LHC : Mesin Eksperimen Terbesar di Dunia


Oleh:L.T. Handoko

Segenap komunitas fisika energi tinggi menanti aktifasi awal mesin akselerator terbesar yang pernah dibuat umat manusia pada pertengahan tahun 2007. Akselerator dengan nama LHC (Large Hadron Collider) ini, sesuai dengan namanya, benar-benar berdimensi super raksasa. Yaitu berupa terowongan melingkar sepanjang 27 km pada kedalaman 50-175 meter di bawah tanah di perbatasan Swiss dan Perancis. Di antara akselerator dibangun 4 buah detektor (ditandai dengan lingkaran pada ganbar 1) dengan berbagai tujuan berbeda yang masing-masing memiliki diameter 5 kali tinggi orang dewasa. Dibangun sejak awal 1980 di kawasan pusat penelitian fisika energi tinggi CERN milik Uni Eropa, LHC merupakan hasil kolaborasi ribuan ilmuwan dari 43 negara dengan berbagai disiplin ilmu. Sehingga tak pelak, mesin raksasa ini ditahbiskan (ditandai dengan lingkaran di gambar 1) sebagai eksperimen terbesar dan termahal di dunia saat ini.

LHC ditujukan untuk mencari partikel hipotetik yaitu partikel Higgs serta partikel baru lainnya selain yang telah diketahui dan diprediksi oleh teori Model Standar selama ini. Partikel Higgs ini merupakan satu-satunya partikel yang belum ditemukan dan diprediksi oleh trio Higgs-Brout-Engler pada tahun 70-an. Akibat proses produksi partikel Higgs memiliki probabilitas yang kecil, diperlukan akselerator dengan kemampun ekstra semacam LHC. LHC memiliki kemampuan memproduksi partikel dengan pusat massa sampai dengan 14 TeV (tera-electronvolt), yang merupakan hasil tumbukan antara proton dan positron dengan energi masing-masing 7 TeV. TeV merupakan satuan yang menunjukkan energi, 1 TeV setara dengan energi seekor nyamuk yang terbang. Namun ukuran proton hanya seper-triliun nyamuk. Sebuah proton dalam satu berkas akan berputar mengelilingi akselerator dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya sebanyak 11.245 putaran per-detik selama 10 jam. Sehingga total proton tersebut akan berjalan sejauh 10 milyar kilometer, lebih kurang setara dengan perjalanan ke Neptunus pulang pergi.

Sumber: http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1161207461&14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: