Menyambut Kongres IA-ITB ke-8

22/11/2011

Kemarin sore saya menghadiri undangan talkshow mengenai visi IPTEK Indonesia di Kampus LIPI Jakarta. Undangan yang hadir adalah para alumni ITB dari kalangan peneliti LIPI.

Menarik juga.

Terkait dengan telah dekatnya agenda Kongres IA-ITB ke-8, yang tentunya akan memilih pemimpin baru IA-ITB, talkshow sore itu menjadi sarana sosialisasi para kandidat untuk menyampaikan visi, misi dan programnya.

Tema talkshow yang mengangkat masalah IPTEK Indonesia agaknya disesuaikan dengan audiens yang mayoritas peneliti.

Alumni ITB di LIPI mencapai 350 orang lebih, sebagian memegang posisi-posisi strategis. Bahkan 4 dari G8 LIPI adalah alumni ITB.

Mudah-mudahan pemimpin baru IA-ITB mampu mewujudkan visi IPTEK Indonesia yang akan menjadi pondasi kebangkitan bangsa Indonesia di masa yang akan datang.


Kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa

16/11/2011

“Terima kasih dek, semoga sekolahnya lancar”.

“Pak, emang kalau anak sekolah tarifnya berapa ya? Kok kelihatannya lebih murah dari penumpang umum?”

“Iya mas, tarif anak sekolah naek angkot jauh dekat cukup seribu rupiah”.

“Wah, angkot kini kalau pagi kebanyakan yang naek kan anak sekolah, terus bapak tidak masalah penghasilannya sedikit?”

“Alhamdulillah mas, kalau rizki Alloh SWT sudah mengaturnya. Sedikit banyak harus kita syukuri. Saya kan juga punya anak sekolah, saya ikhlas. Dengan ini insyaalloh saya bisa ikut meringankan beban para orang tua dalam menyekolahkan anaknya. Ya… itung-itung turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Hmmm… Mencerdaskan kehidupan bangsa, sebuah cita-cita mulia yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Sudahkah bangsa kita kehidupannya cerdas? Pekerjaan rumah yang sangat besar bagi para pengemban amanah negeri ini. Pun setiap anak negeri bisa turut serta. Hatta seorang supir angkot, yang kehidupannya bersahaja, mampu berkontribusi sesuai dengan keadaannya.

Pendidikan Indonesia berusaha mencerdaskan kehidupan bangsa tentunya dari berbagai aspek. Cerdas bukan hanya mampu mengetahui dan bisa melakukan sesuatu. Cerdas lebih mengarah kepada mengetahui serta mampu memilah mana yang baik dan benar dan mana yang buruk, dengan mengaplikasikan berupa pemikiran-pemikiran serta tindakan-tindakan yang baik dan menghindari pemikiran serta perbuatan-perbuatan buruk. Dengan demikian cerdas itu tidak mutlak hanya bisa diukur dengan angka-angka pengetahuan akademik seperti hasil Ujian Nasional yang dijadikan patokan ukuran keberhasilan bidang pendidikan oleh Dinas Pendidikan.

Kita berharap pendidikan Indonesia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dapat menjadikan bangsa Indonesia yang memiliki kecerdasan untuk berkomunikasi, tunduk dan berbakti kepada yang Maha Kuasa, cerdas untuk jujur, cerdas untuk peduli dan mengangkat derajat sesama, cerdas untuk menghindari anarkisme, cerdas memperbaiki citra bangsa, cerdas untuk mengolah segala sumber daya diri dan lingkungan untuk bisa dirasakan kegunamanfaatannya oleh seluruh bangsa.

Intinya bangsa Indonesia yang sedang mengalami krisis multi dimensi. Perbaikannya harus dimulai oleh Dunia pendidikan. Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya diaplikasikan untuk memberantas buta huruf tapi lebih ke dalam adalah memberantas buta hati dan buta moral.

Komitmen untuk membenahi bidang pendidikan adalah investasi yang paling rasional dan visioner .-klik disini untuk link sumber-


Test

11/11/2011

Test


Bagaimana peluang bisnis toko obat?

25/07/2011

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit, terutama penyakit-penyakit ringan seperti influenza sampai penyakit yang memerlukan obat khusus dari dokter. Solusinya adalah obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Terkadang obat yang disediakan diwarung-warung tidak cukup ampuh untuk mengobati penyakit tersebut, diperlukan resep khusus yang diberikan oleh ahlinya yaitu seorang dokter. Oleh karena itu bisnis ini selalu akan tetap memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan. Dengan pelayanan yang baik dan kelengkapan ketersediaan obat sangat membantu usaha ini berkembang dengan baik.

Sumber: http://binaukm.com/2011/01/peluang-usaha-toko-obat-atau-apotik-mini/


Peptidobiotic, Antibiotik Generasi Baru tanpa Residu

22/07/2011

Pola hidup yang selektif oleh sebagian besar masyarakat khususnya terhadap kualitas bahan pangan telah membawa dampak tersendiri bagi kompetisi produsen pangan hewani dalam mencukupi konsumsi daging dalam negeri maupun komoditas ekspor. Tak terkecuali sektor industri perunggasan yang mengalami perkembangan yang pesat dihadapkan pada upaya untuk menghasilkan produk pangan hewani yang sehat dan bebas dari residu antibiotik. Oleh karenanya perlu dicarikan pakan imbuhan ‘baru’ pengganti antibiotik.

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1311047237&&2011


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 808 other followers