Graf jaringan sitasi paten, bisakah dimanfaatkan untuk pengklasifikasian?

18/03/2017

Pembahasan mengenai informasi paten akan selalu menarik sebab dalam dokumen paten terkandung informasi hasil penelitian termutakhir. Dokumen paten memiliki keunikan yaitu bahwa setiap paten mencantumkan paten lainnya sebagai referensi. Sebuah paten hampir dipastikan menyitir dokumen paten lainnya. Sebagai contoh paten US, bagian referensi ini dicantumkan dalam dokumen paten sebagai References Cited. Informasi sitasi paten ini dapat digambarkan sebagai graf dengan node nomor paten dan edge sitasi di antara mereka. Paten dikelompokkan atau diklasifikasikan ke dalam klasifikasi yang telah ditentukan oleh kantor paten. Dengan mengeksploitasi graf jaringan sitasi paten, tentunya menarik jika bisa dimanfaatkan untuk membantu pengklasifikasian dokumen paten.


Pertukaran budaya di paguyuban warga Kurokami

17/03/2017

Setelah tinggal beberapa waktu lamanya di wilayah Kurokami, saya mengetahui ternyata masyarakat Jepang, khususnya yang tinggal di wilayah Kurokami, Cuo-ku, mempunyai aktivitas rutin pertemuan antar warga. Pertemuan tersebut dilaksanakan di sebuah gedung milik warga bersama, semacam gedung RW kalau di tanah air. Warga Kurokami ramah dan bersahabat, termasuk dengan warga asing. Beberapa kali, saya dan keluarga mengikuti acara mereka dan mengenal budaya dan adat istiadat setempat. Mereka mengenalkan aneka permainan tradisional kepada warga pribumi dan warga asing. Suasananya cukup menyenangkan. Bagi warga asing, hal ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana mengenalkan budayanya juga. Hari Sabtu besok, mereka akan mengadakan pertemuan dan lagi-lagi mengundang kami sekeluarga untuk hadir dan meramaikan. Seperti ini undangannya.


Kelas bahasa Jepang untuk murid internasional di SD Kurokami

16/03/2017

Setiap anak harus mengikuti tahapan pendidikan dasar di Kumamoto, tanpa kecuali, termasuk anak-anak saya, meski orang asing, tetap diwajibkan bersekolah. Pada awalnya, mengikuti sistem pendidikan di sini agak sulit mengingat perbedaan sistem dan budaya, terutama bahasa. Di SD Kurokami, tempat anak-anak saya bersekolah, murid-murid asing mendapatkan kelas khusus bahasa Jepang agar bisa dengan mudah mengikuti pelajaran. Karena lokasi sekolah ini dekat dengan kampus Kumadai yang banyak mahasiswa internasionalnya, maka banyak juga murid-murid asing yang merupakan anak-anak dari mahasiswa tersebut. Pemerintah Kota Kumamoto mempunyai kebijakan mengajarkan bahasa Jepang secara khusus bagi murid-murid asing dari tingkatan SD hingga SMP. Di SD Kurokami sendiri, setiap anak mendapatkan pelajaran privat bahasa Jepang dengan frekuensi pertemuan 2-3 kali seminggu. Alhamdulillah setelah lebih dari setahun bersekolah, anak-anak telah lancar baca dan tulis aksara Jepang dan tentunya berbicara. Di kelas bahasa Jepang, setiap siswa membuat profil ringkas dirinya disertasi foto. Seperti di bawah ini.


Banyak boneka, rupanya sedang merayakan Hinamatsuri (雛祭り Hina-matsuri)

15/03/2017

Awal bulan Maret ini saya bersama keluarga pergi ke area Shimotori, Kumamoto, untuk sekedar jalan-jalan setelah sepekan beraktivitas di kampus, sekolah dan rumah. Seperti biasa, area Shimotori selalu ramai orang. Area ini adalah salah satu spot masyarakat Kumamoto untuk berkumpul dan bercengkerama. Ada sesuatu yang tidak biasa ketika itu, yaitu di sepanjang area Shimotori berjajar anjungan yang didominasi warna merah dan menarik banyak perhatian. Rupanya di sana ditampilkan berbagai macam boneka tradisional Jepang dengan berbagai aksesorisnya. Gelaran ini merupakan agenda rutin dalam rangka merayakan Hinamatsuri (雛祭り Hina-matsuri) atau Hari Boneka. Lucu dan menarik juga ya. Ini salah satu jajaran boneka yang sempat saya foto.


Pangkas pohon: persiapan menyambut musim semi

14/03/2017

Musim dingin yang cukup panjang di Kumamoto sebentar lagi akan berakhir. Pada bulan maret ini biasanya mulai musim pancaroba, atau pergantian musin, yaitu dari musim dingin ke musim semi. Selama musim gugur dan musim dingin, kebanyakan pepohonan menggugurkan daunnya dan hanya menyisakan batang dan ranting saja. Hal yang menarik adalah menjelang musim semi ini, pemerintah setempat nampak bersiap-siap dalam merapikan penampilan kotanya. Salah satunya adalah memangkas batang dan ranting pohon agar ketika bunga dan daunnya bersemi kelak, tampak indah dan rapi. Seperti salah satu sudut pepohonan perindang jalan di bawah ini. Aktivitas pemangkasan ini dilakukan di hampir seluruh wilayah kota, sehingga bila tiba waktunya semua akan nampak indah bersemi.


Ucapan terima kasih dari ananda Naila

13/03/2017

Menjelang tahun ajaran baru di Jepang, para guru kelas mengundang orang tua untuk mendengarkan laporan kemajuan belajar murid-muridnya. Tak terkecuali di SD Kurokami, Kumamoto-Jepang, tempat ananda Naila belajar. Saat ini ananda Naila hampir menyelesaikan belajar di kelas 2 dan sebentar lagi pada bulan April 2017 yang akan datang, insyaallah mulai belajar di kelas 3. Pada pertemuan orang tua dan guru beberapa waktu yang lalu, guru kelas 2-3, Taguchi Sensei menyampaikan laporan kemajuan proses belajar mengajari di kelasnya. Beliau memutarkan video kegiatan murid-murid yang memperlihatkan bagaimana para murid menikmati proses pembelajaran. Setelah sesi tanya jawab, Sensei menyampaikan bahwa setiap murid diberi tugas untuk menulis ucapan terima kasih kepada orang tua masing-masing dan diberikan setelah usai sekolah. Meski murid asing, ananda Naila tak mau kalah dengan murid pribumi lainnya, dia pun menuliskan ucapan terima kasihnya seperti di bawah ini. Tentunya dalam bahasa dan aksara Jepang. Terima kasih ananda Naila…


Ngaji bareng FPK Kurume

12/03/2017

Pagi ini, menyusuri mulusnya jalanan Kyushu Highway, saya berkesempatan menghadiri acara pengajian rutin yang dilaksanakan oleh Forum Pengajian Kenshusei (FPK) Kurume. Saya bersyukur sekali bisa hadir dan turut menimba ilmu dari kajian yang disampaikan oleh ust. Andi Hermawan dari Fukuoka. Pengajian kali ini cukup spesial sebab bertepatan dengan perpisahan beberapa orang senpai kenshusei yang akan pulang ke tanah air (selesai magang). Kebersamaan selama lebih kurang tiga tahun memberikan kesan mendalam bagi sesama anggota FPK.

Dalam kesempatan ini, ust. Andi memaparkan mengenai kelebihan agama Islam sebagai nikmat yang diberikan Allah swt kepada kita sebagai ummat Islam. Allah swt menamakan langsung agama Islam dan pemeluknya.

Semoga acara pengajian seperti ini bisa terus berlangsung dan diminati oleh peserta semuanya. Amin ya robbal alamin.


%d bloggers like this: