Pemetaan pikiran menggunakan metode curah gagasan

11/11/2011

Pemetaan pikiran menggunakan teknik curah gagasan dengan menggunakan kata kunci bebas, simbol, gambar, dan melukiskannya secara kesatuan di sekitar Tema Utama seperti pohon dengan akar , ranting, dan daun-daunnya. Tahap pertama setelah tema ditentukan dan kata kunci hasil curah gagasan dituliskan, dilukis, dan ditandai dengan warna atau simbol tertentu adalah menyusun ulang kata kunci tersebut. Kemudian proses curah gagasan diteruskan kembali secara bebas. Kata kunci yang digunakan disarankan hanya satu kata tunggal.-klik disini untuk link sumber-

Tony Buzan mengusulkan menggunakan struktur dasar Pemetaan Pikiran sebagai berikut :

  1. Mulai dari tengah dengan gambar Tema, gunakan minimal 3 warna.
  2. Gunakan gambar, simbol, kode, dan dimensi diseluruh Peta Pikiran yang dibuat.
  3. Pilih kata kunci dan tulis dengan huruf besar atau kecil .
  4. Tiap kata/gambar harus sendiri dan mempunyai garis sendiri.
  5. Garis-garis itu saling dikaitkan, mulai dari tengah yaitu gambar Tema Utama. Garis bagian tengah tebal, organis, dan mengalir dari pusat keluar, menjulur seperti akar, atau pancaran cahaya.
  6. Buat garis sama panjangnya dengan gambar/kata.
  7. Gunakan warna – kode rahasia sendiri di peta pikiran yang dibuat.
  8. Kembangkan gaya penuturan, penekanan tertentu, dan penampilan khas di Peta Pikiran yang dibuat. Jadi peta pikiran setiap orang tidak harus sama, meskipun tema yang dibahas sama.
  9. Gunakan kaidah asosiasi di peta pikiran yang dibuat.
  10. Biarkan peta pikiran itu jelas, menggunakan hirarki yang runtun, urutan yang jelas dengan jangkauan sampai ke cabang-cabang paling ujung.

Dengan cara yang lebih bebas, warna-warni, dan gambar, pemetaan pikiran menjadi berbeda dengan metode curah gagasan yang sudah dikenal luas. Hasilnya bisa mencengangkan karena dapat menemukan solusi inovatif untuk suatu Tema Utama yang menjadi fokus perhatian.

Dalam sesi hari ini kita akan mencoba mengekspolarasi pengetahuan dan pemahaman kita mengenai penelusuran informasi.


Pentingnya menggunakan barang-barang berstandar

20/07/2011

Pagi ini saya mengalami dua peristiwa yang cukup membuat saya tersadar mengenai pentingnya menggunakan barang-barang berstandar. Yang pertama adalah ketika tiba-tiba stop kontak mengeluarkan asap dan bunga api. Alhamdulillah sekering listrik di rumah berfungsi dengan baik, sehingga kejadian tersebut tidak menimbulkan bahaya lebih lanjut karena aliran listrik langsung terputus. Ketika saya memeriksa stop kontak dan colokan listrik yang terbakar tersebut, ternyata merk-nya tidak cukup familier dan dari kualitas bahan terlihat kurang bagus (tipis dan mudah patah). Pantas saja dia tidak bisa menahan beban arus yang cukup besar (rumah saya menggunakan listrik PLN 1300W). Hal ini mungkin disebabkan peralatan instalasi listrik yang terpasang tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000.

Read the rest of this entry »


Membuat sebuah pesan yang tersamarkan dengan menggunakan steganografi

09/11/2009

Nama : Budi Nugroho
NIM : 23509128
Tugas/Mata Kuliah : Keamanan Informasi Lanjut
Dosen : Dr. Ir. Budi Rahardjo
Membuat sebuah pesan yang tersamarkan dengan menggunakan steganografi. Pesan sudah disampaikan di kelas.
Jawaban:
Telah dikirimkan pesan melalui email dibawah ini:

budinugroho-tugas 5 keamanan informasi lanjut-steganografi


Contoh pengolahan data menggunakan SPSS

17/09/2008

Peneliti di sebuah pabrik pembuatan genteng bermaksud mencari bahan dan suhu pemanasan optimal dalam produksi gentengnya. Untuk mendapatkan jawaban itu, mereka melakukan percobaan dengan mencoba beberapa kombinasi antara bahan dan suhu pemanasan. Bahan pembuatan genteng yang dicoba adalah:

  1. B1: tanah liat murni,
  2. B2: tanah liat yang dicampur dengan semen
  3. B3: tanah liat yang dicampur kapur

Sementara itu, suhu pemanasan yang dicoba adalah S1 (180 C), S2 (240 C), dan S3 (300 C).

Para peneliti membuat adonan dari setiap bahan baku, selanjutnya mencetak masing-masing 3 genteng yang kemudian dikeringkan dan dipanaskan di tiga suhu ynag berbeda. Setelah beberapa saat, genteng diinginkan dan kemudian diukur daya tekannya. Proses ini diulang sebanyak 4 kali (setiap ulangan diasumsikan dapat membuat seragam prosesnya) dan diperoleh data.

Download: Contoh pengolahan data menggunakan SPSS


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 808 other followers