Hari Pahlawan?


Hari ini bangsa Indonesia memperingati salah satu peristiwa bersejarah, yaitu Hari Pahlawan. Perjuangan melawan penjajah 63 tahun silam di kota Surabaya. Sebagai bangsa yang besar, kita tidak boleh melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan. Sudah selayaknya kita mencontoh kebaikan-kebaikan para pahlawan untuk memberikan apa yang kita mampu untuk kemajuan bangsa dan negara ini.

Salah satu artikel menarik mengenai hakikat kepahlwanan saya kutipkan di sini.

http://mahyeldi.com/readarticle.php?article_id=3

MEMAKNAI HAKIKAT KEPAHLAWANAN (H Mahyeldi Ansharullah, SP)

Pada bulan November ini kita bangsa Indonesia sesungguhnya diingatkan kembali untuk merenungkan nilai-nilai kepahlawanan. Sebagai negara yang mempunyai sejarah perjuangan, apalagi merebut kemerdekaan melalui perjuangan, sudah selayaknya kita merayakan hari besar itu dengan penuh makna. Dengan tradisi memperingati hari pahlawan, merupakan momentum untuk merenungkan bagaimana nilai-nilai heroik yang pernah terjadi, untuk diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Apalagi hari ini kita melihat masih ada pahlawan yang hidup dan menjadi saksi sejarah atas kepahlawanan itu. Mendokumentasikan sepak terjang para pahlawan, baik dalam bentuk buku, gambar film atau cerita, merupakan sarana untuk mewariskan dan mempelajari nilai-nilai kepahlawanan.

Bagi sebuah negara pahlawan adalah spirit yang akan terus menyala dan memberikan warna sejarah tersendiri. Semangat anti penjajahan adalah nilai-nilai universal yang diperjuangkan para pahlawan pada dekade abad ke-19 hingga abad ke-20. Karenanya kepahlawanan seseorang sangat interpretatif dan subyektif.

Jika makna pahlawan diartikan sebagai tokoh atau hero dengan nama besar, maka harus diakui, negeri ini sedang dilanda krisis kepahlawanan. Amat sulit menemukan tokoh yang layak dijadikan panutan, layak diteladani dan diamini tiap kata-katanya, tokoh yang mampu berpikir besar dengan langkah-langkah besar demi bangsa dan negara.

Akhirnya saat ini, kita mengapungkan tokoh-tokoh yang telah lama meninggal, dengan mengangkat sisi positifnya sebagai simbol kepahlawanan. Alhasil, makna pahlawan akhirnya bisa dipahami dalam dua pengertian. Pertama, sosok pejuang, motivator, pemimpin, dan tokoh masyarakat yang betul-betul berbuat untuk kepentingan orang banyak dan lingkungan.

Kedua, pahlawan adalah sebutan untuk “profesi” tertentu yang memberikan banyak kontribusi untuk kepentingan orang banyak, namun para pelakunya belum mendapatkan penghargaan setimpal, bahkan nyaris dilupakan serta diabaikan. Contohnya adalah petani. Para petani dengan tekun turun-temurun dan terus-menerus menanam padi, menyediakan pangan bagi orang banyak, tanpa mereka sadari betapa pentingnya peranannya. Para petani tak pernah bosan menjadi petani, meski sawahnya sering terserang hama, meski mereka harus tercekik harga pupuk, harus menelan pil pahit penggunaan pestisida dan permainan para tengkulak. Semua orang butuh beras sebagai makanan utama, namun petani tak menjadi kaya karena padi, karena beras adalah sebuah komoditas politik, bukan semata-mata komoditas pertanian.

Nilai Kepahlawanan Universal

Setiap daerah (sebut provinsi) dan bangsa memiliki sejarah sendiri dan karena itu memiliki pahlawan sendiri. Namun, sering karena kontribusinya pada suatu daerah dan bangsa, sang pahlawan menjadi milik komunitasnya saja (daerah dan bangsa saja). Ia bukan milik daerah dan bangsa lain. Sebab, bisa jadi pada sosok pahlawan yang sama ia dinilai bukan pahlawan oleh komunitas lain, bahkan dinilai sebagai pemberontak. Misalnya adalah Pangeran Diponegoro, bagi bangsa Indonesia ia adalah pahlawan, tetapi bagi bangsa Belanda ia adalah pemberontak. Namun, secara substansial nilai-nilai universal yang diperjuangkan sang pahlawan pada tataran tertentu sesungguhnya bisa menjadikan sang pahlawan milik dunia.

Pahlawan (Pemimpin)

Nilai-nilai kepahlawanan dari masa lalu bangsa Indonesia, patut kita renungkan sebagai kepompong hidup yang membingkai masa depan. Spirit kepahlawanan penting dipatrikan kembali secara kuat di kalangan generasi muda Indonesia. Pahlawan selalu memilih hidup mulia. Pahlawan pada situasi tertentu sering dihadapkan pada pilihan yang paling berisiko, sebuah pilihan untuk hidup mulia dan bermartabat atau kematian(kesyahidan) .

Kemuliaan hidup pahlawan terlihat dari sejauh mana ia memberi manfaat bagi orang banyak. Kemanfaatan pahlawan masa lalu adalah kontribusinya memerdekakan bangsa dan mempertahankan kemerdekaan untuk kehidupan generasi berikutnya, meski sering diakhiri dengan kematian di tiang gantungan atau terkena timah panas yang menembus dadanya. Lalu, kita yang hidup di zaman yang terus berubah ini kemanfaatan apa yang bisa kita berikan untuk orang banyak?

Birokrat atau pejabat, memberikan pelayanan untuk rakyat bukan jalan kepahlawanan, kecuali jika disertai juga keberanian tidak korupsi. Penegak hukum menegakkan keadilan bukan jalan kepahlawanan, kecuali jika disertai juga dengan keberanian menolak suap dan menjunjung tinggi rasa keadilan.

Rakyat biasa bekerja keras dan bersikap jujur adalah lebih mulia ketimbang merengek pada kucuran dana hasil korupsi pejabat. Jika rakyat biasa mau mengatakan sesuatu yang benar di depan penguasa yang zalim adalah juga nilai kepahlawanan yang rindu dipraktekkan yang kini mulai meredup kembali setelah tahun 1998.

Kaum terpelajar bisa menjadi pahlawan hanya kalau ia mampu memberikan manfaat untuk orang banyak. Sisi-sisi keilmuan kaum terpelajar adalah pintu-pintu untuk berkontribusi. Persoalannya adalah memilih jalan hidup pahlawan merupakan pilihan penuh risiko. Kesanggupan menanggung risiko adalah ciri kepahlawanan itu sendiri, baik risiko waktu, risiko harta, hingga risiko kematian demi pilihan mulia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: