Penyerapan Anggaran Infrastruktur Masih Rendah

20/07/2011

JAKARTA – Penyerapan dana infrastruktur hingga semester I/2011 baru mencapai 20–30 persen, dari total anggaran yang disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 sebesar Rp126 triliun.

”Itu merupakan akumulasi dari seluruh kementerian/ lembaga (K/L). Masalahnya terletak pada pengeksekusian lahan proyek yang akan dilaksanakan. Secara keseluruhan, besarnya penyerapan anggaran infrastruktur baru sekitar Rp37,8 triliun, masih rendah,” ujar Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Dedy S Priyatna di Jakarta kemarin.

Read the rest of this entry »


Berharap pada Penyerapan Anggaran

29/12/2010

Meski banyak faktor buruknya penyerapan anggaran, semuanya dimulai dari perencanaan anggaran yang tepat.

Bukan tanpa alasan jika di setiap pengujung tahun kita mencermati kinerja penyerapan anggaran pemerintah. APBN yang sejak beberapa tahun terakhir selalu berjumlah di atas Rp 1.000 triliun besar peranannya bagi perekonomian. Tentunya, jika dibelanjakan dengan tepat di waktu yang tepat pula.

Sayangnya, untuk membelanjakan anggaran dengan waktu yang sudah direncanakan, masih saja tidak semulus perkiraan. Cerita soal ngebutnya pembelanjaan anggaran di akhir tahun masih saja kita dengar.

Tengok saja masa anggaran tahun 2010 yang kini tinggal menghitung hari. Pemerintah masih terus mengebut beragam proyek serta kegiatan yang belum terlaksana. Harapannya tentu agar di akhir hari pengujung Desember, angka penyerapan bisa lebih baik.

Read the rest of this entry »


ANGGARAN PENELITIAN : Dana Pembuatan Vaksin Digunakan Asing

17/12/2010

Mayoritas dana penelitian pembuatan vaksin PT Bio Farma masih digunakan peneliti asing. Padahal, PT Bio Farma menyediakan kesempatan yang sama bagi peneliti Indonesia.

”Sebenarnya peneliti dalam negeri memiliki potensi mengembangkan pembuatan vaksin. Namun, saat ini masih butuh dorongan lebih besar untuk ke arah itu,” kata Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar dalam Pemaparan Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/12).

Dia mengatakan, setiap tahun PT Bio Farma menyediakan dana untuk berbagai riset vaksin. Pada 2010, disediakan dana Rp 106 miliar. Tahun depan, dana riset menjadi Rp 118 miliar dan dana fasilitas laboratoriumRp 57 miliar. Namun, hingga kini mayoritas dana masih digunakan peneliti asing (98 persen), dan 2 persen sisanya untuk peneliti asal Indonesia dari Universitas Airlangga, Surabaya. ”Saat ini kami sudah menawarkan dua produk penelitian bahan pembuatan vaksin kepada LIPI, yaitu aluminium khlor dan natrium fosfat. Namun, belum ada respons lebih lanjut,” kata Iskandar.

Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 808 other followers