Abad ke-21 ditandai oleh isu-isu global yang semakin jelas sosoknya dan membelit seluruh dunia. Persoalan di satu tempat di ujung planet bumi dapat mempengaruhi ujung planet yang lain. Sebagai contoh adalah fenomena perubahan fisis ynag menyangkut global warming dan climate change, permasalahan keuangan global ataupun penyebaran virus H1N5 yang menyebabkan penyakit avian influenza yang dihadapi dunia saat ini. Hal ini menyadarkan bahwa persoalan tidak dapat ditangani secara parsial ataupun dilakukan sendiri oleh suatu bangsa, tetapi memerlukan kerja sama global yang lebih tertata yang melibatkan bukan saja pemerintah, tetapi juga lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM).
LIPI-APCTT GELAR FORUM PENGUATAN SISTEM INOVASI NASIONAL PEMERINTAHAN
28/11/2010Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama Asian and Pacific Centre for Transfer of Technology (APCTT) of the United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pasific (UNESCAP) gelar “Asia-Pasific Forum on Strengthening Governance of National Innovation System” di Jakarta, pada tanggal 24-25 November 2010.
“Forum tersebut diselenggarakan untuk pembuatan kebijakan tingkat tinggi, serta berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktek-praktek terbaik dari negara peserta, diantaranya dalam rangka mengidentifikasi komponen-komponen kunci yang relevan dengan ekosistem inovasi nasional, serta kekuatan dan tantangannya,” kata Menristek Suharna Surapranata pada sambutannya di forum tersebut, Rabu (24/11).
Remaja, Pelaku Inovasi Teknologi
27/11/2010Salah satu yang menentukan kemajuan suatu negara adalah inovasi teknologi. Penelitian internasional menunjukkan bahwa para remajalah yang akan melakukan semua inovasi teknologi tersebut.
Penelitian itu dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat (AS) pada Januari 2010. Penelitian bekerja sama dengan Lemelson terhadap 500 remaja berkaitan dengan budaya inovatif dan mendidik kaum muda di negara itu.
Hasil penelitian itulah yang dikutip oleh Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lukman Hakim. Dia menyampaikannya pada pembukaan presentasi finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-42 dan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-9 pada 2010, Depok, Jawa Barat, Senin (22/11).
LKIR ke-42 : Remaja Harus Sadar Inovasi
27/11/2010Digelarnya kembali Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-42 bagi remaja usia 12-19 tahun dan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-9 tahun bagi peserta usia 20-24 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diharapkan mampu membuat remaja semakin berperan aktif melakukan inovasi-inovasi yang dapat dijadikan solusi alternatif bagi isu-isu aktual yang sedang berkembang. Penelitian remaja dapat diarahkan pada upaya pemenuhan kebutuhan dasar manusia dan pemecahan masalah-masalah di lingkungan sekitarnya.
Para peneliti muda harus memiliki modal jitu dan tajam dalam mencari informasi guna meningkatkan kualitas pemenuhan karya ilmiah itu sendiri.– Ninok Leksono
Posted by Budi Nugroho 