Kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa

16/11/2011

“Terima kasih dek, semoga sekolahnya lancar”.

“Pak, emang kalau anak sekolah tarifnya berapa ya? Kok kelihatannya lebih murah dari penumpang umum?”

“Iya mas, tarif anak sekolah naek angkot jauh dekat cukup seribu rupiah”.

“Wah, angkot kini kalau pagi kebanyakan yang naek kan anak sekolah, terus bapak tidak masalah penghasilannya sedikit?”

“Alhamdulillah mas, kalau rizki Alloh SWT sudah mengaturnya. Sedikit banyak harus kita syukuri. Saya kan juga punya anak sekolah, saya ikhlas. Dengan ini insyaalloh saya bisa ikut meringankan beban para orang tua dalam menyekolahkan anaknya. Ya… itung-itung turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Hmmm… Mencerdaskan kehidupan bangsa, sebuah cita-cita mulia yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Sudahkah bangsa kita kehidupannya cerdas? Pekerjaan rumah yang sangat besar bagi para pengemban amanah negeri ini. Pun setiap anak negeri bisa turut serta. Hatta seorang supir angkot, yang kehidupannya bersahaja, mampu berkontribusi sesuai dengan keadaannya.

Pendidikan Indonesia berusaha mencerdaskan kehidupan bangsa tentunya dari berbagai aspek. Cerdas bukan hanya mampu mengetahui dan bisa melakukan sesuatu. Cerdas lebih mengarah kepada mengetahui serta mampu memilah mana yang baik dan benar dan mana yang buruk, dengan mengaplikasikan berupa pemikiran-pemikiran serta tindakan-tindakan yang baik dan menghindari pemikiran serta perbuatan-perbuatan buruk. Dengan demikian cerdas itu tidak mutlak hanya bisa diukur dengan angka-angka pengetahuan akademik seperti hasil Ujian Nasional yang dijadikan patokan ukuran keberhasilan bidang pendidikan oleh Dinas Pendidikan.

Kita berharap pendidikan Indonesia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dapat menjadikan bangsa Indonesia yang memiliki kecerdasan untuk berkomunikasi, tunduk dan berbakti kepada yang Maha Kuasa, cerdas untuk jujur, cerdas untuk peduli dan mengangkat derajat sesama, cerdas untuk menghindari anarkisme, cerdas memperbaiki citra bangsa, cerdas untuk mengolah segala sumber daya diri dan lingkungan untuk bisa dirasakan kegunamanfaatannya oleh seluruh bangsa.

Intinya bangsa Indonesia yang sedang mengalami krisis multi dimensi. Perbaikannya harus dimulai oleh Dunia pendidikan. Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya diaplikasikan untuk memberantas buta huruf tapi lebih ke dalam adalah memberantas buta hati dan buta moral.

Komitmen untuk membenahi bidang pendidikan adalah investasi yang paling rasional dan visioner .-klik disini untuk link sumber-


Melongok Kehidupan Gua-gua di Jabar

14/12/2010

Pikiran Rakyat, Kamis, 9 Desember 2010. Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang mempunyai bentang alam karst yang sangat menawan. Sayang, beberapa kawasan telah hancur akibat aktivitas manusia seperti penambangan kapur, penambangan fosfat, dan bahkan pariwisata.

Kawasan karst Padalarang dengan Gua Pawon yang dikenal karena peninggalan fosil manusia Bandung telah terusik oleh aktivitas penambangan yang sangat masif. Sementara karst Cibinong telah dikeruk dua raksasa pabrik semen di Indonesia. Kemudian di satu bukit kecil yang masih tersisa di Ciampea juga sudah terjamah kerakusan manusia. Selain itu, kawasan di pesisir utara seperti Karst Karawang juga sudah karut-marut akibat dieksploitasi kapurnya. Namun, di antara kehancuran itu masih ada harapan di kawasan yang belum banyak terganggu seperti di Sukabumi selatan, Tasikmalaya, Ciamis, dan beberapa kawasan lain yang terlepas dari jangkauan manusia.

Read the rest of this entry »


Jejak kehidupan tabi’in: Uwais Al-Qarny

01/05/2007

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.
Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 808 other followers