Bandung Jadi Pusat Riset dan Studi Gempa Bumi

17/12/2010

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia berupaya menambah jumlah peneliti gempa bumi, tsunami, dan gunung api yang selama ini masih kurang. Saat ini hanya ada 50 orang peneliti bidang tersebut di seluruh Indonesia.

Penambahan itu dilakukan dengan cara membangun pusat riset sekaligus tempat pendidikan pasca sarjana. “Bandung cocok untuk pusat riset kebumian,” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Hery Harjono di sela pemaparan hasil penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI di Bandung, Kamis (9/12).

Pusat riset sekaligus kampus itu akan dinamai Graduate Research on Earthquake and Active Tectonic (Great). Rintisan yang dibuat LIPI dan Institut Teknologi Bandung itu, kata Hery, akan dimulai tahun depan. “Laboratorium sebagian di Geoteknologi LIPI dan dosennya dari ITB serta dosen tamu,” ujarnya.

Read the rest of this entry »


ITB dan LIPI Akan Buka Program Pasca Sarjana Bidang Gempa

16/12/2010

nstitut Teknologi Bandung dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan membuka Program Graduate Research School for Earthquake and Active Tectonics ITB dan LIPI (GREAT) pada 2011. Sekolah Pasca Sarjana Bidang Gempa Bumi dan Tektonik Aktif ini ditujukan untuk memahami proses dan sumber kegempaan di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Herry Harjono, seusai kegiatan Paparan Hasil Penelitian dengan tema “Kontribusi Puslit Geoteknologi LIPI dalam pengkajian serta Pendayagunaan Sumber Daya Mineral dan Energi, Aspek Lingkungan Hidup, Kebencanaan serta Perubahan Iklim di Indonesia”, di Hotel Jayakarta, Bandung, Kamis (9/12).

Read the rest of this entry »


Tidak Selamanya Tsunami Akibat Gempa Besar

15/11/2010

PADANG–MICOM: Ada kesalahan dalam sosialisasi tsunami selama ini yang menyatakan tsunami diakibatkan gempa besar. Sosialisasi yang dipakai untuk Mentawai, Sumatra Barat, juga seharusnya berbeda dengan daerah di daratan Sumatra.

Hal tersebut dipaparkan Peneliti Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Eko Yulianto setelah melakukan penelitian berbagai kawasan yang terkena tsunami Mentawai, Rabu (10/11). Ia meneliti bersama delapan pakar tsunami dari LIPI, Universitas Tokyo dan Universitas Hokkaido Jepang.

Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 808 other followers