Penelitian Bersama Indonesia, Australia dan Jepang Berhasil Temukan Hewan Spesies Baru Sarax di Kalimantan Timur


Kayanya keanekaragaman hayati Indonesia kini terbukti kembali dengan ditemukannya Kalicemeti jenis baru di gua-gua yang terdapat di Kalimantan Timur, saat penelitian bersama yang dilakukan oleh peneliti Jepang, Australia, dan LIPI Indonesia belum lama ini.

Penelitian yang dipimpin oleh peneliti zoologi LIPI Cahyo Rahmadi, peneliti Australia Dr. M.S. Harvey, dan Dr. J. Kojima dari Jepang ini, berhasil menemukan 4 jenis Sarax atau Kala Cemeti baru. Kalacemeti sendiri merupakan sejenis laba-laba yang biasa hidup di dinding goa. Perbedaan antara Kalacemeti dan laba-laba terletak pada kakinya. Laba-laba memiliki 4 pasang kaki untuk berjalan, sedangkan Kalacemeti 3 pasang kaki untuk berjalan dan 1 pasang kaki di bagian depan yang mirip seperti antena.

Keempat Jenis Kalacemeti yang baru teridentifikasi ini, yaitu Sarax yayukae, Sarax sangkulirangesis, Sarax mardua, dan Sarax cavernicola, yang ditemukan di goa Sangkulirang dan Pegunungan Muller di Kalimantan Tengah dan Timur.

Sarax cavernicola memiliki 3 antena yang ukurannya hampir sama dengan kakinya, tubuh yang cukup besar, dan warna yang pucat. Spesies ini merupakan yang terbesar diantara tiga Kalacemeti lainnya dengan panjang tubuh mencapai 16 mm. Ditemukan di Gua Sangkulirang, Kalimantan Timur.

Kalacemeti kedua, Sarax mardua memiliki panjang sekitar 10 mm, dengan kaki yang memanjang. Yang membedakannya dengan spesies lainnya yaitu antena yang terdapat pada kakinya. Ditemukan di Gua Mardua, dan Sangkulirang, Kalimantan Timur.

Sedangkan Sarax sangkulirangensis, merupakan Kalacemeti dengan ukuran terkecil yaitu sepanjang 9 mm, serta tubuh berwarna kehijauan, dengan ukuran mata yang besar dan kaki pendek. Kalacemeti jantan jenis ini memiliki kaki lebih panjang dibandingkan dengan betinanya. Ditemukan di Gua Sangkulirang, Kalimantan Timur.

Terakhir, Sarax yayukae, memiliki tubuh yang tidak jauh berbeda dengan Sarax sangkulirangensis, hanya saja Sarax yayukae tidak hanya hidup di gua, tapi juga di hutan. Namanya sendiri diambil dari peneliti asal Indonesia DR. Yayuk R. Suhardjono, atas kontribusinya dalam bidang penelitian biologi gua. Ditemukan di Kalimantan Barat dan Pulau Manukan.

Menurut Cahyo, dari seluruh dunia baru 15 jenis Kala Cemeti yang berhasil teridentifikasi, dengan 6 jenis diantaranya terdapat di Indonesia, dan keempat jenis Kalacemeti jenis baru yang belum lama ditemukan ini, terbukti hanya terdapat di goa-goa pulau Kalimantan, Indonesia.

Penelitian ini menghabiskan waktu hampir 6 tahun untuk memastikan bahwa Kalacemeti yang ditemukan merupakan hewan spesies baru. Hal ini disebabkan dua hal, yaitu tidak ada peneliti khusus spesies laba-laba khususnya jenis Kalacemeti di Indonesia selama 95 tahun terakhir, sehingga informasi mengenai laba-laba dari Indonesia dan Asia Tenggara sangat terbatas. Sedangkan alasan kedua, yaitu dua spesies terakhir yang ditemukan sebelumnya, disimpan di museum Genova, Italia, sehingga para peneliti yang mendapatkan Kalacemeti jenis baru ini, harus melakukan pemeriksaan silang yang menghabiskan waktu cukup lama.

“Penemuan baru ini tentu saja tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia, tapi juga bagi ilmu pengetahuan dunia. Saya rasa, masih banyak hewan-hewan jenis baru di Indonesia. Oleh karena itu perlu penelitian lebih lanjut untuk menjelajahi seluruh Indonesia,” ujar Kojima. (Nova/JS)

Nusantara News, 14 Oktober 2010

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1289952728&&2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: