Pasokan Air Tawar Dari Sungai Barito Pengaruhi Iklim Dunia

04/01/2011

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Walaupun berjarak sekitar 250 Km dari muara sungai Barito, perairan di sekitar pulau Matasiri, Kalimantan Selatan ternyata masih dipengaruhi oleh air tawar. Sejumlah biota dan tumbuhan di lokasi tersebut pun ternyata diketahui dapat toleran dengan masa air tawar yang signifikan, seperti Chaetodon Octofasciatus dan karang-karang Baoulder.

Hal tersebut merupakan sejumlah penemuan yang diperoleh oleh tim “Ekspedisi Kalimantan”, yang digelar pada 19 Desember-1 November lalu, oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Ditjen Perguruan Tinggi (Dikti).

Read the rest of this entry »


Air Embun dapat Menurunkan Kolesterol

28/12/2010

Kita mungkin pernah mendengar air embun berbeda dengan air jenis lain. Apa iya? Menurut Prof. Leonardus Broto Sugeng Kardono, PhD., APU., profesor riset bidang kimia organik LIPI, air embun terjadi dari kelembapan udara yang mengalami pengembunan. Air ini sangat murni dan tidak mengandung mineral anorganik (seperti garam dan klorida), logam berat (seperti timbal dan merkuri), dan cemaran pestisida. Itu sebabnya, air embun ideal untuk kesehatan dan kecantikan.

Bagaimana air embun bisa menyehatkan? Leonardus menjelaskan, tubuh kita perlu mineral organik yang berasal dari makanan yang dikonsumsi, seperti daging, sayur-mayur, buah, makanan laut, telur, dan lain-lain. Mineral organik dapat diproses oleh tubuh dan bermanfaat untuk kesehatan. Sebaliknya, mineral anorganik dapat memberatkan kerja ginjal dan organ-organ tubuh lain.

Read the rest of this entry »


LIPI Temukan Saluran Pemasok Air Lumpur Lapindo

18/12/2010

Bertahun-tahun, kawasan yang digenangi lumpur Lapindo, Sidoarjo, terbengkalai dan tak bisa dihentikan semburannya. Kini, ada titik cerah yang ditemukan Pusat Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ternyata, semburan air di kawasan itu “disumbang” dari Gunung Penanggungan sekitar delapan kilometer arah selaran dari danau lumpur.

“Asumsinya, jutaan meter kubik air yang datang bersama lumpur itu tak mungkin hanya dari air bawah tanah saja,” kata Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Iskandar Zulkarnaen di Bandung, Jumat. “Struktur tanah koros di Penanggungan itulah yang memasok air.” Bila pasokan air ini bisa dihentikan, besar kemungkinan semburan lumpur Lapindo juga akan berkurang.

Read the rest of this entry »


Pengaruh suhu ekstraksi terhadap kandungan kurkuminoid dan air serbuk temulawak

09/09/2008

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu ekstraksi temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap kandungan kurkuminoid dan air pada serbuk hasil ekstraksi serta tingkat suhu ekstraksi optimum. Ektraksi dilakukan dengan metode soxhlet mengunakan pelarut aseton pada suhu 60oC, 70oC, 80oC, 90oC, 100oC. Kandungan kurkumonoid diukur dengan spektofotometer sinar tampak pada panjang gelombang 420 nm. Data dianalisis dengan ANOVA pada taraf kepercayaan a = 0,05, dilanjutkan dengan Uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan kurkumiod tertinggi diperoleh pada suhu 100oC dan yang terendah pada suhu 70oC. Sedangkan kandungan air tertinggi pada suhu 60oC dan terendah pada suhu 100oC. Berdasarkan hasil analisis data statistik, kondisi suhu ekstraksi serbuk temulawak tidak berpengaruh secara terhadap nilai rata-rata kandungan kurkuminoid dan kandungan kadar air yang dihasilkan. Dalam penelitian ini juga tidak diperoleh suhu optimum untuk ekstraksi serbuk temulawak.

Kata kunci: kurminoid, Curcuma xanthorrhiza, suhu, kadar air

Download artikel lengkap: Pengaruh suhu ekstraksi terhadap kandungan kurkuminoid dan air serbuk temulawak


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 808 other followers