Indonesian Scientific Index


ISI atau Indonesian Scientific Index (Indeks Ilmiah Indonesia) adalah sarana untuk melakukan indeks atas data-data terkait ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

ISI dimotivasi oleh kebutuhan untuk mengintegrasikan aneka data-data ilmiah di Indonesia guna memudahkan publik mengaksesnya. Dari sudut kuantitas, data-data ilmiah Indonesia masih sangat sedikit sebagai refleksi kegiatan ilmiah yang masih sangat minim. Dilain pihak akses publik ke data-data tersebut terbatas, yang disebabkan oleh kendala infrastruktur maupun psikologis pengelola data.

Terkait dengan masalah hak cipta, ISI tidak menyimpan data mentah / asli yang di-crawl. Data yang disimpan hanya data indeks untuk memungkinkan publik melakukan pencarian atas data dengan mudah, serta mengaksesnya melalui tautan yang tersedia. Dalam konteks ini ISI membantu publik menemukan dan kemudian mengakses data yang disediakan aneka institusi di Indonesia. Sebaliknya untuk institusi penyedia data, ISI berperan meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas datanya ke publik dengan cakupan yang lebih luas. Setelah fase IV pengembangan, ISI tidak hanya menyediakan indeks data, melainkan juga integrasi data (secara tidak langsung berbasis data indeks) terkait iptek secara komprehensif berbasis teknologi text-mining.

Secara teknis ISI dikelola dengan sistem :

* Melakukan pengindeksan secara berkala dari sumber-sumber data ilmiah di Indoensia yang bisa diakses melalui situs.
* Teknik pengambilan data mirip seperti teknologi yang dipakai Google.
* Namun karena konten yang lebih fokus dan spesifik, proses pengindeksan data bisa dilakukan secara lebih terstruktur. Sehingga hasil pencarian bisa lebih terstruktur dan mendekati keinginan pengguna.
* Karena ISI tidak hanya melakukan crawling biasa seperti Google, namun juga mengimplementasikan kategorisasi-kategorisasi dalam proses tersebut dan di dalam databasenya.

Dengan teknologi diatas, keuntungan yang didapat adalah :

* Proses integrasi data ilmiah Indonesia bisa dilakukan tanpa terlalu banyak beban kerja di sisi pengelola.
* Tidak diperlukan pemaksaan untuk keseragaman format database dsb dari seluruh data ilmiah yang akan diindeks.
* Pengelola data ilmiah di lembaga-lembaga terkait tidak perlu melakukan apa-apa, cukup mengijinkan proses crawling bisa dilakukan setiap hari atas situsnya.
* Untuk berpartisipasi, setiap lembaga pengelola data cukup membuat konten data ilmiahnya bisa diakses umum melalui situs masing-masing.
* Tidak menimbulkan kerancuan akan status kepemilikan atas data ilmiah lembaga.

ISI merupakan kegiatan nirlaba untuk kepentingan publik, sehingga tidak ada biaya apapun yang dikenakan atas pemakaian sarana di ISI oleh publik maupun lembaga anggota konsorsium. Sarana ini memanfaatkan infrastruktur yang disediakan oleh LIPI untuk repositori data ilmiah lokal dan global di ARSIP LIPI.

Anda ingin data ilmiah lembaga Anda diindeks sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi di ISI ? Silahkan kontak kami di : codata [AT] milis.opi.lipi.go.id !

Sumber: http://www.isi.lipi.go.id/?m=bWVudT1hYm91dA==

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: