Penelusuran Informasi Ilmiah


Penelusuran Informasi Ilmiah

Oleh: Budi Nugroho

Pendahuluan

Perubahan dan perkembangan informasi terjadi dengan amat cepat, sebagai akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keterampilan menelusur informasi ilmiah sangat diperlukan baik oleh kalangan industri, akademisi, maupun masyarakat pada umumnya.

Akhir – akhir ini penelusuran informasi menjadi lebih diperlukan dikarenakan adanya ledakan informasi yang semakin hari semakin bertambah banyak. Beragamnya bentuk media penyimpanan informasi khususnya dalam bentuk pangkalan data elektronik (internet, CD-ROM, dan OPAC), memerlukan penguasaan dan pemilihan sumber sumber informasi dengan lebih baik. Pengguna informasi dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuaannya, agar dapat mengumpulkan informasi secara cepat, tepat, efisien sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Makalah ini membahas tentang teknik dan strategi penelusuran informasi dari sumber-sumber informasi yang tersedia di perpustakaan dan internet yang sangat luas dan banyak. Hal yang sangat penting adalah memilih sumber yang terbaik dari berbagai tipe informasi dan metode penelusuran yang paling efektif. Bahkan yang lebih penting lagi adalah mengevaluasi dan menganalisis informasi yang diperoleh.

Teknik dan Strategi Penelusuran Informasi

Pengguna datang ke pusat informasi, perpustakaan, atau clearing house bermaksud untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Masalah atau kebutuhan informasi tersebut tentu saja bervariasi, misalnya masalah yang dihadapi oleh peneliti, tentu tidak sama dengan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dari kalangan industri, dan lain pula dengan kebutuhan informasi bagi penentu kebijakan. Penelusuran informasi merupakan kegiatan untuk menemukan kembali informasi yang pernah ditulis atau didokumentasikan.

Kegunaan Penelusuran Informasi

q Mencegah terjadinya duplikasi penelitian

q Mencegah pemborosan waktu, tenaga dan biaya.

q Mengetahui arah perkembangan ilmu/bidang yang diikuti.

Metode Penelusuran Informasi

Pemilihan cara-cara penelusuran tersebut tergantung kepada kebutuhan yang ingin dipenuhi. Sebagai contoh, apakah diinginkan hasil yang diperoleh dalam waktu singkat, jenis dan cakupan informasi yang diinginkan, serta dana yang disediakan.Pada umumnya, agar diperoleh hasil yang memuaskan, sebaiknya dilakukan penelusuran informasi melalui tiga cara di bawah ini :

q Penelusuran secara manual, yang dilakukan menggunakan bantuan publikasi tercetak, misalnya buku, bibliografi, indeks, abstrak, atau katalog perpustakaan.

q Penelusuran menggunakan pangkalan data elektronik yang dibangun sendiri, (OPAC), atau CD-ROM.

q Penelusuran dengan cara akses langsung ke pangkalan data dalam dan luar negeri melalui jaringan internet.

Langkah-langkah Penelusuran Informasi

q Menentukan secara jelas dan rinci tentang topik yang akan dicari.

q Melengkapi kata kunci atau istilah penting yang sering digunakan, serta padanan katanya, baik di dalam bahasa Inggris, Latin, atau bahasa lainnya.

q Menentukan batasan penelusuran misalnya:

§ Penggunaan hasil penelusuran

§ Rentang waktu pustaka yang diinginkan

§ Bahasa yang dipakai

§ Cakupan geografis yang ingin ditelusur.

§ Bahasa yang digunakan di dalam literatur.

§ Jenis dokumen yang diinginkan.

q Memilih sarana atau alat penelusuran yang sesuai, misalnya daftar katalog, indeks, atau abstrak yang sesuai.

q Mencatat hasil penelusuran berupa sitasi bibliografi yaitu pengarang, judul, data penerbit, tahun terbit, dan jumlah halaman.

q Menemukan lokasi informasi yang telah ditelusur ke tempat penyimpanan dokumen.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Penelusuran Informasi

q Memahami jenis pangkalan data/sumber informasi yang ada maupun yang akan digunakan untuk penelusuran, baik dalam bentuk tercetak maupun digital.

q Tahun dan cakupan bidang yang tersedia.

q Format tampilan yang disediakan dari tiap-tiap pangkalan data.

q Memahami panduan /cara akses pangkalan data, baik melalui kata kunci, indeks subyek, indeks pengarang, dan indeks geografi.

q Khusus pada penelusuran menggunakan komputer, maka penggunaan boolen logic (and, or, not) serta pemenggalan-pemenggalan harus diperhatikan.

Teknik Penelusuran Pangkalan Data PDII – LIPI

Perpustakaan Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilimiah (PDII – LIPI) telah memiliki koleksi pengetahuan terekam yang berupa buku, majalah ilmiah, laporan penelitian, artikel ilmiah, tesis maupun disertasi, dan dokumen-dokumen ilmiah lainnya yang dikelola dalam bentuk perpustakaan.

Semua literatur PDII-LIPI (buku, monografi, tesis, disertasi, makalah seminar, laporan penelitian, abstrak artikel majalah Indonesia, artikel majalah asing, abstrak paten luar negeri dan teknologi tepat guna) terangkum dalam sebuah Sistem Pencarian yang didesain untuk mempermudah pencarian data/literatur dari ratusan ribu data dalam database PDII-LIPI. Kita juga bisa menggunakan bantuan penelusuran boolean opreator. Basis program yang digunakan untuk pengelolaan database PDII menggunakan CDS/ISIS yang tergabung di dalam Jaringan CDS/ISIS di Indonesia.

Pangkalan data PDII – LIPI dapat diakses secara online melalui Online Public Access Catalogue (OPAC) yang ada di perpustakaan PDII – LIPI. Para peminat informasi dapat mengunjungi perpustakaan PDII-LIPI yang beralamat di Jalan Jenderal Gatot Subroto 10, Jakarta 12190. Perpustakaan ini dibuka untuk umum, pada Hari Senin s.d. Sabtu pukul 09.00 – 15.30.

Selain itu, PDII – LIPI juga menyediakan CD ROM pangkalan data yang memuat data bibliografis seluruh literature koleksi perpustakaan. Pangkalan data ini dapat diakses secara offline dari komputer peminat Informasi.

Teknik Penelusuran melalui Search : expert mode

Istilah

Cantuman (record), kumpulan data mengenai sebuah buku, misalnya judul, penulis dan subjeknya.

Pangkalan data bibliografis (bibliographic database), kumuplan cantuman buku

Penelusuran (search), dari kata dasar telusur, yang berarti mencari atau berusaha menemukan Informasi atau data dengan menggunakan catalog, indeks atau komputer. Kalimat Penelusuran adalah satu atau sejumlah kata yang digunakan dalam penelusuran. Temuan adalah hasil dari penelusuran.

Pangkalan data bibliografis PDII – LIPI

PDII-LIPI mempunyai sejumlah pangkalan data bibliografis yang terdiri atas buku, monografi, tesis, disertasi, makalah seminar, laporan penelitian, abstrak artikel majalah Indonesia, artikel majalah asing, abstrak paten luar negeri dan teknologi tepat guna.

Dalam pangkalan data bibliografis PDII – LIPI, hanya ruas-ruas berikut yang diindeks yaitu : JUDUL, PENULIS, NAMA BADAN, NAMA KONFERENSI, JUDUL SERI DAN SUBJEK. Isi ruas diindeks kata demi kata dan angka tidak diindeks, sehingga CO2 diindeks sebagai CO.

Mekanisme Penelusuran oleh komputer adalah sebagai berikut : setelah menerima kalimat Penelusuran, komputer memeriksa setiap cantuman untuk menemukan kata atau istilah yang sama (yang terdapat dalam kalimat Penelusuran) dalam ruas-ruas tersebut di atas. Kata-kata yang ditemukan oleh komputer kadang-kadang tidak memperlihatkan hubungan kontekstual karena kata-kata tersebut terpisah oleh sejumlah kata. Sebagai akibatnya, Penelusuran menghasilkan temuan yang tidak relevan.

Menu Penelusuran

Menu Penelusuran ke pangkalan data terdiri atas tiga pilihan utama, yaitu :

Database Selection

Search & Dispay

Print & Export (hanya digunakan untuk petugas)

Untuk memulai Penelusuran, ikutilah prosedur berikut :

  1. Pilihlah Database Selection

[Daftar nama pangkalan data kemudian muncul]

  1. Pilihlah pangkalan data; kemudian tekanlah Enter

[Menu Search & Display kemudian muncul dan kursor berada pada pilihan pertama, Search : expert mode]

3. Tekanlah Enter

[Kalimat berikut kemudian muncul :

Search : expert mode

search formulation …]

4. Ketiklah kalimat penelusuran; kemudian tekanlah Enter

[Jika Penelusuran menghasilkan temuan, akan muncul kalimat

Set# … Retrieved records …

5. Tekanlah Esc, pilihlah Display last search results; kemudian tekanlah Enter

Jika kalimat penelusuran tidak menghasilkan temuan, kalimat No records retrieved akan muncul. Jika kalimat penelusuran salah, kalimat Syntax error in search formulation! Akan muncul. Untuk memulai penelusuran baru, tekanlah Enter dua kali dan kemudian ketiklah kalimat penelusuran.

Pada waktu mengetik kalimat penelusuran, tombol-tombol berikut dapat digunakan :

F2 : menghapus seluruh kalimat

F6 : menghapus bagian kalimat mulai dari kursor

Home : memindahkan kursor ke awal kalimat

End : memindahkan kursor ke akhir kalimat

Tab : melihat kalimat-kalimat penelusuran sebelumnya

Esc : membatalkan penelusuran dan kembali ke menu

Enter : memulai penelusuran

Penelusuran

Untuk menyusun kalimat penelusuran, ketiklah salah satu atau lebih kata Indonesia atau Inggris. Jangan menggunakan angka atau kata seperti dalam, dari, pada dan terhadap atau padanannya dalam bahasa asing (in, of dan on). Kata sandang asing seperti the, a dan an sebaiknya tidak digunakan.

Karena tajuk subjek (bentuk lain dari deskriptor atau kata kunci) dalam bahasa Inggris digunakan dalam pangkalan data, pemilihan istilah Inggris yang tepat dapat meningkatkan hasil penelusuran.

Penelusuran dengan Operator Boolean (DAN, ATAU, BUKAN)

Operator DAN (dinyatakan dengan *) digunakan untuk menemukan suatu topik dan subtopik. Misalnya, untuk menemukan literatur mengenai kandungan kimia pepaya, ketiklah :

kandungan*kimia*pepaya

atau

chemical*compound*papaya

Operator ATAU (dinyatakan dengan +) digunakan untuk menemukan suatu topik dan sinonimnya. Misalnya, untuk menemukan literatur mengenai alkohol, ketiklah :

alkohol+etanol+(etil*alkohol)

atau

alcohol+ethanol+(ethyl*alcohol)

Operator BUKAN (dinyatakan dengan ^) digunakan untuk menemukan suatu topik tertentu. Misalnya, untuk menemukan literatur tentang pabrik, tetapi bukan pabrik benzen, ketiklah :

pabrik^benzen

Saat ini format pangkalan data PDII – LIPI terdiri atas tiga versi yang berbeda, yaitu versi OPAC DOS (online), versi OPAC WINDOWS INTRANET (online) dan versi OPAC WINDOWS CD ROM (offline). Namun demikian pada dasarnya untuk menggunakan ketiga versi pangkalan data tersebut tidak jauh berbeda. Uraian di atas adalah cara penggunaan OPAC DOS (online), dan dapat digunakan pula untuk kedua versi yang lain dengan sedikit penyesuaian

Teknik Penelusuran Informasi melalui Internet

Perkembangan informasi dan Internet itu sendiri pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya keberlimpahan informasi (information oveload) atau kebingungan masyarakat awam pengguna Internet dalam memilih dan menentukan nilai (value) dari informasi yang mereka temukan di Internet. Selain itu masyarakat awam sangat mungkin memiliki keterbatasan-keterbatasan dalam melakukan penelusuran informasi di Internet. Keterbatasan tersebut mungkin berupa tidak adanya waktu yang cukup untuk melakukan penelusuran secara serius atau karena belum/tidak dimilikinya ketrampilan dalam menelusur informasi di Internet atau karena tidak dimilikinya pengetahuan yang memadai tentang informasi itu sendiri.

Pemanfaatan mesin pencari

Satu-satunya alat atau fasilitas yang dipergunakan untuk mengeksplorasi berbagai data, Informasi, dan pengetahuan yang ada di internet adalah mesin pencari atau yang biasa disebut search engine. Search engine adalah sebuah program yang dapat diakses internet yang berfungsi untuk membantu pengguna Komputer dalam mencari berbagai hal yang ingin diketahuinya. Di internet, terdapat ratusan bahkan ribuan search engine yang dapat diakses secara cuma-cuma karena sifatnya sebagai pintu gerbang bagi para pengguna sebelum memasuki situs (web site) yang diinginkan, banyak yang menyebut search engine sebagai portal (bandingkan dengan fungsi portal di dunia nyata, yang kerap ditemui di pintu masuk ke sebuah kompleks perumahan).

Dari berbagi search engine yang ada, yang paling popular di antaranya adalah Google, Yahoo!, Altavista. Melalui aplikasi browsing seperti semacam Internet Explorer atau Netscape Navigator, ketiga mesin pencari ini dapat diakses melalui alamat http://www.google.com, http://www.yahoo.com, dan http://www.altavista.com.

Anatomi search engine

Setiap search engine pasti memiliki fasilitas tempat para pemakai internet (netter) dapat mengetikkan kata kunci yang akan menjadi referensi pencarian. Jika tombol search dipilih, aplikasi search engine akan mencari di seluruh komputer yang terhubung ke internet, berbagai jenis data baik dalam bentuk dokumen, gambar, audio, maupun video.

Search engine akan menampilkan link (alamat) keseluruhan situs yang berhubungan dengan hasil dari pencarian terhadap kata tersebut. Seorang netter tinggal mengklik salah satu link yang ada dapat mengakses dokumen yang dimaksud.

Sebagai catatan, tidak semua search engine hasilnya akan langsung mengarah ke situs yang bersangkutan. Yahoo! misalnya, memiliki hasil keseluruhan situs yang ada digolongkan dahulu menjadi beberapa kategori (sistem indeks). Sistem kategori ini dipergunakan untuk membantu netter dalam menentukan informasi yang paling relevan dengan yang diinginkannya.

Teknik menyaring informasi yang relevan

Sedemikian banyaknya kuantitas informasi yang terdapt di internet menyebabkan terjadinya fenomena ’information overloaded” – banjir informasi yang tidak terkendali-. Ada dua teknik dasar yang biasa dipergunakan, yaitu menggunakan simbol-simbol matematika dan simbol-simbol boolean.

Filterisasi dengan simbol matematika

Simbol pertama yang sangat berguna untuk dipakai adalah tanda plus (+). Tanda plus dipergunakan jika seorang netter ingin mencari berbagai dokumen dengan kata kunci lebih dari satu. Mesin pencari jika menemukan format semacam ini akan mencari berbagai sumber dokumen maupun artikel yang ada di seluruh internet yang didalamnya terdapat kata tersebut. Jika terdapat sebuah dokumen yang mengandung salah satu atau dua kata yang ada, yang bersangkutan akan ditampilkan.

Dari hasil pencarian melalui search engine Google terlihat bagaimana hasil terlihat lebih fokus menuju apa yang diinginkan. Simbol “+” ini dapat dipergunakan sebanyak-banyaknya, karena prinsip yang kerap dipergunakan dalam melakukan searching adalah bahwa semakin spesifik yang dicari (semakin banyak tanda “+”) akan semakin baik, karena search engine akan lebih fokus melakukan pencarian.

Simbol lainnya yang sering digunakan mendampingi tanda “+” adalah simbol “-”. Untuk mudahnya, simbol tersebut dapat dibaca sebagai kecuali.

Satu simbol lagi yang kerap dipakai mendampingi plus dan minus adalah simbol multiplikasi yang dipresentasikan dengan tanda kutip (”). Simbol ini dapat membantu netter untuk semakin memperkecil dan memfokuskan pencarian ke hal yang benar-benar diinginkan. Tanda kutip berarti memerintahkan search engine untuk mencari dokumen atau informasi yang mengandung teks persis seperti yang ada di dalam tanda kutip terkait.

Ketiga simbol matematika tersebut jika digabungkan akan menjadi alat pencari yang ampuh. Ada satu hal yang patut dicatat sehubungan dengan teknik pencarian jika netter menggunakan tanda spasi yang memisahkan antara kata-kata yang ada, spasi tersebut dapat dibaca sebagai ”atau”.

9 Responses to Penelusuran Informasi Ilmiah

  1. Zen says:

    salam kenal

  2. Budi Nugroho says:

    salam kenal juga. mudah-mudahan kita bisa bertukar pengetahuan melalui blog ini.

  3. Herry says:

    Mas, Salam kenal
    Saya mo nanya, mas punya manual winisis berbahasa Indonesia?
    Kalo ada saya sangat pengin memilikinya. Thanks

  4. raihan says:

    Mas Salam kenal
    Saya mau nanya, mode penelusuran ada berapa ? dan apa kelebihan dan kekurangan indeks dan freeteks. Thanks

  5. Budi Nugroho says:

    #herry: manual winisis berbahasa indonesia telah tersedia di pdii lipi, informasi lebih lanjut silakan klik http://www.pdii.lipi.go.id/index.php/2008/02/05/winisis-15/

    #raihan: yang saya bahas di tulisan ini masih bersifat umum, mode penelusuran biasanya terbagi menjadi penelusuran cepat (quick search) dan penelusuran lanjut (advanced search). sistem indeks dalam sistem temu kembali akan meningkatkan akurasi hasil temuannya, karena menggunakan daftar istilah terkendali (thesaurus) yang biasa digunakan dalam ilmu perpustakaan. namun kelemahannya tidak semua pengguna cukup familier dengan daftar istilah terkendali, sehingga mereka lebih suka menggunakan kata kunci bebas (free keyword). tentu saja hasil penelusurannya akan sangat luas.

  6. icha says:

    data ini valid apa tidak?daftar pustakanya mana??ngga’ bisa jadi bahan diskusi dikampus. ngga’ bisa diterima loq ngga’ ada refrensinya

  7. Budi Nugroho says:

    #icha: terima kasih atas kunjungannya. artikel ini memang tidak mencantumkan referensi. namanya juga blog, isinya ya bermacam-macam. saya tidak tahu, apakah artikel di blog pribadi dapat dijadikan referensi ilmiah. hal itu bergantung kepada kebijakan kampus masing-masing. bila anda berminat mengutip isi dari artikel ini untuk kepentingan studi, silakan saja. semoga sukses studinya.

  8. fanny says:

    nas,salam kenal. saya mau tanya pd bagian Menentukan batasan penelusuran dalam langkah-langkah penelusuran itu teorinya ssiapa ya mas?

    trima ksh…

  9. winda wijayanti says:

    slam kenal mas,, saya ada tugas bikin laporan kerja lapangan. di surat kabar mengenai penelusuran informasi jg. disana penelusuran info nya menggunakan internet berbasis database. judul laporan saya itu proses penelusuran informasi di harian umum.. menurut mas,, untuk di tinjauan pustaka nya saya hrus mencantumkan apa sja? saya msih sdkit bingung,, mohon di blas ya. mksh sblm nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: