Merintis usaha sampingan

17/11/2011

“Bi, tolong transfer ke rekening teh N, untuk pembayaran pesenan baju kaos muslimah, kerudung dan baju anak bulan lalu. Alhamdulillah sebagian sudah laku!”

“Iya, mudah-mudahan rintisan usaha kita lancar ya Mi. Jangan lupa sebagian harus kita sisihkan sebagai infaq. Semoga Alloh SWT memberikan keberkahan kepada kita. Amin.”

Percakapan di atas adalah percakapan sepasang suami istri muda yang sedang merintis usaha sampingan untuk menambah penghasilan keluarga.

Untuk mendapatkan penghasilan tambahan ada empat cara yang bisa Anda lakukan. Yakni bekerja pada orang lain, bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, membuka usaha sampingan, atau melakukan investasi.

Dari keempat hal tersebut, membuka usaha sampingan biasanya merupakan cara yang cukup baik untuk mendapatkan peng-hasilan tambahan. Dengan membuka usaha sampingan, pertama-tama Anda mungkin harus terlibat penuh didalamnya. Tapi lama kelamaan, bila usaha itu besar, Anda bisa menyerahkan pengelolaannya pada orang lain, sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu. Sementara pemasukan terus berjalan.

Bandingkan dengan apabila Anda bekerja pada orang lain atau bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian. Bekerja pada orang lain jelas Anda harus mengikuti jam kerja yang disyaratkan. Sedangkan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, biasanya Anda bisa menentukan waktu kerja Anda sendiri, tapi tetap saja Anda akan sibuk. -klik di sini untuk link sumber-


Kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa

16/11/2011

“Terima kasih dek, semoga sekolahnya lancar”.

“Pak, emang kalau anak sekolah tarifnya berapa ya? Kok kelihatannya lebih murah dari penumpang umum?”

“Iya mas, tarif anak sekolah naek angkot jauh dekat cukup seribu rupiah”.

“Wah, angkot kini kalau pagi kebanyakan yang naek kan anak sekolah, terus bapak tidak masalah penghasilannya sedikit?”

“Alhamdulillah mas, kalau rizki Alloh SWT sudah mengaturnya. Sedikit banyak harus kita syukuri. Saya kan juga punya anak sekolah, saya ikhlas. Dengan ini insyaalloh saya bisa ikut meringankan beban para orang tua dalam menyekolahkan anaknya. Ya… itung-itung turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Hmmm… Mencerdaskan kehidupan bangsa, sebuah cita-cita mulia yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Sudahkah bangsa kita kehidupannya cerdas? Pekerjaan rumah yang sangat besar bagi para pengemban amanah negeri ini. Pun setiap anak negeri bisa turut serta. Hatta seorang supir angkot, yang kehidupannya bersahaja, mampu berkontribusi sesuai dengan keadaannya.

Pendidikan Indonesia berusaha mencerdaskan kehidupan bangsa tentunya dari berbagai aspek. Cerdas bukan hanya mampu mengetahui dan bisa melakukan sesuatu. Cerdas lebih mengarah kepada mengetahui serta mampu memilah mana yang baik dan benar dan mana yang buruk, dengan mengaplikasikan berupa pemikiran-pemikiran serta tindakan-tindakan yang baik dan menghindari pemikiran serta perbuatan-perbuatan buruk. Dengan demikian cerdas itu tidak mutlak hanya bisa diukur dengan angka-angka pengetahuan akademik seperti hasil Ujian Nasional yang dijadikan patokan ukuran keberhasilan bidang pendidikan oleh Dinas Pendidikan.

Kita berharap pendidikan Indonesia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dapat menjadikan bangsa Indonesia yang memiliki kecerdasan untuk berkomunikasi, tunduk dan berbakti kepada yang Maha Kuasa, cerdas untuk jujur, cerdas untuk peduli dan mengangkat derajat sesama, cerdas untuk menghindari anarkisme, cerdas memperbaiki citra bangsa, cerdas untuk mengolah segala sumber daya diri dan lingkungan untuk bisa dirasakan kegunamanfaatannya oleh seluruh bangsa.

Intinya bangsa Indonesia yang sedang mengalami krisis multi dimensi. Perbaikannya harus dimulai oleh Dunia pendidikan. Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya diaplikasikan untuk memberantas buta huruf tapi lebih ke dalam adalah memberantas buta hati dan buta moral.

Komitmen untuk membenahi bidang pendidikan adalah investasi yang paling rasional dan visioner .-klik disini untuk link sumber-


Menahan Pandangan

15/11/2011

Di antara faktor yang membuat seseorang mampu menahan pandangannya adalah:
1. Hadirnya pengawasan Allah dan rasa takut akan siksa-Nya di dalam hati.
2. Menjauhkan diri dari semua penyebab mengumbar pandangan seperti yang telah disebutkan.
3. Meyakini semua bahaya mengumbar pandangan seperti yang telah disebutkan.
4. Meyakini manfaat menahan pandangan.
5. Melaksanakan pesan Rasulullah saw untuk segera memalingkan pandangan ketika melihat yang haram.
6. Memperbanyak puasa.
7. Menyalurkan keinginan melalui jalan yang halal (pernikahan).
8. Bergaul dengan orang-orang shalih dan menjauhkan diri dari persahabatan akrab dengan orang-orang yang rusak akhlaqnya.
9. Selalu merasa takut dengan su’ul khatimah ketika meninggal dunia.


Tetangga

12/01/2009

Tetangga adalah masalah penting dalam hidup kita. Karena itu, disikapi secara serius. Sebab, tetangga memiliki pengaruh yang tidak kecil terhadap keluarga kita. Apalagi jika kita tinggal di lingkungan yang rumahnya saling berdekatan, tidak peduli berbentuk flat, kondominium, apartemen, perumahan RSSS, atau gubuk pinggir kali lengkap dengan gang senggolnya.

Download: Tetangga


Kepedulian terhadap kaum muslimin di Palestina

05/01/2009

Mengikuti sebuah aksi kepedulian terhadap penderitaan kaum muslimin di Palestina yang dimotori oleh salah satu parpol di Jakarta menggugah kesadaran beragama saya yang selama ini hanya terkungkung oleh rutinitas. Kaum muslimin yang dimanapun mereka berada adalah bersaudara, seharusnya menyadari bahwa apa yang saat ini sedang menimpa kaum muslimin di Palestina adalah penderitaan mereka pula.

Aksi yang dilakukan pada hari Jumat tanggal 2 Januari 2009 tempo hari mengingatkan kepada kita semua akan hakikat kita menyatakan diri sebagai kaum muslimin. Mereka adalah saudara kita, dan bangsa Israel adalah musuh bebuyutan kaum muslimin sampai akhir dunia ini.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 808 other followers