Diklat Teknik Penelusuran Informasi Ilmiah untuk Peneliti di Lingkungan Setjen DPR

08/11/2011

Beberapa hari ke depan saya berkesempatan hadir sebagai fasilitator dalam kegiatan Diklat Penelusuran Informasi Ilmiah untuk Peneliti di Lingkungan Setjen DPR. Menarik sekali dialog dan berbagi pengetahuan yang saya lakukan dengan para peserta. Diklat ini berguna sekali untuk kawan-kawan di Setjen DPR, tidak hanya peneliti tetapi juga perancang perundang-undangan (legal drafter). Saya mengetahui dari salah satu peserta (mas Budi Prasetyo), bahwa dalam penyusunan naskah akademik suatu undang-undang, memerlukan kolaborasi tiga pihak, yaitu peneliti, perancang perundang-undangan dan pakar/ahli.

Belakangan beban kerja kawan-kawan Setjen nampaknya semakin meningkat, mengingat kecenderungan pengajuan undang-undang dalam tahun-tahun terakhir ini lebih didominasi dari kalangan dewan, bukan dari pemerintah (dalam hal ini kementerian atau lembaga). Hal ini semakin menunjukkan peran penting Pusat Pengkajian dan Pengolahan Data dan Informasi Setjen DPR dalam menfasilitasi dan memberikan masukan bagi dewan dalam penyusunan suatu undang-undang tertentu.

Perubahan dan perkembangan informasi terjadi dengan amat cepat, sebagai akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keterampilan menelusur informasi ilmiah sangat diperlukan baik oleh kalangan industri, akademisi, maupun masyarakat pada umumnya.

Akhir – akhir ini penelusuran informasi menjadi lebih diperlukan dikarenakan adanya ledakan informasi yang semakin hari semakin bertambah banyak. Beragamnya bentuk media penyimpanan informasi khususnya dalam bentuk pangkalan data elektronik (internet, CD-ROM, dan OPAC), memerlukan penguasaan dan pemilihan sumber sumber informasi dengan lebih baik. Pengguna informasi dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuaannya, agar dapat mengumpulkan informasi secara cepat, tepat, efisien sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Program pelatihan ini membahas tentang teknik dan strategi penelusuran informasi dari sumber-sumber informasi yang tersedia di perpustakaan dan internet yang sangat luas dan banyak. Hal yang sangat penting adalah memilih sumber yang terbaik dari berbagai tipe informasi dan metode penelusuran yang paling efektif. Bahkan yang lebih penting lagi adalah mengevaluasi dan menganalisis informasi yang diperoleh.


Pustakawan mempublikasikan karyanya

14/07/2011

Publikasi karya ilmiah juga harus dilakukan juga oleh para pustakawan. Pustakawan ahli yang sudah mencapai golongan 3c ke atas biasanya sudah harus melakukan kegiatan kajian-kajian.

Pustakawan dan Ilmuwan Ilmu Perpustakaan & Informasi memainkan peran ilmiah, mereka terus mendukung perkembangan Masyarakat Informasi Indonesia. Kerja sama yang baik antara Pustakawan dan Peneliti merupakan salah satu kunci keberhasilan upaya keilmuan modern.

Read the rest of this entry »


ICEEI 2011

11/07/2011

Alhamdulillah paper saya diterima di The 3rd International Conference on Electrical Engineering and Informatics (ICEEI 201). http://stei.itb.ac.id/iceei2011/

Welcome to the 3rd International Conference on Electrical Engineering and Informatics (ICEEI 2011) at the Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia on July 17-19, 2011. The two previous ICEEI conferences have been successfully held at ITB Bandung, Indonesia in 2007 and at UKM Kuala Lumpur, Malaysia in 2009.

The 3rd International Conference on Electrical Engineering and Informatics (ICEEI 2011) is organized by the School of Electrical Engineering and Informatics, Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia and the Faculty of Information Science and Technology, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia.

Read the rest of this entry »


15 Finalis Bersaing di Kompetisi Ilmiah LIPI

26/11/2010

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali menggelar Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke 42 bagi remaja berusia 12 – 19 tahun dan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke -9 bagi peserta 20 – 24 tahun. Sedikitnya telah terjaring 15 finalis dari tiga mata bidang lomba yakni Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), serta Ilmu Teknik dan Rekayasa.

Kepala LIPI Lukman Hakim mengatakan behwa LIPI sejak tahun 1969 telah menyelenggarakan LKIR dalam rangka pembinaan remaja sejak dini untuk peningkatan penguasaan dan pemanfaatan IPTEK. Remaja Indonesia, kata dia, diharapkan mampu berperan aktif dalam berinovasi dan berinvensi.

Read the rest of this entry »


Pustaka Ristek

16/11/2010

Jurnal ilmiah dianggap sebagai sumber informasi primer atau yang paling penting di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ilmiah berisi kumpulan artikel yang dipublikasikan secara periodik, ditulis oleh para ilmuwan peneliti untuk melaporkan hasil-hasil penelitian terbarunya. Karena itulah, keberadaan jurnal ilmiah merupakan hal yang penting untuk terus memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tulisan atau artikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah, sudah mengalami proses peer-review dan seleksi ketat dari para pakar di bidangnya masing-masing. Proses peer-review ini dijalankan untuk menjamin kualitas dan validitas ilmiah artikel yang dimuat.

Publikasi hasil-hasil penelitian merupakan bagian penting dari metoda ilmiah. Tulisan dalam jurnal ilmiah ditujukan untuk para peneliti dan para ahli lainnya di bidang yang sama. Artikel dalam sebuah jurnal harus sedemikian jelas sehingga seorang peneliti independen dapat mengulangi percobaan atau perhitungannya untuk memverifikasi hasil penelitiannya. Artikel dalam jurnal akan menjadi bagian dari rekam ilmiah untuk selamanya (permanent scientific record).

Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 808 other followers