Analisis deskriptif data hasil percobaan

18/09/2008

Perhatikan data hasil percobaan dan analisisnya yang diperoleh dari suatu penelitian untuk mengetahui daya tahan hidup baterai. Terdapat dua faktor yang dicobakan yaitu tipe material dan suhu lingkungan. Tipe material yang dicobakan adalah tipe 1, 2, dan 3 serta suhu lingkungan yang dicobakan adalah 15oF, 70oF, dan 125oF. Sehingga terdapat 9 perlakuan, dan masing-masing kombinasi diulang 4 kali.

Download: Analisis deskriptif data hasil percobaan


Contoh pengolahan data menggunakan SPSS

17/09/2008

Peneliti di sebuah pabrik pembuatan genteng bermaksud mencari bahan dan suhu pemanasan optimal dalam produksi gentengnya. Untuk mendapatkan jawaban itu, mereka melakukan percobaan dengan mencoba beberapa kombinasi antara bahan dan suhu pemanasan. Bahan pembuatan genteng yang dicoba adalah:

  1. B1: tanah liat murni,
  2. B2: tanah liat yang dicampur dengan semen
  3. B3: tanah liat yang dicampur kapur

Sementara itu, suhu pemanasan yang dicoba adalah S1 (180 C), S2 (240 C), dan S3 (300 C).

Para peneliti membuat adonan dari setiap bahan baku, selanjutnya mencetak masing-masing 3 genteng yang kemudian dikeringkan dan dipanaskan di tiga suhu ynag berbeda. Setelah beberapa saat, genteng diinginkan dan kemudian diukur daya tekannya. Proses ini diulang sebanyak 4 kali (setiap ulangan diasumsikan dapat membuat seragam prosesnya) dan diperoleh data.

Download: Contoh pengolahan data menggunakan SPSS


Analisis statistika terhadap data hasil percobaan V-OCTANE

10/09/2008

Artikel ini hanyalah contoh analisis statistika dari data yang diperoleh dari majalah Auto Bild Indonesia, 118th edition, November 2007

Alasan mengapa Power & Clean Fuel Conditioner V-OCTANE begitu hebat dan reaksinya instant:

  1. Seketika mobil anda lebih bertenaga
  2. Konsumsi bahan bakar irit
  3. Rendah emisi

Uji kinerja menggunakan Mesin VCR (Variable Compression Ratio).

Download: Analisis statistika terhadap data hasil percobaan V-OCTANE


Pengaruh suhu ekstraksi terhadap kandungan kurkuminoid dan air serbuk temulawak

09/09/2008

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu ekstraksi temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap kandungan kurkuminoid dan air pada serbuk hasil ekstraksi serta tingkat suhu ekstraksi optimum. Ektraksi dilakukan dengan metode soxhlet mengunakan pelarut aseton pada suhu 60oC, 70oC, 80oC, 90oC, 100oC. Kandungan kurkumonoid diukur dengan spektofotometer sinar tampak pada panjang gelombang 420 nm. Data dianalisis dengan ANOVA pada taraf kepercayaan a = 0,05, dilanjutkan dengan Uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan kurkumiod tertinggi diperoleh pada suhu 100oC dan yang terendah pada suhu 70oC. Sedangkan kandungan air tertinggi pada suhu 60oC dan terendah pada suhu 100oC. Berdasarkan hasil analisis data statistik, kondisi suhu ekstraksi serbuk temulawak tidak berpengaruh secara terhadap nilai rata-rata kandungan kurkuminoid dan kandungan kadar air yang dihasilkan. Dalam penelitian ini juga tidak diperoleh suhu optimum untuk ekstraksi serbuk temulawak.

Kata kunci: kurminoid, Curcuma xanthorrhiza, suhu, kadar air

Download artikel lengkap: Pengaruh suhu ekstraksi terhadap kandungan kurkuminoid dan air serbuk temulawak


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 808 other followers