuh kepada para peneliti muda, terutama di era persaingan global ini. Setidaknya, para peneliti muda harus memiliki modal jitu dan tajam dalam mencari informasi guna meningkatkan kualitas pemenuhan karya ilmiah itu sendiri,” tambah Ninok.

Adapun beberapa peserta LKIR di antaranya berasal dari SMK Negeri Tambelangan Madura, SMAN 3 Merauke Papua, SMKN 2 Depok Sleman DIY, SMA Santa Laurensia Serpong, SMK Boedi Oetomo 2, SMAN 8 Denpasar dan lain-lainnya. Sedangkan untuk peserta PPRI, beberapa peserta di antaranya adalah Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Makassar, Institut Manajemen Telkom Bandung, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Andalas, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya dan lain-lainnya.

KOMPAS, 22 November 2010

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1290429541&1&2010&

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: