Visualisasi kata kunci pencarian menggunakan wordcloud

15/06/2017

Untuk mendapatkan informasi dari internet, kita sering menggunakan mesin pencari semacam Google ataupun Yahoo!. Dengan sangat mudah, kita memasukkan daftar istilah atau kata kunci yang terkait dengan informasi yang kita inginkan di dalam kolom pencarian. Bagi pengelola website atau blog, catatan mengenai kata kunci yang digunakan pengunjung website atau blognya tersebut sangat penting untuk menyesuaikan atau meningkatkan kunjungan. Daftar kata kunci tersebut dapat kita visualisasikan dengan menggunakan tampilan wordcloud.

Dalam bahasa pemrograman R, hal ini sangat mudah dilakukan dengan memanfaatkan paket “wordcloud“. Contoh dibawah ini adalah visualisasi kata kunci pencarian yang digunakan pengunjung terhadap blog saya ini.

Tahap awal, saya mengunduh data searchterms yang disediakan oleh WordPress di fitur Stat di Dashoboard saya. Data ini dalam format csv dan merupakan tabel frekuensi dari kata kunci pencarian. Lalu saya muat data ini di sesi pemrograman R.

# memuat library “wordcloud” dan “gridExtra”
> library(wordcloud)

> library(gridExtra)

#memuat data kata kunci pencarian
> searchterms <- read.csv(“searchterms.csv”)

> str(searchterms)

> names(searchterms) <- c(“terms”,”n”) #menampilkan 6 data teratas

> a <- head(searchterms)

> grid.table(a)#menampilkan tabel sebagai gambar

#menampilkan plot wordcloud
> wordcloud(words = searchterms$terms, freq = searchterms$n, min.freq = 1)

Demikian cara sederhana membuat visualisasi wordcloud dengan bahasa pemrograman R.


Pengalaman melatih anak berjalan

14/06/2017

Salah satu artikel mengenai tumbuh kembang anak, khususnya tahapan berlatih berjalan, adalah artikel yang banyak dicari dan ditemukan pembaca dari mesin mencari Google atau Yahoo!. Artikel ini berjudul Beberapa pendapat tentang Baby Walker yang saya posting kira-kira 10 tahun yang lalu, pada saat anak pertama saya berlatih berjalan di usia kurang dari setahun. Menarik sekali membaca komentar dari para pembaca mengenai pengalaman mereka menggunakan atau tidak menggunakan alat baby walker untuk melatih anaknya berjalan. Masing-masing punya pengalaman unik dan layak untuk dibagikan. Dan tentunya kasus demi kasus tidak dapat digeneralisir, sebagaimana yang harus dipahami setiap anak adalah individu yang unik, mereka mempunyai kecenderungan dan kelebihannya masing-masing.

Saya ingin berbagi pengalaman lagi tentang tumbuh kembang anak ketiga saya yang alhamdulillah dipercayakan lagi oleh Allah swt. Anak saya lahir tahun 2015, jadi kini usianya hampir dua tahun. Alhamdulillah pada usia kira-kira satu tahun telah lancar berjalan. Yang menarik adalah kemampuan belajar berjalan ini saya perhatikan dipengaruhi juga oleh lingkungan. Sebagai informasi, selama hampir dua tahun terakhir ini, kami tinggal di Jepang dan menempati apartemen bergaya tradisional Jepang. Ruangan didesain ramah anak dengan material yang tidak keras dan membahayakan. Seperti yang mungkin sering kita lihat di rumah Nobita dalam serial kartun Doraemon, lantai apartemen kami dialasi oleh lantai tradisional Jepang yang disebut dengan “tatami”. Tatami ini semacam tikar dari bahan mendong kalau di tanah air, tetapi didalamnya ada semacam bingkai sehingga terlihat lebih tebal. Nah, material ini ternyata cukup empuk dan hangat di musim dingin, serta sejuk di musim panas. Tatami berfungsi seperti matras empuk bagi yang sering berolahraga bela diri di gymnasium, sehingga waktu badan jatuh ke lantai, tidak akan terlalu sakit ataupun menyebabkan cedera. Rupanya kondisi ini yang mendorong anak ketiga saya untuk berlatih berjalan dengan terus menerus. Dan hampir saya tidak membantunya dengan mentetah, sebab dia belajar sendiri, jatuh bangun dan tidak merasakan sakit atau bahaya. Alhamdulillah latihan berjalannya lancar dan sukses.

Ini sekedar pengalaman saya mengenai melatih anak berjalan. Mungkin sedikit berbeda bila di tanah air, mengingat kondisi rumah kita sangat berbeda dengan rumah tradisional Jepang. Tapi yang penting kita selalu mendukung anak kita dan tidak jemu-jemu melatih dan mendampinginya.


Kelas berenang musim panas

14/06/2017

Hari ini adalah permulaan dimulainya kelas berenang bagi pada murid di SD Kurokami. Dari semalam, ananda Nabil dan Naila telah sibuk mempersiapkan berbagai peralatan berenangnya, mulai dari baju renang, penutup kepala, kacamata renang hingga tas khusus berenang. Ya, musim panas adalah saat yang dinantikan anak-anak untuk mengikuti kelas berenang.

Menariknya, kelas ini dilakukan di dalam kompleks sekolah sendiri. Ini berbeda dengan dahulu ketika bersekolah di tanah air, kelas berenang dilakukan di luar sekolah dengan menyewa kolam renang umum. Di Jepang, sarana dan prasarana olahraga merupakan bagian utama pendukung program pendidikan. Oleh sebab itu, pemerintah setempat sangat memperhatikan masalah ini. Sarana dan prasarana olahraga terbilang sangat lengkap untuk ukuran tingkat sekolah dasar. Mereka menyediakan gymnasium, lapangan bola, dan tentunya kolam renang sendiri. Para murid disibukkan dengan aktivitas olahraga di dalam lingkungan sekolah. Kelas berenang sendiri dilakukan cukup intens dengan frekuensi tiga kali seminggu.

Meski masih di bulan Ramadhan dan turut melaksanakan ibadah puasa, anak-anak tampak gembira dan antusias mengikuti kelas berenang ini. Semoga lancar puasanya nak dan tetap sehat bugar.

Ganbatte mas Nabil dan kaka Naila…!!!


Buka puasa bersama di negeri orang

13/06/2017

Bersama Jamaah Masjid Kumamoto

Ramadhan tahun ini adalah ramadhan kedua yang saya jalani bersama keluarga di negeri orang, yaitu di Kumamoto, Jepang. Sama dengan tahun lalu, kaum muslimin di Kumamoto menjalani ibadah puasa di musim panas yang waktu siangnya lebih panjang dari waktu malamnya. Rata-rata kami berpuasa 16 jam sehari, dibandingkan dengan di tanah air yang rata-rata 12 jam waktu puasa, di sini terasa lebih lama sedikit. Alhamdulillah kami sekeluarga mulai terbiasa menjalani ibadah puasa di musim panas.

Seperti di tanah air, rupanya kaum muslimin di sini juga mempunyai tradisi melaksanakan ifthar jama’i atau yang lebih kita kenal dengan buka puasa bersama, disingkat bukber. Berbagai macam komunitas berkumpul di masjid Kumamoto, berdoa bersama dan berbuka dengan berbagai hidangan yang dimasak langsung di kitchen masjid. Acara bukber ini selain sebagai ajang silaturahim sesama muslim juga merupakan sarana syiar islam di negeri yang muslimnya masih minoritas seperti di Jepang ini. Kami mengundang kawan-kawan mahasiswa Jepang dan mahasiswa internasional lainnya. Untuk sekedar menikmati hidangan buka puasa ala muslim dan mengenalkan mereka dengan kebudayaan dan ajaran islam. Kami berharap sebagian dari mereka mendapatnya hidayah dari Allah swt.

Bukber Fumiku dan PPIJ Kumamoto

Khusus untuk warga muslim Indonesia di Kumamoto, tak ketinggalan menggelar bukber yang disponsori oleh paguyuban Fumiku (Forum Masyarakat Indonesia di Kumamoto) dan PPIJ Kumamoto. Senang sekali bisa hadir dalam bukber masyarakat Indonesia, setidaknya menemukan obat kangen berbagai masakan Indonesia.

Bersama Forum Namura Danchi, Imari-Saga

Saya juga dalam berkesempatan menghadiri undangan bukber sekaligus pengajian dari teman-teman pekerja magang di Jepang, yang lebih dikenal dengan sebutan “kenshusei”. Di antaranya di Namura Danchi, Imari-Saga, dan di Kurume-Fukuoka.

Semoga Allah swt melimpahkan keberkahannya bagi kita semua. Amin ya robbal alamin.


Menggapai amal terbaik

31/05/2017

Suatu ketika Iskandar Zulkarnain memimpin tentaranya menyeberangi sungai tengah malam yang gelap gulita. Ia memerintahkan pasukannya untuk mengambil apa saja yang terinjak di dasar sungai. Maka mereka terbagi ke dalam tiga golongan. Golongan pertama, mereka yang mengabaikan perintah sehingga tidak mengambil sesuatu apapun yang terinjak di dasar sungai. Golongan kedua, mereka yang mengambil sesuatu yang terinjak dengan malas hanya agar gugur kewajiban melaksanakan perintah. Dan golongan ketiga, mereka yang bersemangat melaksanakan mengambil apa saja dan memenuhui kantong. Keesokan harinya Iskandar Zulkarnain menanyakan apa yang mereka dapatkan dalam kantong-kantong mereka. Ternyata apa saja sesuatu yang terinjak di dasar sungai itu adalah intan berlian yang berkilauan. Maka golongan pertama sangat menyesal mengapa mengabaikan perintah sehingga tidak mendapatkan sesuatu apapun. Golongan kedua sedikit senang dan menyesal mengapa hanya mengambil sedikit, mereka malas dan hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja. Adapun golongan ketiga sangat senang dan puas, mereka mendapati kantong-kantong nya penuh dengan intan berlian. Inilah ganjaran bagi orang yang bersungguh dalam menjalankan perintah.

Dari kisah di atas, terkandung hikmah dan pelajaran bagi kita dalam mengisi bulan Ramadhan ini. Allah swt melalui Rasulullah saw telah menginformasikan dalam keutamaan bulan ramadhan kepada kita. “Man shama ramadhana imaanan wa ihtisaban, ghufirallahu ma taqadama min dzanbihi”. Begitu banyak pahala yg disediakan. Tinggal kita mau atau tidak memungut karunia yang ditebarkan. Bulan penuh dengan rahmat, ampunan dan keberkahan serta dijauhkan dari api neraka. Jangan hanya mau seperti golongan pertama dan kedua yang menyesal di kemudian hari.

Amalan Ramadhan ini sesungguhnya sangat penting bagi kita. Ingat kita di dunia ini hanya seperti pengembara, yang hanya tinggal sementara tidak menetap. Asal muasal kita adalah negeri yang kekal yaitu surga tempa pertama kali bapak manusia, Nabi Adam as tinggal. Ke sanalah kita akan kembali. Mari kita mengumpulkan bekal. Bekal yang terbaik. Fa inna khairaz zadit taqwa. Sebaik baik bekal adalah taqwa. Taqwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi seluruh larangannya.

Read the rest of this entry »


Mengakses MySQL melalui R

30/05/2017

Dalam kegiatan penelitian yang menggunakan dataset berukuran besar, terkadang lebih lebih memudahkan bila kita memanfaatkan aplikasi pengelola pangkalan data (database management application), termasuk bila kita menggunakan bahasa R sebagai bahasa pemrograman. Menghubungkan pangkalan data MySQL dalam lingkungan R dapat dilakukan secara mudah dengan menggunakan paket RMySQL. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memasang paket tersebut dan memuatnya dalam sesi pemrograman kita, seperti contoh berikut:

install.packages(“RMySQL)
library(RMySQL)

Langkah berikutnya adalah menghubungkan R dengan MySQL:

dbhubung <- dbConnect(MySQL(), user=’pengguna’, password=’katasandi’, dbname=’nama_pangkalan_data’, host=’nama_server’)

Sekarang kita bisa melihat daftar tabel dan ruas yang ada dalam pangkalan data. Perintah yang dilakukan adalah dbListTable() dan dbListFields.

dbListTables(dbhubung)

Perintah ini akan menampilkan daftar tabel yang kita punya dari pangkalan data MySQL.

dbListFields(dbhubung, ‘nama_tabel’)

Perintah ini akan menampilkan daftar ruas yang kita punya dari tabel dalam pangkalan data MySQL.

Untuk melakukan kueri, kita menggunakan fungsi dbSendQuery().

dbSendQuery(dbhubung, ‘drop table if exists nama_table, nama_tabel_lain’)

Paket RMySQL dapat menjalankan kueri SQL apa saja sebagaimana yang dijalankan di MySQL sendiri.

Bekerja dalam lingkungan R, kita sering menggunak data frame sebagai format data. Bila kita ingin menambahkan tabel dari data frame yang kita miliki, RMySQL menyediakan fungsi dbWriteTable().

dbWriteTable(dbhubung, name=’nama_tabel_baru’, value = nama.data.frame)

Setelah kita berhasil terhubung dengan pangkalan data MySQL kita, kita dapat melalukan apapun yang kita ingin lakukan terhadap dataset yang tersimpan didalamnya. Untuk temu kembali data dari MySQL, kita perlu menyimpan hasil kueri sebagai objek dalam lingkungan R, seperti contoh berikut.

contohkueri <- dbSendQuery(dbhubung, “select * from nama_tabel”)

Hasil dari kueri ini masih tersimpan dalam server MySQL, oleh sebab itu untuk mengaksesnya dalam lingkungan R, kita perlu menjalankan fungsi fetch.

contohkueri <- fetch(contohkueri, n=-1)

Fungsi ini menyimpan hasil kueri sebagai objek data frame. n menunjukkan jumlah rekord yang ditemukan, sedangkan n = -1 berarti menyimpan semua temuan kueri.


Kalender baru pengelolaan sampah di Kumamoto

10/05/2017

Jepang adalah salah satu negeri yang terkenal dengan sistem pengelolaan sampahnya, di seluruh pelosok negeri menerapkan dengan disiplin, termasuk di Kumamoto. Pemerintah kota membuat regulasi yang sangat ketat dalam pemilahan dan pembuangan berbagai jenis sampah. Hal ini diperkuat dengan sistem denda yang besar bagi warga yang melanggar aturan pembuangan sampah. Di sisi lain, mereka juga menyedikan informasi yang terjamin keabsahannya dalam sistem pengelolaan sampah kota. Salah satu informasi yang sangat penting adalah diterbitkannya kalender pengelolaan sampah.

Pada bulan Mei dinas pengelolaan sampah mengeluarkan kalender baru yang dikirimkan ke setiap alamat warganya, tak terkecuali warga asing pun turut menerima pula. Dalam kalender tersebut tercantum jadwal-jadwal pembuangan sampah berbagai tipe. Untuk memudahkan warga, terutama warga asing yang tidak bisa membaca kanji, mereka mencetak info grafis yang mudah dipahami. Misalnya gambar api menyala-nyala warna merah, untuk sampah tipe burnable=bisa dibakar. Gambar botol polietilen (PET) berwarna hijau untuk sampah tipe botol PET bekas minuman, dan seterusnya. Setiap tipe sampah sudah ditentukan harinya kapan boleh dibuang, jangan sekali-kali membuang sampah tidak pada jadwalnya, sebab selain sudah pasti tidak akan diangkut oleh dinas kebersihan juga akan mendapat peringatan. Dan bila sedang apes, salah-salah bisa kena denda yang jumlah nya tidak sedikit. Sepertinya sistem pengelolaan sampah ini bisa diadaptasi di tanah air. Semoga…


%d bloggers like this: