Ekonomi rumah tangga


“Allah akan memberikan rahmah kepadaseseorang secara halal, membelanjakan dengan sederhana dan dapat menabung (menyisihkan kelebihan) untuk menghadapi hari fakirnya dan membutuhkannya” (Muttafaqqun alaih)

Hadits di atas adalah pedoman sederhana bagaimana mengatur anggaran rumah tangga, baik pada tingkat individu, keluarga, yayasan, lembaga, organisasi, pemerintah sampai negara.

Pertama, berusaha mencari penghidupan yang halal. Kedua, membelanjakan secara sederhana. Ketiga, menabung untuk menghadapi keadaan sulit atau situasi yang tidak menyenangkan.

Ini adalah ajaran ekonomi yang agung, tanpa teori yang muluk-muluk, mudah dan bisa dikerjakan oleh siapapun. Insya Allah seseorang atau sekelompok orang tidak akan jatuh ke dalam kehancuran (krisis ekonomi), jika prinsip-prinsip sederhana tersebut dilaksanakan. Krisis ekonomi yang saat ini terjadi akibat pelanggaran prinsip-prinsip tersebut, dari tingkat keluarga negara. Cara mendapatkan sumber ekonomi tidak dengan cara yang halal, terjadi pemborosan besar-besaran dalam pembelanjaan, dan tidak memiliki tabungan (saving) yang memadai untuk hari depannya. Bukan hanya tidak mampu menabung, malah terjerat utang dari jaman ke jaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: