Shalat Khusyu: Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam


Disarikan dari berbagai sumber oleh Budi Nugroho

Pendahuluan

Ada satu hal keunikan dari buku karya Abu Sangkan yaitu diadakan juga pelatihan shalat Khusyu, baik yang sifatnya gratis maupun pelatihan bernilai jutaan karena diselenggarakan di hotel untuk membidik segmen pasar tertentu.

Sebenarnya bukan masalah buku shalat Khusyu yang terjual sangat laris ini disebabkan isinya sangat bagus, sebab banyak juga buku-buku keagamaan maupun umum yang juga sangat bagus dan terjual sangat laris.

Yang menarik adalah diadakannya pelatihan, terutama pelatihan shalat Khusyu dengan biaya sangat mahal yaitu diatas satu juta rupiah, walaupun juga ada yang sifatnya gratis.

Mengapa ini menarik, sebab selama ini kita sudah banyak mengikuti kursus marketing, ISO, sumber daya manusia, manajemen stratejik, keuangan, ekspor-impor dan beberapa kursus lainnya yang juga mahal dan tidak ada yang mengkritik tentang masalah biaya, tapi ketika ada kursus shalat Khusyu, banyak komentar negatif maupun positif.

Kalau kita lihat bahwa orang yang shalatnya sangat baik disamping mempengaruhi kesehatan, seperti yang di teliti oleh Prof DR. H. Muhammad Shaleh ketika meraih gelar doktornya, juga ada hal yang luar biasa yaitu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Kisah Isra’ dan Mi’raj Rasulullah saw dengan membawa oleh-oleh perintah shalat, bisa menyadarkan kita bahwa selama ini banyak diantara kita sudah mendalami dan kursus aneka keilmuan, namun belum sungguh-sungguh mengikuti kajian dan praktek yang dapat meningkatkan shalat Khusyu kita.

Makalah ini membahas kandungan buku Pelatihan Shalat Khusyu’: Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam, karya Abu Sangkan. Sebenarnya bukan kapasitas saya untuk membahas materi yang menurut saya sangat berat ini, mengingat keterbatasan ilmu dan wawasan yang saya miliki. Sedangkan masalah sholat yang khusyu’ lebih merupakan pengalaman ruhani dari setiap individu. Bisa jadi baru sebagian kecil materi yang dapat saya sarikan dari buku yang menjadi best seller tersebut. Oleh karena ini dengan segala kerendahan hati, mohon saya dibukakan pintu maaf atas segala kekurangan dalam penyampaiannya, tidak lupa mohon koreksi bila ada kesalahan kalimat maupun pengutipan ayat Quran dan hadits.

Shalat khusyu’ itu mudah dan sangat nikmat

Satu prinsip utama dalam kiat buku itu adalah, jangan ‘mencari’ khusyu’, cukup siapkan diri untuk ‘menerima’ khusyu’ itu, karena khusyu’ bukan kita ciptakan tapi ‘diberi langsung’ oleh Allah sebagai hadiah nikmat kita menemuiNya.

Bersikap rileks menyiapkan diri kita untuk siap ‘menerima’ karunia khusyu’, karena khusyu’ itu diberi bukan kita ciptakan.

Kepala hingga pinggang dikendorkan, jatuh laksana kain basah yang dipegang ujungnya dari atas. Berat badan mengumpul di kaki yang kemudian serasa keluar akarnya, mengakar ke bumi. Berdiri santai, senyaman kita berdiri. Abu Sangkan menggambarkan laksana pohon cemara, meluruh atasnya, kokoh akarnya sehingga luwes tertiup angin namun tak roboh.

Lalu mulai bertakbir, Allahu Akbar, dan selanjutnya membaca dengan pelan-pelan, meresapi kesendirian dan berusaha menangkap kehadiran Tuhan yang sesungguhnya amat dekat dengan kita, namun kita tumpul untuk merasakannya. Kita sedang menemuiNya sekarang. Kita, ruh kita tepatnya. Badan fisik ini hanyalah alat yang mengantar ruh ini berjumpa kembali dengan yang dicintainya, ialah Allah yang meniupkan ruh ini dahulu ke dalam badan fisik.

Pernahkah kita sholat di belakang imam yang ‘ngebut’ sholatnya? Jawabannya bisa jadi pernah, dan apa yang kita rasakan? Mungkin saja kita kesal. Baru mau selesai Al Fatihah, eh dia sudah ruku’, mau ruku’ eh dia sudah berdiri I’tidal, dan seterusnya. Kita kesal karena irama kecepatan sholat dengan imam berbeda.

Ternyata demikian halnya dengan sholat kita sendiri. Ketika kita sholat, selain badan fisik kita ini sholat pula ruh kita. Ruh inilah yang benar-benar ingin sholat -kembali menemui Tuhannya- sementara badan fisik ini sarana kita mengantarnya dengan gerakan dan bacaan. Ruh kita ini sesungguhnya ingin sholat dengan tenang, santai, tuma’ninah. Sayangnya badan kita ‘ngebut’, jadilah ruh kita itu jengkel sejengkel-jengkelnya karena selalu ketinggalan gerakan badan. Maka tips sederhana dari buku itu adalah jika ruku’, tunggu, tunggu hingga ruh ikut mantap dalam ruku’ itu. Saat I’tidal, tunggu, tunggu hingga ruh mu ikut mantap I’tidal. Demikian pula saat sujud, duduk antara dua sujud, juga duduk tasyahud. Tunggu, tunggu hingg ruh mu ikut sujud, ikut duduk, ikut tasyahud.

Berikan kesempatan ruh kita -sebut saja “aku” yang sejati- untuk mengambil sikap sholatnya. Dia agak lamban, namun sholat ini utamanya untuk ‘aku” kita itu, bukan untuk badan fisik kita.

Esensi sholat adalah doa, berdialog dengan Allah secara langsung.

Kita sebenarnya diberi kesempatan untuk mengadu. Kita adukan semua persoalan kita kepada Allah. Kita adukan semua kebingungan kita, pekerjaan, rizki, kesehatan, cinta, dan semua apapun. Kita mengadu, dan kita pasrah menunggu dijawab. Dan pasti Allah menjawabnya langsung. Ruh bisa merasakannya, namun kalau dia dipaksa tertinggal-tinggal oleh gerakan badan, maka dia tidak sempat menikmati pertemuan dengan Allah itu.

Shalat, Titik Awal Menuju Kebangkitan

Shalat tak sekadar hubungan pribadi antara manusia dan Allah. Shalat mengandung dimensi yang sangat luas. Shalat yang khusyuk tak hanya mendekatkan hubungan manusia dengan Tuhan, tapi juga dapat menjadi daya dorong untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat yang tertib, saling menolong, senang bekerja keras, dan saling mengingatkan di dalam kebaikan.

Sedikit Pemikiran Tentang Khusyu’

Khusyu’ dalam shalat adalah impian setiap Muslim.  Keadaan semacam ini telah banyak diceritakan dalam kisah-kisah inspiratif dari masa lampau yang mengundang decak kagum.  Sebutlah misalnya tentang seorang sahabat Rasulullah saw. yang tubuhnya tertembus panah, kemudian ia minta agar panah tersebut dicabut ketika ia sedang shalat saja.  Ketika anak panah itu dicabut, ia seolah tidak merasakan sakit sama sekali lantaran khusyu’ dalam shalatnya.

Gerangan kondisi semacam apakah khusyu’ itu sebenarnya?  Apakah khusyu’ itu berarti tidak memikirkan apa pun selain shalat?  Apakah kita seharusnya tidak mempedulikan hal-hal duniawi ketika shalat?

Anggapan bahwa orang yang shalat dengan khusyu’ hanya memfokuskan pikirannya pada satu kegiatan (yaitu shalat) agaknya malah terbantahkan dengan berbagai teladan yang dilakukan sendiri oleh Rasulullah saw.  Beliau bahkan pernah melakukan shalat sambil mengasuh anaknya.  Ketika berdiri, anak itu digendongnya, dan ketika ruku’ atau sujud, anak itu pun diturunkannya.  Tentu saja hal ini menunjukkan bahwa beliau telah membagi pikirannya ketika shalat.  Di lain pihak, kita tidak mungkin menuduh Rasulullah saw. telah melaksanakan shalat dengan tidak khusyu’.  Kalau beliau saja tidak khusyu’, lalu siapa yang bisa melakukannya?

Di lain kesempatan, Rasulullah saw. juga pernah mempersingkat shalat berjamaah yang dipimpinnya karena mendengar tangisan seorang anak.  Beliau mempersingkat shalat karena sadar bahwa sang ibu pastilah merasa khawatir karena mendengar tangisan anaknya.  Artinya, beliau sempat berpikir dan membuat keputusan penting ketika sedang melakukan shalat.  Sekali lagi, Rasulullah saw. adalah contoh terbaik dalam hal shalat khusyu’.  Hal ini tidak bisa dibantah oleh siapa pun.

Jadi, bagaimanakah khusyu’ itu sebenarnya?

Memusatkan pikiran kepada satu hal dalam shalat agaknya tidaklah dimungkinkan.  Shalat itu sendiri terdiri dari berbagai gerakan dan bacaan.  Kita harus mengendalikan ucapan kita, membaca doa-doa dan ayat-ayat Al-Qur’an menurut aturan tertentu, dan hal itu pasti menuntut pembagian konsentrasi.  Demikian pula pengaturan gerakan pastilah memerlukan kesadaran yang cukup.  Jika kita melepaskan kesadaran dalam segala hal, maka barangkali shalat kita akan tampak seperti tari-tarian orang yang menelan ekstasi atau orang yang sedang kesurupan.  Tapi shalat tidak seperti demikian.  Shalat adalah rangkaian perbuatan yang dilakukan secara teratur dengan penuh kesadaran.

Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat.  Dan sesungguhnya shalat itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.  (Yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menjumpai Rabb mereka dan sesungguhnya mereka akan kembali kepada-Nya.  (Q.S. al-Baqarah [2] : 45 – 46)

Allah SWT sendiri mengatakan bahwa shalat itu berat (yang artinya memang seharusnya kita merasa bahwa shalat itu adalah suatu ibadah yang cukup kompleks).  Pada ayat ke-45 di atas, Allah menegaskan bahwa hanya orang-orang yang khusyu’ sajalah yang bisa mendapatkan manfaat terbesar dalam shalat.  Ayat selanjutnya memberi kita informasi yang kita butuhkan untuk memahami makna khusyu’ yang sebenarnya.

Cukup sederhana, ternyata.  Mereka yang khusyu’ ditandai oleh sebuah sifat : yakin bahwa dirinya akan menjumpai Allah (dalam shalat) dan suatu hari nanti akan kembali kepada-Nya.  Sederhana, tapi bukan perkara yang mudah.

Hal ini kemudian membawa kita pada berbagai konsekuensi.  Barangkali perlu dibuat berjilid-jilid buku untuk menjabarkan keseluruhan konsekuensi dari khusyu’ tersebut.  Yang jelas, mereka yang khusyu’ ditandai oleh sikap khidmatnya yang luar biasa ketika sedang melaksanakan shalat, karena mereka yakin bahwa mereka tengah ‘berjumpa’ dengan Rabb-nya, yaitu Dzat yang memiliki dirinya dan menjadi satu-satunya tempat kembali untuknya kelak.  Tentu saja masih banyak sikap lainnya yang akan muncul di luar shalat sebagai konsekuensi dari keyakinan ini, namun itu masalah lain lagi.

Sekarang kita telah memiliki sedikit gambaran mengenai sikap khusyu’ dalam shalat.  Konkretnya, kita harus meyakini bahwa ketika shalat kita sedang menghadap Allah SWT, bukan yang lain.  Dengan demikian, kita harus mengatur setiap ucapan dan gerakan kita.

Sebagai perbandingan, anggaplah Anda sedang berbincang-bincang dengan seorang ulama yang paling Anda hormati.  Bagaimanakah sikap Anda?  Tentu Anda akan mengatur ucapan Anda, khawatir kalau-kalau Anda akan memberikan kesan buruk di hadapannya.  Setiap kata yang mengalir dari mulut akan dipilih baik-baik dan diusahakan terucap dengan sejelas mungkin.  Tidak terburu-buru, tapi juga tidak terlalu lambat.

Bagaimana dengan bahasa tubuh Anda?  Tentu saja Anda tidak akan bergerak serampangan.  Anda tidak akan mengobrol dengannya sekedar basa-basi.  Anda tentu akan berbincang-bincang dengan sangat serius dan tidak membuat gerakan yang tidak perlu.  Anda tidak akan menggaruk-garuk ketiak di hadapan seseorang yang amat dihormati, bukan?

Sekarang refleksikanlah sikap tersebut dengan shalat Anda!  Tentu saja Allah SWT jauh lebih mulia daripada ulama mana pun, bahkan Dia-lah Yang Maha Mulia, tidak ada bandingannya dengan apa pun.  Jika kita mengatur ucapan dan gerak-gerik kita di hadapan seorang ulama, lebih-lebih lagi di hadapan Allah!

Kita berdiri tegak untuk shalat dengan postur yang sempurna layaknya prajurit yang akan melaksanakan upacara bendera.  Kita bersiap untuk melakukan sesuatu yang amat formal.  Ketika akan bertemu Allah SWT, tentu saja kita dituntut untuk mengatur sikap.  Kita menundukkan wajah kita, menatap ke arah sujud karena rasa takut dan khidmat kepada Allah.  Kehadiran-Nya bisa dirasakan di seluruh ruangan, bahkan seluruh alam berkhidmat kepada-Nya.

Kemudian mulailah kita mengangkat tangan untuk takbiratul ihram.  Tidak perlu terburu-buru, tidak perlu dilambat-lambatkan.  Gunakanlah waktu secukupnya untuk tetap merasakan kehadiran-Nya.  Setelah itu, mulailah membaca surah Al-Fatihah dan seterusnya dengan tertib.  Tidak boleh ada kata yang salah terucap, huruf yang tidak jelas makhraj-nya, kalimat yang tidak jelas maknanya, bacaan yang kita tidak mengerti maksudnya, dan penuturannya pun harus terlantun dengan indah bagaikan lagu.  Kita tengah berhadapan dengan Allah.

Setelah selesai membaca Al-Fatihah dan beberapa ayat tambahan, maka kita mulai melakukan ruku’.  Gerakan ini tidak dimulai jika bacaan kita belum selesai.  Sebaliknya, bacaan ruku’ pun tidak dilakukan sebelum kita benar-benar sampai pada posisi akhir ruku’ tersebut.  Segalanya harus tertib dan formal.  Di hadapan kita ada Allah Yang Maha Melihat.

Selanjutnya, setiap gerakan dan bacaan harus dilakukan dengan tertib, tidak saling mengejar dan memburu.  Selesaikan sebuah gerakan, baru membaca doa.  Selesaikan doa, baru melakukan gerakan berikutnya.  Tidak boleh ada overlap dalam sebuah ibadah formal.  Ini tidak main-main.  Demikian seterusnya hingga akhirnya kita mengucapkan salam sebagai tanda selesainya ibadah shalat.  Setiap rukun shalat harus ditunaikan sebaik mungkin, serapi mungkin, dan tertib.

Barangkali sahabat yang tertusuk anak panah tadi juga merasa sakit ketika anak panah itu dicabut dari tubuhnya ketika shalat.  Hanya saja, ia begitu merasa takut di hadapan Allah dan berusaha sedemikian kerasnya untuk bersikap tertib ketika shalat.  Ia tidak berani untuk sekedar mengaduh atau meringis kesakitan.  Ia tahu persis bahwa shalat adalah ibadah yang bukan main-main.  Ini ibadah serius.

Sumber

1. Masrukhul Amri. Shalat Khusyu. http://www.cybermq.com/cybermq/detail_kolom.php?id=98&noid=1 (diakses 16/10/06).
2. Khoirul Ummah. Shalat khusyu’ itu mudah dan saaangat nikmat. http://khairulu.blogsome.com/2005/10/26/shalat-khusyu-itu-mudah-dan-saaangat-nikmat/ (diakses 16/10/06).
3. Abu Sangkan. Simulasikan Blocking Mental. http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=3097 (diakses 16/10/06).
4. Shalat, Titik Awal Menuju Kebangkitan. http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&id=174272&kat_id=105&kat_id1=147 (diakses 16/10/06).
5. Sedikit Pemikiran Tentang Khusyu’. http://akmal.multiply.com/journal/item/168 (diakses 16/10/06).
6. Abu Sangkan. Pelatihan Shalat Khusyu’: Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam. Shalat Center dan Baitul Ihsan.

70 Responses to Shalat Khusyu: Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam

  1. eko yuliyanto says:

    saya berpendapt dengan sama yaitu bahwa kita hendaknya selau mengingat ALLAH dalam setiap nafas kita karena ia lah yang kita harapkan

  2. Budi Nugroho says:

    #eko yulianto: terima kasih atas komentarnya. salam kenal

  3. redcorp says:

    memang saya yakin sekali bahwa shalat merupakan meditasi tertinggi dipadukan gerakan yoga (yg sangat berguna bagi tubuh), dan lebih dari itu..hal pertama yang akan dipertanyakan di akhirat.Wallahu a’lam..

  4. Budi Nugroho says:

    #redcorp: saya sepakat dengan yang anda sampaikan. pada tataran tertentu shalat memang bisa memberikan manfaat bagi fisik kita. dalam hal ini bisa menjadi lebih sehat.

  5. Sunil Ismail says:

    terima kasih banyak atas penjelasan diatas, mudah2an dengan penjelasan diatas saya pribadi dapat mengaplikasikannya INSYAH ALLAH

  6. ayahlawe says:

    bagaimana halnya pendapat penulis dengan ajaran syeikh siti jenar, karena dia menganggap dirinya Allah dan Allah adalah dirinya.
    kalau keyakianan seperti ini dipakai sholat apakah bisa khusyu?

    • wong elek says:

      kita milik Allah
      Allah itu milik hambanya yang beriman

    • Orang Hina says:

      Sedikit slip dalam kata. Syech Siti Jenar juga manusia, mahluk Alloh sebagaimana tanah, tumbuhan, planet, jin, malaikat, surga dan neraka. Setahu saya ajaran beliau adalah bahwa manusia pada tingkat kema`rifatannya telah menjadikan dirinya menyatu dengan zat Alloh. Beliau telah melampoi zikir sirr. Zikirnya tidak lagi terucap akan tetapi sudah menyelususp melalui getaran seluruh sell tubuhnya, sehingga terasa tepat ucapan “Alloh adalah (dalam) dirinya”. Jika menganggap dirinya Alloh bukan dalam arti Alloh ilahiyah maupu Alloh rububiyyah akan tetapi dalam penyatuan ruh dalam zat ilahi. Cobalah ikuti petunjuk sholat khusyu`,suatu saat nanti akan terasa apa yang diucapkan Syech Siti Jenar Maaf, saya juga masih banyak salah.

  7. ahmad maulidizen says:

    menurut saya shalat khusyu itu tdk mudah karena membutuhkan hati yg benar2 ketika shalat mengingat Allah SWT bkn yg lain bahkan Ali bin abi thalib saja tdk mampu,tapi itu bkn alasan kita harus mencoba shalat khusyu dan melatih diri kita supaya lebih cinta kepada Allah , dan shalat pun merupakan warisan dari nabi kita muhammad Saw.di saat kita shalat seakan-akan Allah itu di depan kita dan benar tulus tertuju pada Allah , mari kita mencoba dan smoga Allah memberi kemudahan kepada kita smua . amien …. amien …… selamat mencoba dan smoga sukses dan kita termasuk umat nabi muhammad yg mendapatkan syafa’at dari beliau di hari akhir nanti.wassalam

  8. pagorano says:

    Alhamdulillah sebuah masukan yang bagus buat saya…karena selalu saya suka bertanya Bagaimana Sholat itu yang Sebenarnya…?
    Semoga saya bisa menerapkannya dengan Baik…
    Karena mungkin Tidak mudah…Tapi akan saya Lakukan sebagai Usaha
    Agar saya dekat dengan Allah….Satu – satunya Tempat Berserah diri, memohon ampunan.mohon perlindungan dan memohon pertolongan…..

  9. diva says:

    Memang betul sekali, manfaat sholat banyak sekali untuk kehidupan sehari2, bahkan untuk kesehatan badan. Hitung saja dari waktu berdiri,ruku, sujud kali 5x sehari dikali umur pertama saat kita sholat, bukan saja mengolah batin tapi juga mengolah badan kita. Kalau kita sering sholat sunnah seperti sholat malam bahkan insting kita bertambah kuat. Insya Allah.

  10. SAHDAN says:

    Saya setuju sekali kalo salat merupakan meditasi tertinggi dalam islam, bila kita dapat melaksanakan salat dengan khusuk, kita akan merasakan nikmat yang tiada bandingnya, ketika kita salat khusuk, ruh kita mendapatkan belaian dari sang penciptanya, waktu itu kita akan merasakan sebuah kehangatan dan ketenangan, kita akan merasakan seolah-olah hidup kita ini tiada artinya, segala masalah yang terjadinya pada kita hanyalah sebuah hal yang biasa, kebahagiaan hanyalah ujian bagi iman kita. Itulah mengapa orang yang salat bisa merasakan ketenangan hati, akhirnya salat bisa membuat tubuh kita sehat dan bisa menjauhkan diri dari segala penyakit, baik penyakit pada tubuh kita, maupun hati kita serta nafsu kita. PERCAYALAH BAHWA SALAT BISA MENCEGAH KITA DARI PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR. AMIEEN….

  11. hadi says:

    saya sangat berterimakasih atas ilmu yang telah dibagikan kepada saya..semoga Allah membalas dengan yang lebih baik….

    wassalamm

  12. ali says:

    Semoga penulisnya, Abu Sangkan, tambah kaya dengan buku itu.
    Semoga kita dapat menikmati shalat.
    Semoga pula kita tidak terlena dengan kenikmatan itu.
    Sebab bencana dan kelaparan, biaya sekolah anak tidak bisa diselesaikan dengan shalat khusyu kan…
    Islam sedang terjajah. Setelah nikmat sholat, mari pikirkan bagaimana Islam ya’lu wala yu’la ‘alaih. Tidak dianggap sebagai warta ke-3 dunia.
    Biarkan Kita shalat khusyu, sebelah kamar kita tetap bisa mesum kan. atau kelaparan kan…
    jadi kita pikirkan juga konsep Assolatu tanha ‘anil fahsya’i wal mungkar….
    Sholat yang bagaimana itu….

    • wong elek says:

      sholat itu mencegah perbuatan yang keji dan munkar
      kalo sholat kita bisa khusu’ hal itu akan berjalan dengan sendirinya karena hati kita akan menjadi lunak dan responsif terhadap keadaan sekitar kita
      khusu’ itu tidak di tenang2kan sholatnya tapi khusu’ emang khusu’
      insyaAllah seperti itu

  13. ali says:

    Islam terutama di Indonesia adalah warga kelas tiga di dunia ini: secara ekonomi, sosial, politik dan budaya.
    Kita hidup dalam kesusahan. Semua copet, semua orang gila, semua pengamen, semua pengasong di pinggir jalan 89% ber KTP Islam kan…..
    Mungkin mereka tidak kenal apa itu sholat…
    10an ribu tuna wisma, penghuni gubuk-gubuk di pinggiran sungai Jakarta, di bawah jembatan juga ber KTP Islam kan…
    mereka tidak kenal siapa Alloh, kecuali dari khutbah para ustadz yang mereka anggap dongeng. motos, dan peninaboboan agar tidak stres dari penderitaan. tapi tidak memberi solusi….
    Nah, ada hadits, mungkin palsu/nggak shoheh bilang: siapa yang sholat subuh tiap hari berjamaah selama enam bulan maka ia tidak akan miskin.
    Bagaimana itu…
    Kalau bisa diterapkan di Jakarta, kriminalitas, pelacuran, akan berkurang drastis kan….{ngobrol dengan saya: via e-mail: ajisokoaslama@yahoo.com}
    Semoga Allah memberi berkah kita semua. Amin

    • wong elek says:

      klo sholatnya bener g akan ada maksiat pak
      klo sholatnya bener pasti akan ikuti syariat islam yang di ajarkan

  14. hadi muhtadi says:

    Mantap

  15. Budi Nugroho says:

    #all: terima kasih atas kunjungannya

    • rafi says:

      Assalamualaikum……trus trang ak sangat senag bergabung.tentang diri dan ketuhan..kita sbagai hamba yg awam yg tidak jauh dt ksalahan tiap hr.shingga than seakan2 jauh dri kta.karena kita terslubung kmaksiatan…dan smoga d antra kt ad yg lbih makrifat tentang ktuhana..

  16. Ibrahim Marhaban says:

    Ass Wr Wb.
    Maaf Sholat bukan meditasi, Sholat adalah Doa atau kumpulan doa sebagaimana arti harfiah dari kata sholat itu sendiri.
    Dan doa terbaik adalah Al Qur,an. Oleh karena sholat Khusyu adalah Sholat yang banyak dibaca ayat Qur’an. maaf Abu Sangkan bukan mengajarkan Sholat Khusyu tetapi Sholat Kesurupan, tidak ada tuntunan Rosul Sholat model seperti itu, penulis terlahir dari keluarga torikot,guru kami tatkala dzikir bahkan bisa melihat Syurga dan Neraka, ayah kami kalau ingin pergi Haji cukup Dzikir semalam suntuk maka dia sudah sampai di Makkah. Saudaraku itu semua tipuan jin Astagfhfirullah.
    Wahai Saudaraku Shollu kama roaitumuni usholly, Sholatlah sebagaimana Aku Sholat sabda Nabi,Nabi tidak pernah meninggalkan Masjid dalam bersholat, Imam Syafii memakruhkan gerakan 3 kali, Abu Sangkan bahkan bergetar hampir meliuk liuk, guru kita para Ulama,karena Nabi sendiri berguru lewat Jibril AS,Abu Sangkan berguru langsung kepada Allah, ini reinkarnasi ALHALAJ Laknatullah. Sadarlah Saudaraku. afwan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

    • wong elek says:

      tolong pak dibaca dan di rasakan lagi makna yang terkandung dalam wahyu pertama yang di terima nabi Muhammad saw “al alaq QS96: 1-5″
      dimana Allah mengajarkan langsung kepada makhluk yang dia kehendaki

      nabi khidir juga dianggap menyimpang oleh nabi musa karena syariat musa dan khidir berbeda,tapi ini berbeda dengan keadaan ini tapi smoga kita dapat ambil hikmahnya saja kaerena andapun akan marah kalo ada imam yang sholatnya g tumakninah

    • penky kurniawan says:

      Asmlkm wr.wb
      hanya Allah lah yang tau..yang penting lakukan yg terbaik dalam sholat…hanya demi Allahlah kita sholat…ikhlas….bukan merasa paling benar sholatnya….yakinlah dalam hati sholat kita ditrima oleh Allah SWT…Amieen…
      Aslkm wrbkt….

  17. Budi Nugroho says:

    # Ibrahim Marhaban: wa’alaykumussalam warohmaullohi wa barokatuhu. terima kasih atas kunjungannya dan salam kenal. komentar anda sungguh baik sekali karena mengingatkan kita semua akan kemungkinan adanya penyimpangan.

  18. Ibrahim Marhaban says:

    Ana bisa sholat dgn berlinangan air mata aja dah alhamdulillah, gak p

    pitoyo marhaban wrote:
    > Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraakaatuh
    >
    > Ana mempunyai jamaah di Bekasi,Jatiasih, bermula komplex tersebut tidak ada Musholla, dengan semangat ukhuwah maka terwujudlah Mushalla yang kecil tapi Bagus, akan tetapi 1 orang jamaah tatkala Mushalla Jadi bahkan tidak pernah Shalat berjamaah lagi sampai hari ini, sudah sekitar 3 Tahun.
    > 2 Tahun yang lalu Jamaah tersebut Memberi Buku Dengan Judul ” Berguru Kepada Allah ” Karya Abu Sangkan. ke ana.
    >
    > Telah Ana Baca .
    > Isinya pertama adalah Tasawuf Imam Ghazali,Mengenai Hati yang tentu menarik.
    > Baru kemudian masuk ke Ajaran Sholat Khusyu yang Abu Sangkan ajarkan disini mulai tidak ada panduan kecuali Arahan Abu Sangkan.dan terakhir buku ini membahas masalah AL Halaj tokoh Wihdatul Wujud yang kemudian diikuti Syekh Siti Djenar yang dipaparkan tanpa kesimpulan.
    >
    > Kesimpulan Membaca : Ini adalah Torikot Wihdatul Wujud, yang banyak diyakini kalangan torikot sehingga timbul apa yang diistilahkan Ilmu Laduni, Yaitu Ilmu yang langsung datang dari Allah mirip Wahyu tapi bukan membawa syariat baru, Atau Istilah Kasyaf atau terbukanya Hijab seorang Hamba dengan Tuhannya,Dengan Syurga,dengan Neraka pokoknya yang berkaitan dengan yang ghaib.
    >
    > Bahayanya : Sholat Khusyu disini seperti meditasi,menyebut Allah sebanyak-banyaknya dimulai dengan apa yang dinamakan Patrap I,Patrap II dan Patrap III, yang murni ajaran Abu Sangkan, adalah menyimpangkan Sholat Khusyu Para Aulya yang mana para Aulya bertambah Khusyu dengan interaksi dengan bacaan Quran yang panjang sebagaimana contoh Rosul S A W,dengan Qiraat dan Tajwid yang indah ini semua diabaikan oleh Jamaah Abu Sangkan, mereka merasa transendential ( kesurupan )tatkala
    > mengikuti patrap-patrap tersebut. Sehhingga muncul tidak usah belajar Al Quran toh bisa Khusyu apalagi menghafal Al Quran kok repot banget, pada akhirnya tidak bisa khusyu tatkala berjamaah yang bising apalagi ada suara anak-anak.
    >
    > Pengalaman : ana sendiri terlahir dari lingkungan torikot, guru Ana tatkala dzikir diwaktu ana masih kecil sering transendential dan bisa melihat Syurga dan Neraka, Ayah ana semoga Allah memberi ampunan tatkala ingin ke Makkah maka malamnya dzikir sudah sampai ke Makkah.
    > Sewaktu ana masih kecil oh itu hebat sekali, tetapi tatkala kita telaah dengan ilmu agama, hal tersebut adalah tipuan jin yang membuat pelakunya mencukupkan diri dengan hal yang seprti itu
    >
    > Kesimpulan : Ajaran ini adalah Reinkarnasi Ajaran AL HALAJ maupun Syekh Siti Jenar untuk menfatwakan Sesat maka para Ulama seharusnya mulai menelaahnya.agar ummat tidak tersesat.
    >
    > Shollu kama roaitumuni Usholly .indahnya Sholat Rosul dan para shahabat yang mulia,baca sirah Nabawi tatkala rosul SAW mau wafat Shahabat Sholat Shubuh yang sangat indah dipimpim Abu Bakar Assidik ra.dirakat kedua Rosul Mulia membuka tirai kamarnya, beliau tersenyum indah melihat Sholat yang begitu indah,Abu bakar pun surut memberi kesempatan Nabi untuk turun dan memimpin Sholat, Tapi Rosul Mulia hanya tersenyum menunjukkan kebahagiaan,Sholat Shahabat yang menjadikan mereka kampiun Amar Ma’ruf Nahi Munkar,senyum terakhir beliau untuk kita semua.
    > Sholatlah kamu sebagaimana aku Shalat, Sabda beliau Quran bacaannya
    > ,Fiqh panduannya, Ulama pembimbing kita karena Ulama warasatul Anbiya.
    >
    > Wallahu Alam,Robbana la tuziq qulubana ba’da id hadaitana wahablana minladunka rahmatan innaka antal wahhab.
    >
    > Wassalamualaikum

  19. Andi Risma says:

    Terima kasih atas penjelasannya, rasa badan saya bergetar, tulang lemas, cemas, takut. Selama ini saya selalu sholat dgn terburu buru karena ditempat kerja ng’ada mushollanya jd sholat dibelakang meja & teman teman jg sering mondar mandir.
    Insya Allah Aku ingin belajar… dan apa yg sudah aku baca akan aku sampaikan kepada suamiku…Terima kasih banyak..Wassalamuaalaiku. Wr.Wb.

  20. yoanda says:

    kadang karena kegiatan sehari2 yang padat..pas shalat jadi ke ingat2 kegiatan tsb. padahal seharusnya bisa saja dipikirkan sesudah shalat..tapi ya susah juga…ada tips ga”? makasih sebelumnya postingannya bagus…sangat membantu…ASSLM

  21. masmintar says:

    Banyak orang yang argumen aneh aneh masalah sholat khusu, saya baru saja mengikuti pelatihan sholat khusu di surabaya.

    Jadi masalah sholat itu masalah roh, sangat sulit dilogika dengan alasan apapun. Sangat terasa bedanya antara itu Jin dan dari Allah.
    Jika setelah sholat hidup anda bisa tenang, dan amalan anda di kehidupan sehari hari bisa lebih baik. Maka sholat khusu itu telah membuahkan hasil.
    Jika dengan sholat itu yang maling bisa tidak jadi maling, yang tiap hari melacur bisa sadar itu dosa dan tidak mengulangi.
    Maka sholat khusu itu jalan keluar.

    Janganlah anda berselisih jika anda belum tahu dan merasakan nikmatnya Bertemu dengan Allah.
    Saya sering bertemu setan, jin dan sanget jauh beda dengan betemu Allah.
    Hanya Allah yang tahu,
    Maafkan saya.

    • wong elek says:

      setuju pak, itulah pengalaman jiwa yang berjalan dengan ruh

      tapi mbok yo ojo ngomong habis ketemu jin setan gitu karena mereka itu penuh kebohogan, wujud mereka g ada yang asli

  22. nana says:

    Alhamdulillah saya dapat membaca artiket ini… Insya Allah Aku ingin belajar, belajar dan belajar…. Semoga aku menjadi lebih baik dari pada hari ini… Amien…

  23. irvan says:

    bagaimana mengukur kekhusu’kan shlt seseorang???

  24. Budi Nugroho says:

    #Ibrahim Marhaban: terima kasih sekali, bapak selalu mengingatkan saya dan kita semua. mudah-mudahan dengan pengingat dari bapak kesadaran kita terhadap kehidupan beragama kita makin kuat, terutama dalam menjalankan salah satu rukun Islam yaitu sholat.
    #Andi Risma, yoanda, masmintar, nana dan irvan: terima kasih atas kunjungannya. berbagai pengalaman akan hal-hal yang baik insyaalloh tidak ada ruginya, termasuk ibadah juga. tips untuk sholat khusyuk saya kira lebih bersifat pengalaman pribadi. saya tidak dapat memberikan contohnya kecuali dari berbagai literatur yang membahas sifat sholat nabi saw. kalau kita cari dari Google dengan kata kunci “sifat sholat nabi” ternyata sudah cukup banyak (163.000 temuan). kalau mengukur kekhusyukan sulit juga, khusyuk itu lebih bersifat pengalaman spiritual saya kira. kalau secara fisik tentunya kita mengacu kepada sifat sholat nabi saw, misalnya harus tumakninah. tapi yang bisa mengetahui apakah sholat seseorang itu khusyuk atau tidak tentunya hanya Alloh swt. akhirnya penilaian akhir akan ditentukan kelak di hari perhitungan.

  25. alam says:

    ringkasan yang bs mencakup aspek yang terdapat dlm buku tersebut. goodluck

  26. Putra says:

    Assalamualikum wr wb.

    Subhanallah, Bila Allah menghendaki maka apapun dapat terjadi. Rizky, bencana. kekhusyukan dalam Sholat, dll, ” Kebaikan, kesempurnaan hanyalah milik Allah ”
    Alhamdullilah mas Budi telah membagi pengalamannya bagai mana merasakan sholat dalam keadaan khusyu.Semoga para Ikhwan yg lain bisa merasakannya juga, amiin.
    Saya juga telah mengikuti pelatihan sholat khusyu,yg di bimbing oleh 1. Ustad Insufri Idrus Sambo 2. Ustad Abd Aziz.SE.
    Yang paling mendasar untuk kita pahami makna ucapan sholat tersebut,sesuai QS AN Nisa ,43.Sudahkan kita intropeksi diri, bahwa kita tidak penah melakukan perbuatan mungkar ( sombong,ria,iri hati,tidak perduli, berdusta ,marah, malas,dll ).kalau sifat ini masih kita lakukan, maka sholat kita tidak memberi makna dan pembelajaran pada ruh/Jiwa kita, seperti dalam QS Ankabut,45.
    Pahamilah peringaran dan petunjuk dari Allah dalam Alqur’an : An Nisa’ ayat:43 dan Ankabut :43 Semoga surah ini menjadi motifasi kita dalam melaksanakan Sholat dan meningkatkan kualaitas hidup yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi diri kita, lingkungan dan pasti, Allah maha tahu apa yg terbesit dalam hati manuasia.
    Semoga Bermanfaat.

  27. Putra says:

    Assalamualikum wr wb.

    Subhanallah, Bila Allah menghendaki maka apapun dapat terjadi. Rizky, bencana. kekhusyukan dalam Sholat, dll, ” Kebaikan, kesempurnaan hanyalah milik Allah ”
    Alhamdullilah mas Budi telah membagi pengalamannya bagai mana merasakan sholat dalam keadaan khusyu.Semoga para Ikhwan yg lain bisa merasakannya juga, amiin.
    Saya juga telah mengikuti pelatihan sholat khusyu,yg di bimbing oleh 1. Ustad Insufri Idrus Sambo 2. Ustad Abd Aziz.SE.
    Yang paling mendasar untuk kita pahami makna ucapan sholat tersebut,sesuai QS AN Nisa ,43.Sudahkan kita intropeksi diri, bahwa kita tidak penah melakukan perbuatan mungkar ( sombong,ria,iri hati,tidak perduli, berdusta ,marah, malas,dll ).kalau sifat ini masih kita lakukan, maka sholat kita tidak memberi makna dan pembelajaran pada ruh/Jiwa kita, seperti dalam QS Ankabut,45.
    Pahamilah peringaran dan petunjuk dari Allah dalam Alqur’an : An Nisa’ ayat:43 dan Ankabut :45 Semoga surah ini menjadi motifasi kita dalam melaksanakan Sholat dan meningkatkan kualitas hidup yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi diri kita, lingkungan dan pasti, Allah maha tahu apa yg terbesit dalam hati manuasia.
    Semoga Bermanfaat.

  28. Putra says:

    Assalamualikum wr wb.

    Subhanallah, Bila Allah menghendaki maka apapun dapat terjadi. Rizky, bencana. kekhusyukan dalam Sholat, dll, ” Kebaikan, kesempurnaan hanyalah milik Allah ”
    Alhamdullilah mas Budi telah membagi pengalamannya bagai mana merasakan sholat dalam keadaan khusyu.Semoga para Ikhwan yg lain bisa merasakannya juga, amiin.
    Saya juga telah mengikuti pelatihan sholat khusyu,yg di bimbing oleh 1. Ustad Insufri Idrus Sambo 2. Ustad Abd Aziz.SE.
    Yang paling mendasar untuk kita pahami makna ucapan sholat tersebut,sesuai QS AN Nisa ,43.Sudahkan kita intropeksi diri, bahwa kita tidak penah melakukan perbuatan mungkar ( sombong,ria,iri hati,tidak perduli, berdusta ,marah, malas,dll ).kalau sifat ini masih kita lakukan, maka sholat kita tidak memberi makna dan pembelajaran pada ruh/Jiwa kita, seperti dalam QS Ankabut,45.
    Pahamilah peringaran dan petunjuk dari Allah dalam Alqur’an : An Nisa’ ayat:43 dan Ankabut :45 Semoga surah ini menjadi motifasi kita dalam melaksanakan Sholat dan meningkatkan kualitas hidup yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi diri kita, lingkungan dan pasti, Allah maha tahu apa yg terbesit dalam hati manusia.
    Semoga Bermanfaat.

  29. adjie says:

    untuk saudaraku IBRAHIM MARHABAN.
    walaupun sayu tidak tahu banyak tentang karya Abu Sangkan dan juga tidak setuju dengan teorisasi khusuk.karena khusuk adalah wilayah rasa dan bahasa verbal tidak akan mampu untuk mengutarakannnya.
    tapi saya jugat tidak sependapat dengan Ibrahim Marhaban, satu hal yang menjadi kritik adalah jangan seakan-akan menjaid “Jubir” Allah dengan menganggap orang yang bersebrangan sebagai sekutu jin.kalau boleh tanya, apakah anda tau tentang existasi jin?jangan-janangan cuma dengar-dengar….kata si…. dan dari buku….(hal itu subjective dari sumber yang anda peroleh)Kalau memang tidak tau jangan sampai menuduh orang bersekutu dengan jin. ketahuilah wahai saudaraku jangan “memepersempit” pengetahuan Allah dengan “secuil” ilmuNya yang anda tau (saya juga ga tau epistimolgi anda dalam memahami islam). sadarilah bahwa kebenaran yang anda pahami belum tentu benar menurut Allah. karena Dialah pemilik kebenaran yang hakiki. alqur’a dalam hemat saya banyak diungkapkan dengan menggunakan bahasa yang general (dan ini yang banyak menimbulkan penafsiran), karena dengan pengunkapan yang general maka Alquran bisa masuk dalam seluruh bidang kehidupan manusia, ekonomi, budaya, tehnologi, dan spiritual.dan karenanya juga alquran juga berada lintas ruang dan waktu.
    so, kontrol bahasa anda dan jangan menganggap orang yang bersebrangan dengan anda sebagai orang sesat. Allahu a’lam bisowab

  30. kholis says:

    sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar,tp banyak orang yang sudah melakukan sholat dengan teratur tapi masih aja orang itu masih mau aja berbut zolim.sebenarnya apa yang salah didirinya.apakah sholatnya ataukah imanya yang kurang kuat?

  31. erfan says:

    @ibrahim marhaban:sholat mencegah perbuatan keji dan munkar….jika mengatakan dan menuduh orang bersukutu dengan jin secara tidak berdasar..nah lho???jika menganggap sholatnya lebih benar daripada Abu Sangkan mengapa dgn keji memfitnah sesama Islam???dmn fungsi sholat untuk anda??dilematis dan konyol sekali pernyataan anda…bahkan nenek2 salto pun tahu tuduhn anda itu adalah berdasar emosi..terlihat dari pemilihan bahasa yg tdk mencerminkan kepribadian muslim…Abu Sangkan berhasil membawa banyak pribadi menjadi lebih dekat pada Allah…fungsi sbg khalifatullah fil ardhy telah dijalankan…kalau anda??apa yg telah anda perbuat utk kemaslahatn umat???hanya Allah dan anda yg tahu….lakukan refleksi diri…mari berpegangan tangan memajukan umat Islam di Indonesia…

  32. deteksi says:

    terimakasih informasinya mas budi nugroho, sangat bermanfaat buat saya ;)

  33. dodot prastijono says:

    trima kasih atas uraian mudah2an ilmu yang anda paparkan menjadikan jembatan rahmat buat saya pribadi terutama dalm sholat menghadap Alloh, kiranya ada masukan2 untuk meningkatkan ketakwaan saya mohon kiranya saya diberikan informasi tks

  34. nd_tw says:

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Maaf saya mau ikutan nieh…
    Jujur, sewaktu saya sholat seringkali saya dikelilingi pikiran, ‘ini batal’… sehingga saya sholat selalu lama melakukan persiapan… kalau sholatnya paling hanya 5 – 10 menit, itu juga saya kadang suka kurang yakin… sehabis saya sholat selalu kepikiran…

    Mohon dibantu dengan sarannya…

    …..Thanks b4…..

  35. ibrahim yahya maqdisi says:

    salam kenal. sebelumnya ungkapan kagum pada saudara budi nugroho cukup bijak dalam merespon, terlihat setelah membaca koment saudara ibrahim marhaban (bukan ibrahim yahya yaa) yang terlihat kaku, literal, berideologi horor, berpandangan mata kuda, kurang cerdas untuk melihat suatu karya..indra keenam saya :)mengatakan dia WAHbabi, ma’af wahabi. tapi tetap seperti apapun dia, seburuk dan sebobrok apapun dia adalah saudara muslim kita, kadung telah bersahadat, darahnya harom untuk ditumpahkan, kehormatannya juga harus dijaga, selama kita bisa tentunya. semoga org seperti beliau dibukakan mata hatinya, allah berikan keterbukaan dan kesibukan untuk melihat kekurangan diri sendiri, dan menutup kekurangan pada orang selainya,,amien. dan insy kita semuanya khususnya alfaqir sendiri

  36. iyan says:

    Salam sejahtera, terima kasih Mas Budi nugroho telah memberi gambaran yg jelas ttg sholat khusyu. Tapi saya tetap kesulitan melakukannya. Pengetahuan saya ttg Islam tidak banyak, yg saya tahu saya harus berbuat baik kpd semua orang dan jangan sakiti orang lain. setiap sholat saya selalu ingat akan dosa dosa saya yg telah lalu dan itu sangat mengganggu sholat saya. Seakan akan ada keraguan bahwa sholat saya tdk akan diterma oleh Allah krn kesalahan masa lalu. Bisakah saya diberi gambaran yg jelas utk maslah saya ini?

  37. fery says:

    apalagi yang bisa qt banggakan, kpd siapa qt senantiasa berharap. doa adalah gugusan semua pinta qt pd sang khaliq, agar smua pinta qt IA dengar & dikabulkan olehNYA, berharap selelu dalam lingkaran rahmatnya.

  38. iyan says:

    Terima kasih Mas Fery, kita memang tidak boleh menyerah. semoga kita berada di dalam lingkaran rahmatnya. Amien

  39. lilik says:

    ikutan boleh ya!sy tdk ingin membela ibrahim marhaban,
    kata2 dia ada benarnya juga krn kita orang awam hrs berhati2 belajar kpd siapa, krn banyak ilmu sesat yg berkedok agama islam,klo kita ikuti akan membw kita kedlm neraka.Soal buku abu sangkan sy blm pernah baca
    & sy tdk perlu berkomentar krn sy gak baca,yg penting kita sholat sesuai syarat &rukun.Ttg or yg sholat msh maling,dll,artinya dia tdk takut dosa,sholat buat kedok.Klo ada or yg mengingatkat kita,spy tdk tersesat hrs kita dengar juga.Kita tau ajaran agama lain yg sembayang dg cara lain/meditasi,mereka merasa dekat dg Tuhan & jadi or baik,tapi tentu kita tdk ingin keliru ikut ajaran yg sesat/bukan islam, yg penting kita hrs waspada saja,krn ini menyangkut akherat,semoga kita dlm lindunganNya…amin!

  40. wirosablenx says:

    ijin copas

  41. tambigudel says:

    alhamdulillah, setelah saya mencoba menerapkan cara yang ada pada ebook tentang shalat khusyu itu mudah, saya mulai dapat merasakan nikmatnya mendirikan shalat, hati yg selama inikeras bagaikann batu tak mampu untuk membendung airmata keharuan saat sujud dan dikala berdoa kepada allah.

  42. Alhmadulillah masih ada yang mau berbagi ilmu lewat dunia maya. semoga bermanfaat untuk kita semua.

    semoga lebih banyak lagi.
    ingat karena Allha selalu bersama dalam hati kita.

  43. setio adi says:

    Assalamualikum,menurut saya yang penting kita sholat dulu, masalah sholat kita khusyu apa ngak biar Allah yang menilai , carilah ulama yang mumpuni yang menjadi panutan di masyarakat dan bergurulah kita kepadanya wassalam

  44. Budi Nugroho says:

    to all: terima kasih atas kunjungannya dan berbagi pengalaman dalam topik ini. salam kenal dan salam ukhuwah dari saya.

  45. bashiroh says:

    ass…utk sdrku ibrahim marhaban, salam kenal. maaf sy tdk pandai berdiplomasi.cm mo blg jgn trll cpt memponis org sesat klo anda sendiri belum tahu sholat yg sebenarnya itu seperti apa.sholat bkn cm bacaan n gerakan.sholat jg adlh mi’raj. thkah anda beda isra n mi’raj?(pahami bnr, mgp malaikat jibril as hanya mendampingi rasul smp batas daerah tertentu?)beribadah itu harus dg ilmu, itu bnr.ilmu berkaitan erat dg akal, tp utk menuju kpd Allah apakah ilmu hrs dipegang terus. apakah Allah terjangkau dg akal? rasul bs smp kpd Allah dg sifat ummi. mgp disebut ummi ? pdhl rasul punya semua derajat ilmu yang tak terbandingi. maaf anda pst bingung dg klmt2 sy, tp inilah uniknya klo qt berbicara tentang Sholat n Allah. agama jgn dibhs hanya dg 1 sisi, krn semua ibdh itu ada syariat n hakikat. sy sgt sng skl klo anda mo merespon/beragument kt2 sy.mari qt sharing. forum ini bkn utk berdebat tp utk menmbah wwsn n ilmu utk bekal hr yg telah ditentukan. smp disini dl.wass…

  46. [...] Shalat Khusyu: Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam April 2007 52 comments 3 [...]

  47. RINAL says:

    ijin copy ya mas trmksh sblmnya..

  48. tj says:

    ini sangat membantu

  49. Sitoning25 says:

    Kenikmatan tertinggi adalah shallat. Kalau shallat khusyu tidak jadi dambaan,lebih baik tidak shallat.Habis waktu,jengkang jengking ora ana gunane,paling paling dipuji maratuane.Ilmu yang baik kita ambil,kita coba,cocok dan sefaham kita teruskan,tidak cocok buang,cari refensi yang lain. Gitu looh !

  50. Aji says:

    Blog berkualitas….tks

  51. faustus eberle…

    [...]Shalat Khusyu: Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam « Budi Nugroho | Islam, Artikel, Tata Kelola TI, Knowledge Management, Perpustakaan, Riset, Beasiswa, Call for Papers, Catatan[...]…

  52. Article Marketing Robot Review…

    [...]Shalat Khusyu: Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam « Budi Nugroho | Islam, Artikel, Tata Kelola TI, Knowledge Management, Perpustakaan, Riset, Beasiswa, Call for Papers, Catatan[...]…

  53. imas says:

    penjelasanya bagus dan bermanfaat ,semoga pemahaman kita terhadap ibadah islam ini makin mendalam dan mendapatkan kelurusan tujuan ,amin

  54. Karttto says:

    Dan saya tutup perdebatan ini dengan wa billahi taufik wal hidayah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  55. teguh says:

    “pengalaman / perjalanan rohani” tiap orang mungkin berbeda, yang penting luangkan waktumu untuk sholat… bener gitu???

  56. onegathfaan says:

    ass… tuk ibrahim marhaban anda jng fitnh gitu z, pa abu sangkan mengajarkan shalat itu dgn keadaan sadarpenuh bahwa kita shalat itu sdg bertemu dg Allah, sdg berkomunikasi dg Allah bukannya kesurupan sepeti yg anda sangka, mungkin anda yg sdg keurupan sehingga keluar kata2 yg kurang baik menurut etika islam

    • R.Nurma Aspiasari says:

      Untuk ibrahim marhaban, kalau memang menyangka solat seperti ini menyesatkan apalagi smpai bilang bersekutu dgn jin. bagaimana cara solat yang dibenarkan menurut anda? Setau sy, solat adalah mendekatkan diri kpd Allah tentunya dgn cara khusu dan merasakan ketenangan di dalam nya.. Khusu itu bnr2 merasa sgt dekat dgn Allah dan ketika dekat dgn Allah tidak mungkin kan kita melakukan tindakan tergesa2\atau cpt2 selesai tentunya dilakukan hrs penuh dgn keikhlasan dan fokus. Sy pernah solat tdk khusu selalu ingin cepat2 udahan dan sy akhirnya tdk merasakan ketenangan. Jd solat seperti apa yang hrs dilakukan menurut anda? Sy jd bingung.

  57. syarif Alfalaqi says:

    untuk ibrahim …anda jangan memfitnah seseorang dengan dalil…dan lelucon islam yang KERING anda ..
    saya yakin jiwa anda masih kering ………coba dulu baru komentar jangan komentar dulu sebelum mencoba……

    dengan sholat khusyu anda bisa merasakan keindahan dan mampu meliat keindahan allah dan ciptaannya ……?

    kelezatan ISLAM dapat dirasakan dengan memahami dan mengerjakan HAKIKAT SHOLAT …
    jika kita sudah mersakan keindaan allah ….semua jenis keinginan dalam kesaktian,mukjizat dll. seperti yang anda sebut kan tersebut dengan sendirinya akan SIRNA karena keindaan allah jauh lebih dari semua dari yg anda pikirkan

  58. Magda says:

    Terimakasih, tulisannya sangat bermanfaat. Salaam.

  59. joko sulistiadi says:

    Terimakasih pak Budi Nugroho , tulisannya menggugah untuk saya merenungan melihat kedalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: