Banjir, menulis kembali


Musibah banjir yang menggenangi sebagian besar wilayah Jakarta tak pelak berpengaruh terhadap aktivitas saya menulis dan mengelola blog ini. Maklum, untuk mengelola blog saya mengandalkan akses internet dari kantor. Sementara kantor saya adalah salah satu daerah yang terparah dilanda banjir awal Pebruari yang lalu. Akibatnya tidak saja akses internet yang sempat terhenti, tetapi juga aktivitas rutin kantor menjadi terhambat. Bahkan sampai saat ini gedung tempat saya bekerja belum berfungsi secara baik karena jaringan listriknya terganggu pada saat teremdam banjir. Terpaksa untuk melakukan aktivitas sehari-hari saya lakukan di tempat orang lain alias mengungsi untuk sementara waktu.

Ternyata mengungsi juga bukan perkara yang mudah untuk dilakukan. Saya menempati teritorial orang lain yang tentu saja secara psikologis akan menimbulkan suasana yang berbeda, ada perasaan tidak nyaman, paling tidak bila dibandingkan dengan ruangan sendiri. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana susahnya saudara-saudara kita yang harus mengungsi meninggalkan rumah tinggalnya untuk waktu yang tidak ditentukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: