Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia berupaya menambah jumlah peneliti gempa bumi, tsunami, dan gunung api yang selama ini masih kurang. Saat ini hanya ada 50 orang peneliti bidang tersebut di seluruh Indonesia.
Penambahan itu dilakukan dengan cara membangun pusat riset sekaligus tempat pendidikan pasca sarjana. “Bandung cocok untuk pusat riset kebumian,” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Hery Harjono di sela pemaparan hasil penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI di Bandung, Kamis (9/12).
Pusat riset sekaligus kampus itu akan dinamai Graduate Research on Earthquake and Active Tectonic (Great). Rintisan yang dibuat LIPI dan Institut Teknologi Bandung itu, kata Hery, akan dimulai tahun depan. “Laboratorium sebagian di Geoteknologi LIPI dan dosennya dari ITB serta dosen tamu,” ujarnya.
Posted by Budi Nugroho 