Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoensia (LIPI), Danny Hilman menilai gempa berkekuatan 7,2 skala Richter yang menggoyang Mentawai, Sumatera Barat, pada 25 Oktober lalu dan disusul gelombang tsunami di luar prediksi.
Gempa tersebut memiliki hentakan yang pelan sehingga mengakibatkan gelombang tsunami tidak terbaca.
“Kalau gempa bisa itu hentakannya keras tapi gerakannya lebih pendek, tapi karena pelan gelombang tsunami tidak terbaca. Ternyata sangat besar,” ujar Danny, saat jumpa pers di kantor UKP4, Jakarta, Jumat (19/11/2010).
Posted by Budi Nugroho 
