Beberapa pendapat tentang Baby Walker


Ketika anak saya menginjak usia 8 bulan dan mulai belajar berjalan saya bersama istri berfikir untuk membelikan baby walker sebagai alat bantu berjalan. Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari beberapa literatur ternyata penggunaan baby walker tidak direkomendasikan. Agar tidak salah mengambil keputusan kami membaca sebanyak mungkin informasi mengenai baby walker dari majalah-majalah koleksi kami dan dari internet. Informasi yang kami peroleh mendorong kami untuk tidak menggunakan baby walker untuk anak kami.

Sebagai solusinya kami harus rela mentitah kesana-kemari, dan memang dibutuhkan ekstra kesabaran. Maklum anak kami termasuk anak yang aktif, hampir tidak mau diam kecuali pada keadaan tidur.

Alhamdulillah hingga saat ini kami tidak pernah menggunakan baby walker dan anak kami telah mampu berjalan merambat dan berpegangan dinding atau sofa dengan sendirinya.

Berikut ini beberapa hasil penelusuran informasi mengenai penggunaan baby walker.

Tanya :
“Moms, saya mau tanya tentang baby walker, efek negatif dan positifnya. Karena ada pendapat yang mengatakan kalau ingin bayinya cepat berjalan, gunakan baby walker. Tetapi ada juga yang berpendapat jangan gunakan baby walker karena akan memperlemah system motoriknya. Jadi, bagaimana ya, pakai baby walker atau tidak ?” [Abr]

Jawab :
“Saya tidak tahu apakah menggunakan baby walker bisa memperlemah system motoriknya, tetapi semua anak saya tidak ada yang menggunakan baby walker. Dan mereka sudah bisa berjalan di usia 9 bulan.” [Lit]

“Kalau saya tidak menggunakan baby walker buat anak saya dan walaupun tidak menggunakan baby walker, dia sudah bisa berjalan saat usianya 1 tahun Karena selain membaca dari majalah mengenai dampak negatif baby walker, saya perhatikan memang lebih banyak bahaya daripada manfaatnya. Lebih baik menggunakan cara tradisional saja, anak diajar jalan sambil dipegang tangannya, dititah istilahnya.” [Jn]

“Sebenarnya pemakaian baby walker itu tidak memperkuat otot paha, hanya otot betis, padahal untuk bisa berjalan dengan lancar dan benar, fungsi otot paha sangat penting. Selain itu, dari survey ditemukan kecelakaan pada bayi sering terjadi karena penggunaan baby walker, kalau tidak salah menempati urutan pertama, urutan kedua diduduki oleh high chair (cmiiwp…). Karena kedua alasan di atas, penggunaan baby walker tidak direkomendasi. Sulungku dulu pakai baby walker dan baru ‘berani’ berjalan lancar umur 14,5 bulan. Si bungsu tidak menggunakan baby walker, lancar berjalan umur 12 bulan. Apakah ini berkaitan langsung, saya tidak begitu yakin, tapi begitulah kenyataannya.” [St]

“Anakku sih menggunakan baby walker sejak umur 6 bulan. Mulanya saya agak ragu – ragu juga membelinya karena mendengar tentang bahayanya tapi ternyata baby walker itu bahaya karena banyak menyebabkan cidera, apalagi yang berbentuk bundar dan mudah terbalik.. Saya membeli yang kotak bentuknya dan ternyata cukup kokoh, tidak mudah terbalik. Selain itu apabila anak menggunakan baby walker harus lihat sekelilingnya apakah ada naikan/turunan di lantai atau tidak, ini juga dapat menyebabkan anak terbalik. Sekarang anakku sudah 10 bulan, tidak mau menggunakan baby walker lagi karena sudah mulai jalan sendiri. Manfaatnya, apabila menggunakan baby walker pada saat anak belajar berjalan, si anak tidak terbentur – bentur dan dengan baby walker itu jarak jangkau dia jadi terbatas (maksudnya tidak bisa menjangkau gelas ditengah meja misalnya). Sedangkan apabila tidak menggunakan baby walker anak kesana kemari belajar berjalan sendiri sambil terbentur – bentur dan menjangkau segala macam benda. Jadi apabila kita sedang lelah, taruh saja dia di baby walker, batasi daerah kelilingnya dan biarkan dia kesana kemari sendiri dengan aman.” [Fio]

“Anakku juga pakai. Sejak umur 7 bulan. Pokoknya sejak bisa berdiri. Saya memakai babywalker saat memberi makan saja. Soalnya kalau dia didudukkan di strollernya, dia malah berusaha keluar dari stroller atau berusaha memanjat strollernya, akhirnya acara makan jadi bubar. Jadi saya menggunakan baby walker yang ada sedikit meja kecilnya, jadi mainannya bisa diletakkan di situ. Kalau mau memberi makan, dia didudukkan di baby walker, diberi piring plastik dan sendok berisi makanan (yang biasanya buat dilempar-lempar atau diremas-remas), lalu sambil dia kesana kesini dengan baby walkernya, saya suapin makanannya. Selain saat memberi makan, baby walkernya nyaris tidak pernah digunakan. Sejak umur 10 bulan, anakku sudah tidak menggunakan baby walker karena sudah mulai suka merambat. Jadi aku taruh di baby box  upaya berdiri dan jalan berputar-putar sambil disuapi.” [Fer]

“Disini (Amerika) baby walker yang model duduk sudah tidak diproduksi lagi karena banyak sekali kejadian bayi yang tiba-tiba ke jalan atau menggelinding turun dari tangga dengan baby walker ini. Lebih baik menggunakan baby walker model lain (yang tidak duduk). Anak-anakku dulu juga menggunakan semacam stroller kecil yang ada bebek-bebek didepannya jadi apabila didorong bebek tersebut keluar dan bunyi kwek-kwek-kwek hihihi lucu…, dan rodanya juga tidak secepat baby walker yang berbahaya itu.” [RK]

Asuhan: Prof. dr. H. Azhali, M.S. Sp. AK
”Baby Walker”, Bahaya untuk Anak
Belajar Jalan Memakai Roda
DOK, putri saya (10 bulan) sedang belajar berdiri. Sebelumnya saya berniat mempergunakan roda untuk membantunya berdiri. Tapi saya mendengar informasi bahwa penggunaan roda kurang baik untuk pertumbuhan tulang belakangnya kelak.
Yang ingin saya tanyakan:
Apakah benar jika anak belajar berdiri dengan roda maka perkembangan tulang belakangnya akan terganggu dan gangguan seperti apa yang mungkin timbul?
Bagaimana kita mengetahui bahwa anak kita memang sudah waktunya belajar berdiri dan berjalan? Karena ada tetangga saya, anaknya sejak umur tujuh bulan sudah belajar berdiri, dan sekarang kedua kakinya cenderung bengkok.
Ny. Dody-Cibiru
Sebelumnya saya akan mengemukakan beberapa data dari the American Academy of Pediatries (AAP) tentang pemakaian roda atau lebih dikenal sebagai baby walker (BW). Diperkirakan sekira 8.800 bayi usia 15 bulan masuk RS pada tahun 1999 dan 34 bayi meninggal sejak 1973-1998 karena BW. Pemakaiannya berbahaya walaupun dalam pengawasan orang dewasa, karena dapat jatuh dari tangga yang mengakibatkan patah tulang dan gegar otak; mengalami luka bakar karena meraih air panas, api, atau panci; tenggelam dalam kolam atau bath tub; bahkan teracuni karena meraih dan minum bahan-bahan beracun. Bayi yang memakai BW dapat bergerak >3 m/detik! Sehingga BW tidak aman digunakan walaupun dalam pantauan orang dewasa.
Pada umumnya ibu sering berpikir bahwa BW membantu bayi belajar jalan, namun faktanya BW tidak membantu bayi berjalan lebih dini, bahkan dapat memperlambat kontrol normal otot dalam belajar berjalan.
Kemampuan berdiri dan berjalan bayi merupakan satu kesatuan perkembangan motorik kasar. Sejak usia 2 bulan, diharapkan bayi dapat mengangkat kepalanya sendiri, berangsur-angsur sampai pada usia 6 bulan mampu duduk tanpa dipegang, kemudian mulai belajar berdiri, sampai pada usia 12 bulan mampu berjalan sendiri.
Sebagai orang tua dapat memfasilitasi perkembangan motorik kasar anak, dengan memberikan tempat khusus agar anak dapat leluasa bergerak, mendudukkan pada kursi bayi yang tinggi, atau menggunakan stationary walker, yaitu suatu BW tanpa roda. Memberikan rangsangan pada bayi agar mau beringsut ke depan meraih benda, sehingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri. Tentunya hal itu memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Semoga informasi yang saya berikan dapat membantu ibu dalam mengajar putrinya berdiri.

Baby-walker membantu bayi lebih cepat belajar berjalan
SALAH. Bayi yang menghabiskan waktunya dengan walker akan belajar duduk, merangkak, dan berjalan -justru- lebih lambat dari mereka yang belajar berjalan sendiri [proven for my son!]. Duduk di walker membatasi gerakan otot mereka. Lebih signifikan lagi, walker berbahaya! Resiko terjatuh dan terluka lebih besar. Hampir sekitar 14.000 kecelakaan akibat pemakaian walker dan 34 anak meninggal sejak tahun 1973 karena menggunakan walker [maap gak bisa nampilin sumber online penelitian ini di mana].

Penanya: Dendy CP (dendy c putranto@…….) di Semarang
mohon saya diberi informasi tentang penggunaan “Baby Walker”, apa effect-nya terhadap anak saya, sementara data anak saya perempuan  8(delapan)bulan usianya mohon informasinya.
Jawaban:
Dengan hormat,
Saat ini di Amerika Serikat, pemakaian baby walker tidak dianjurkan lagi. Secara ilmiah, pemakaian baby walker tidak merangsang otot-otot yang digunakan untuk berjalan, jadi tidak sesuai dengan tujuannya yaitu untuk membantu bayi belajar berjalan, malahan anak akan menjadi malas belajar jalan. Bahkan di AS, terbukti menjadi salah satu penyebab kecelakaan pada bayi/ anak. Di sini, pada umumnya dokter anak juga tidak menganjurkan lagi tetapi penyuluhan tentang ini kalah dibandingkan dengan iklan alat tersebut yang gencar.
Dr. Nia K

Bolehkah menggunakan baby walker?
Written by Dr. Ika Fitriana
Dina saat ini berusia 9 bulan dan sudah bisa berdiri, bahkan mulai berjalan berpegangan. Gerakannya yang makin lincah dan keinginannya berjalan ke sana-kemari membuat orang kelelahan menjaga. Sepertinya menggunakan baby walker merupakan saat yang tepat, namun amankah untuk anak?
Memakai baby walker untuk bayi yang sedang belajar berjalan sebenarnya telah menjadi “tradisi” sejak –setidaknya- pertengahan tahun 1600-an, dan baru dua dekade belakangan, para ahli menemukan bahwa bahayanya jauh melebihi keuntungannya. Di negara maju, diperkirakan 25.000 anak per tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat akibat kecelakaan yang berkaitan dengan baby walker. Tentunya timbul pertanyaan, mengapa demikian?
Penyebab kecelakaan tertinggi
Di antara seluruh produk untuk bayi, baby walker menuruti peringkat pertama penyebab kecelakaan pada anak kecil dengan angka cukup signifikan. Bahkan, tak main-main, sebuah penelitian pada 271 anak yang celaka akibat baby walker, 96%-nya terjadi akibat anak jatuh dari tangga saat ia memakai baby walker-nya. Kasus yang lain yang pernah dilaporkan adalah jari terjepit, tersandung, luka bakar, ataupun menelan benda asing.
Pemakaian baby walker terbatas pada usia tertentu yaitu usia 5-15 bulan, ketika bayi sudah mulai duduk tegak namun belum dapat berjalan sendiri. Ini menyebabkan kecelakaan paling banyak terjadi pada usia tersebut.
Berikut hal-hal yang sering terjadi:
Jatuh. Ini yang paling banyak terjadi. Bayi bergerak dengan cepat, tersandung, dan baby walker terguling membuat ia terbentur benda keras atau jatuh ke lantai, lebih parah lagi bila jatuh ke tangga. Penelitian menunjukkan, 60-90% kecelakaan di tangga berhubungan denga baby walker. Banyaknya anak tangga berkorelasi dengan keparahan kecelakaan dan lantai yang keras di dasar tangga juga turut memperparahnya. Kepala adalah anggota tubuh yang paling sering terkena dibandingkan anggota tubuh lain.
Terbakar atau terluka. Dengan memakai baby walker, anak dimungkinkan meraih benda-benda di tempat lebih tinggi yang berbahaya untuk mereka seperti gelas berisi air panas, pisau, vas bunga dari kaca dan lain-lain. Posisi anak yang mendongak saat meraih benda menyebabkan kebanyakan kasus terjadi di daerah wajah dan kepala.
Gangguan Perkembangan dan baby walker. Banyak orang tua percaya baby walker dapat membantu anak mereka berjalan. Sesungguhnya ini tidak benar. Bahkan, fakta makin memperlihatkan baby walker malah memperlambat perkembangan anak.
Sebuah penelitian pada anak kembar menunjukkan anak yang diletakkan di baby walker mengalami gangguan motorik berjalan dibandingkan saudara kembarnya. Perhatikanlah, anak tanpa baby walker akan lebih bebas berguling, duduk dan berdiri, bergerak mengambil sesuatu, dan bermain di lantai yang merupakan dasar untuk belajar berjalan, ketimbang bergeser ke sana kemari dengan baby walker.
Pengawasan tak menjamin
“Saya selalu mengawasinya kok” atau “Saya menggunakan pagar di tangga, jadi anak tak mungkin jatuh,” ternyata tidak menjamin anak tak mengalami kecelakaan akibat baby walker. Dari sebagian besar kecelakaan jatuh dari tangga akibat baby walker, lebih dari setengahnya memiliki pagar di tangganya. Bisa dibayangkan, bayi dalam baby walker dapat bergerak satu meter perdetik, dan dengan usianya, ia belum memiliki kontrol terhadap kecepatan sehingga ketika kita lengah sedikit saja, si bayi yang aktif telah sampai di ujung ruangan dan terlepaslah ia dari jangkauan. Bahkan, dari 271 anak yang celaka akibat baby walker, 78%-nya sedang dalam pengawasan dengan 69%-nya diawasi oleh orang dewasa.
Bagaimana dengan tanda peringatan yang selalu ada di setiap kemasan produk tersebut? Dari studi yang sama, sebagian besar orang tua menyadari sebelumnya bahwa baby walker memang berpotensi menyebabkan kecelakaan, bahkan setelah kecelakaan terjadi, sebagian dari mereka ada yang memakai kembali baby walker pada anak yang sama atau pada adiknya dengan berbagai alasan, misalnya “si bayi tampak menyukainya”, atau “kecelakaan yang terjadi bukan karena baby walker-nya, tetapi karena kelengahan”, dan sebagainya. Sehingga, tanda peringatan tentang bahaya baby walker tidaklah efektif untuk mencegah kecelakaan yang bisa terjadi.
Jadi, bagaimana dong?
Meskipun di negara maju telah ada usaha untuk menyegel produksi atau penjualan produk baby walker, namun hal ini menjadi sulit karena dianggap belum cukup bukti. Selain itu, tak semua orang tua setuju dengan penyegelan ini sehingga muncullah alternatif produk serupa baby walker yang lebih aman. Misalnya, telah dipasarkan baby walker tanpa roda yang tetap membuat anak gembira karena ia tetap bisa berdiri, berputar, ataupun berjingkat. Dan yang jelas mengurangi risiko kecelakaan jatuh dari tangga akibat baby walker. Selain itu, banyak industri yang memodifikasi ukuran baby walker sehingga melebihi ukuran pintu standar, dengan harapan mengurangi angka kecelakaan. Namun, menurut Child Accident Prevention Trust, semua usaha ini belum terbukti menurunkan jumlah atau derajat keparahan kecelakaan yang terjadi. Jadi, pertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk menggunakan baby walker.
Referensi
1.    Smith AG, Bowman MJ, Luria JW, Shilds BJ, Baby Walker-related injuries continue despite warning labels and public education. Pediatrics Vol.100 No.2 Agustus 1997.
2.    Child Accident Prevention Trust. Baby Walker Factsheet, 2004. Tersedia dalam: www. capt.org.uk

20 Responses to Beberapa pendapat tentang Baby Walker

  1. mugiy says:

    anak saya umur 14 bl mintanya tetah terus tapi untuk berdiri sendiri belum mau apa yg harus saya kerjakan agar anak cepat jalan?

  2. Budi Nugroho says:

    #mugiy: selamat ya, anaknya pasti sedang lucu-lucunya dan hampir tidak mau diam. itu seumuran dengan anak saya, hanya beda satu bulan, anak saya 13 bulan. menurut literatur yang saya baca, anak belajar berjalan hingga usia 18 bulan. jadi anda tidak perlu khawatir bila saat ini anak anda belum bisa berjalan sendiri. anda hanya perlu bersabar untuk membimbingnya terus-menerus, salah satu caranya adalah dengan men-tetah-nya kesana kemari. setiap anak mempunyai keunikan sendiri-sendiri. ada yang cepat jalan, cepat bicara, cepat tumbuh gigi, dan lain-lain. bersabar saja dan kita nikmati mengasuh anak.

  3. adi says:

    menurut saya memang untuk belajar jalan anak,kita harus membimbingnya sampai dia lancar.penggunaan baby walker memang ada baik dan buruknya itu t’gantung persepsi kita.

  4. yeni mifta says:

    info tentang penggunaan baby walker sangat bermanfaat buat saya, saya jadi lebih berhati-hati lagi dalam memberikan mainan ataupun produk-produk untuk bayi. wah sekarang saya jadi gak berani pakai baby walker yang di hadiahkan buat bayi saya.apalagi sekarang usianya dah menginjak 7 bulan.kayaknya sekarang harus lebih extra melatih dengan menitah aja.

  5. umi_sarah says:

    Bagus bgt informasinya tapi ya itu semua tergantung persepsikita. terutama kesabaran dan keuletan kita dalam membimbingnya belajar jalan,setiap anak kan beda-beda pertumbuhannya ada yang cepat ada yang lambat,jd ya jgn terlalu khawatir.tetap semangat dalam memberikan pelatihan tuk si kecil!!!

  6. Bunda Keshia says:

    Waduh telat browsing nih. Baru beli baby walkernya,beberapa jam sebelum baca artikel ini. Btw,terima kasih atas artikelnya.

    • Budi Nugroho says:

      #bunda keshia: ya gpp bunda. artikel ini kan hanya menghimpun beberapa pendapat. terserah kita mau mengacu pendapat yang mana. selamat melatih anak berjalan.

  7. Yuni_palank says:

    Duh berguna sekali artikel tentang BW ini,krn sy lg bingung untk menggunakannya ato tidak.,thanks ya

  8. DIAN says:

    Ibu saya ingin membelikan BW,tp setelah saya baca artikel ini saya jadi ragu.tapi saya takut ibu saya tidak percaya..

    • Budi Nugroho says:

      yang pakai B W banyak kok bu. saya kira tidak perlu takut atau kuatir. yang penting kita mengawasi tumbuh kembang anak kita dengan cermat.

  9. Bunda Dzacky says:

    Duh jd agak ragu nih mau beliin Dzacky BW, tp saran kakak ipar g pa2 kok pake BW,asal dlm pengawasan kita.nah klo kita lg sambil ngerjain pekerjaan lain,sebaiknya BW nya diikat di tempat yg kokoh,trus kasih jarak beberapa meter biar si kecil tetap bisa kesana kemari.
    Dan mudah-mudahan anak2 kakak ipar g knapa2 kok.

  10. [...] Beberapa pendapat tentang Baby Walker April 2007 12 comments 5 [...]

  11. andri says:

    Waduh ternyta lebih banyk negatif dari pd positifnya BW y…..tapi sy sdh terlnjur beli. Anak sy baru 6 bulan lebih, tapi dengan sy sdh tahu informasinya, stdknya sy lebih berhati-hati dlm penggunaan BW. Bwt sy pribadi penggunaan BW hanya di maksudkan untuk arena bermain anak yang hanya sekali kali di gunakan, karena cara belajar jalan tradisional dengan mentitah anak lgs masih sy terapkan sampai saat ini. sy menerapkan metode ini supaya anak sy tidak mengalamai ke bosanan dalam hal belajar jalan, Dengan kita tahu bahaya apa saja yang mungkin akan terjadi, pastinya sy jg akan lebih berhati hati menjaga anak sy. Terima kasih y informasinya……

  12. LuQi says:

    Anak saya pake Baby Walker sejak umur 7 bln sampe skrng (usia 8.5 bln). Saya pake BW saat lagi sibuk saja karena klo di rmh saya dijamin lebih aman pake BW drpd anak saya ditaruh di bawah yg pasti kesana kemari dgn merangkak (bahkan pernah jatuh saat coba naik2 dan merambat). Klo pake BW gerak dia terbatas hanya di ruang tengah saja muter2 disitu. Jadi cukup membantu. Tapi tetep selalu dalam pengawasan. Kalau efeknya terhadap kemampuan berjalan se saya ga yakin juga.

  13. rani says:

    waduh,,ternyata memang benar sesuai fakta dan informasi yg saya terima dr tmen2 sekitar saya,thx bgt infonya….tapi kira2 mainan/alat apa yg bisa diberikan buat baby umur 7 bulan,kasarrnya sebagai pengganti baby walker ini.thx

  14. lady says:

    kasih aja dia mainan yg gk berbahaya, seperti potongan wortel atau sayur2an, atau biskuit bayi biar dia gk bosan

  15. bunda ade says:

    aduh sy jg br beli BW jg..jd ragu mo pakenya.anak sy umurnya mo msk 8 bln.apa sdh’bisa d papah bwt jln sy tkt kakinya bengkok.makasi infonya.

  16. ervian says:

    anak sy sdh menginjak 11 bln tp blm bs berdiri tp giginya udh banyak apa mungkn kelambatan jlny krn gigi tumbuh dluan ?

  17. ratna says:

    Kira2 sepuluh tahun lalu dua anakku pake babywalker dan syukurlah perkembangan motoriknya tidak bermasalah, bisa jalan 11 bulan. Pun tidak pernah mengalami celaka apapun selama di BW. Mereka saya taruh di BW ketika mulai minta berdiri2. Biar aman saran saya (pengalaman pribadi) :
    * dalam jangkauan pengawasan.
    * jangan terlalu lama membiarkan bayi di BW, maksimal sejam.
    * amankan area gerak babywalker dari hal2 berbahaya.
    * tetap lakukan terapi titah lebih banyak.
    Semoga bermanfaat dan bijak menggunakan BW.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: